Dari Kuburan Air Hingga Penari Telanjang, Ini 6 Negara yang Punya Tradisi Pemakaman Unik

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 17 September 2021 | 16:50 WIB
Dari Kuburan Air Hingga Penari Telanjang, Ini 6 Negara yang Punya Tradisi Pemakaman Unik
Ilustrasi kuburan-2 Wali Kota Terpilih di Sumut Meninggal Dunia Sebelum Pelantikan. [Shutterstock].

Suara.com - Pemakaman menjadi penghormatan terakhir yang dilakukan terhadap seseorang yang baru meninggal. Setiap agama memiliki kepercayaan masing-masing dalam cara menguburkan jenazah.

Namun, selain faktor agama, budaya juga bisa mempengaruhi prosesi pemakanan yang mungkin dianggap tak lazim. Seperti meletakan mayat di atas tebing, meninggalkan rokok pada mulut mayat, hingga adanya penari telanjang saat upacara pemakaman. 

Dikutip dari Mirror, berikut enam negara dengan budaya pemakaman yang unik .

1. Pemakaman di atas air - Skandinavia

Ilustrasi kuburan/makam. (Shutterstock)
Ilustrasi kuburan/makam. (Shutterstock)

Dikenal dari puisi Norse kuno dan kisah-kisah Islandia, pemakaman terjadi di atas kapal. Jenazah dibaringkan di kapal dan diberi persembahan kuburan. Setelah itu, tumpukan batu dan tanah akan diletakkan di atas atanya untuk membuat tumulis (tanah kuburan.)

Ide pemakanan di atas air itu justru menjadi diinginkan oleh banyak orang saat ini.

2. Manik Kematian - Korea Selatan

Manik-manik kematian bukanlah tren mode, melainkan cara untuk menghormati orang yang meninggal di Korea Selatan. Ide manik-manik kematian menjadi populer sejak aturan pemerintah yang mengharuskan menghilangkan kuburan yang sudah berusia 60 tahun. 

Aturan tersebut diberlakukan karena Korea Selatan kehabisan ruang untuk pemakaman. Namun, perubahan budaya juga telah meningkatkan tingkat kremasi, dan manik-manik dipandang lebih sehat.

baca juga

3. Sebatang rokok di bibir dan Pemakaman di tebing - Filipina

Orang-orang Tinguian di Filipina mendandani jenazah dengan pakaian terbaik mereka dan mendudukkan tubuh di kursi. Tubuh kemudian akan tetap di sana selama beberapa minggu. Seringkali dipasangkan rokok yang menyala dan ditempatkan di antara bibir.

Mayat juga dikubur dalam posisi duduk dan tangan wanita diikat ke kaki mereka untuk mencegah 'hantu berkeliaran'.

Budaya suku Igorot di Provinsi Pegunungan, Filipina Utara, juga punya tradisi unik pemakaman. Yakni, mempraktikkan tradisi mengubur orang mati di peti kemudian digantung di tebing.

Namun tradisi tersebut hanya terjadi setiap beberapa tahun. Peti mati diikat atau dipaku di sisi tebing. Sementara peti hanya berukuran sekitar satu meter, karena mayat dikubur dalam posisi seperti bayi dalam kandungan.

Sebelum dibawa untuk dimakamkan, peti dibungkus lagi dengan selimut dan diikat dengan daun rotan. Sekelompok kecil laki-laki kemudian membuat lubang di sisi tebing untuk dipalu sebagai penyangga peti mati.

Kemudian, kelompok memanjat sisi tebing dan menempatkan mayat di dalam peti kayu yang telah dilubangi.

4. Pemakaman langit - Tibet

Hampir serupa dengan suku Igorot, di Tibet, mayat juga dimakamkan di atas ketinggian. Namun bedayanya ditelakan di puncak gunung dan dibiarkan membusuk atau dimakan oleh hewan liar.

Tradisi itu menjadi jenis ekskarnasi khusus yang dipraktikkan di provinsi-provinsi Tiongkok dan daerah-daerah otonom di Tibet, Qinghai, Sichuan, dan Mongolia 

Penduduk desa akan membawa mayat ke situs pemakaman langit dengan kuda atau mobil. Kemudian pemimpin upacara pemakaman langit akan melakukan ritual di seluruh tubuh.

Setelah burung mengitari area pemakaman, tuannya akan memotong tubuh menjadi potongan-potongan kecil untuk pesta, dan jika burung nasar memakan seluruh tubuh, itu dianggap sebagai pertanda baik.

5. Mengejar orang mati - Madagaskar

Famadihana adalah 'hari kematian' untuk Madagaskar, diadakan setiap lima hingga tujuh tahun. Saat situlah keluarga akan menggali makam leluhur mereka dan membungkus mereka kembali dengan kain kafan yang baru.

Mereka mengharumkan tubuh, menari dengan mayatnya, bahkan berbagi cerita dengan mayat tentang segala peristiwa yang terjadi setelah mereka meninggal.

6. Penari telanjang pemakaman - Cina

Seperti dilansir BBC , penari telanjang digunakan untuk meningkatkan kehadiran pemakaman karena kerumunan besar dipandang sebagai tanda kehormatan bagi almarhum. Dapat dimengerti jika tadisi itu tidak sesuai dengan selera kebanyakan orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Pria Lihat Rambut Menyembul di Batu Nisan Kuburan Berusia 100 Tahun

Viral Video Pria Lihat Rambut Menyembul di Batu Nisan Kuburan Berusia 100 Tahun

Sumbar | Jum'at, 17 September 2021 | 14:15 WIB

Ngeri! Viral Pria Temukan Rambut Menyembul dari Kuburan Berusia 100 Tahun

Ngeri! Viral Pria Temukan Rambut Menyembul dari Kuburan Berusia 100 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 17 September 2021 | 11:29 WIB

Viral, Perempuan Ini Ngaku Jadi Penari Telanjang ke Orangtua Lewat Presentasi

Viral, Perempuan Ini Ngaku Jadi Penari Telanjang ke Orangtua Lewat Presentasi

Lifestyle | Minggu, 10 Oktober 2021 | 08:20 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?

Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:40 WIB

Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?

Jeje Govinda Lulus S1 1,5 Tahun Lewat Jalur RPL, Apa Maksudnya?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:25 WIB

Setting Spray yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Produk yang Bikin Makeup Awet dan Minim Transfer

Setting Spray yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Produk yang Bikin Makeup Awet dan Minim Transfer

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sunscreen Azarine Hijau dan Oranye Bedanya Apa? Cek Kandungan, Manfaat, dan Harganya

Sunscreen Azarine Hijau dan Oranye Bedanya Apa? Cek Kandungan, Manfaat, dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:33 WIB

4 Serum Pilihan Dokter Estetika yang Ampuh Pudarkan Noda Hitam

4 Serum Pilihan Dokter Estetika yang Ampuh Pudarkan Noda Hitam

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:17 WIB

Apakah Ada Kacamata Hitam Minus? Ini 3 Pilihan Terbaik dengan Lensa Polarized Harga Murmer

Apakah Ada Kacamata Hitam Minus? Ini 3 Pilihan Terbaik dengan Lensa Polarized Harga Murmer

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:15 WIB

7 Pilihan Parfum di Alfagift dengan Wangi Elegan, Cocok untuk Ngantor

7 Pilihan Parfum di Alfagift dengan Wangi Elegan, Cocok untuk Ngantor

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:51 WIB

Frozen Yoghurt Makin Naik Kelas, Kini Hadir dengan Rasa Kekinian hingga Dubai Chocolate

Frozen Yoghurt Makin Naik Kelas, Kini Hadir dengan Rasa Kekinian hingga Dubai Chocolate

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:49 WIB

6 Moisturizer Terbaik untuk Jaga Kelembapan Rekomendasi Dokter Estetika, Ada yang Rp100 Ribuan

6 Moisturizer Terbaik untuk Jaga Kelembapan Rekomendasi Dokter Estetika, Ada yang Rp100 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:22 WIB

×