5 Penyebab Sampah Makanan Kian Menumpuk dan Cara Menguranginya dari Rumah

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:33 WIB
5 Penyebab Sampah Makanan Kian Menumpuk dan Cara Menguranginya dari Rumah
Ilustrasi sampah makanan. [Shutterstock]

Suara.com - Masalah penumpukan sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan tidak hanya disebabkan jenis anorganik. Tapi juga sampah organik, terutama dari sisa makanan, yang kian bertambah jumlahnya.

Temuan dari penelitian Waste4Change bersama Direktorat Lingkungan Hidup Bappenas menemukan pada 2019 setiap orang membuang sampah makanan sebanyak 184 kilogram per tahun.

Ketua penelitian kajian food loss and waste dari Waste 4Change Annisa Ratna Putri mengatakan, setidaknya ada lima penyebab utama sampah makanan kian bertambah. Terutama pada food loss atau sampah yang dihasilkan dalam industri makanan.

"Pertama, kurang baik perlakukan makanan ketika distribusikan, setelah panen kurang baik perlakukannya," tutur Annisa dalam webinar 'Indonesia Mubadzir Pangan, Kok Bisa?' dalam LCDC Week 2021, Selasa (12/10/2021).

Ilustrasi sisa makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi sampah makanan. (Shutterstock)

Penyebab kedua, terkait ruang penyimpanan makanan. Terutama dalam rumah tangga, menurut Annisa, masyarakat masih kurang memahami cara menyimpan makanan di mana tidak semuanya bisa bertahan lama jika disimpan dalam kulkas.

"Padahal ada juga makanan yang kalau ditaruh di kulkas malah jadi lebih cepat berjamur," imbuhnya.

Kemudian, prevensi konsumen juga berpengaruh. Jika konsumen enggan memilih makanan yang bentuk agak berbeda padahal secara nutrisi sama, akhirnya produk tersebut tidak terjual dan terbuang.

Kurangnya edukasi terkait sampah makanan menjadi penyebab keempat. Baik masyarakat juga pelaku usaha makanan dinilai masih kurang paham terkait pengelolaan sampah makanan. Akibatnya menyebabkan cara penyimpanan salah juga perlakuan yang kurang baik.

"Poin kelima paling krusial, kelebihan porsi dan perilaku konsumen. Kalau kita sering berpikir lebih banyak lebih baik daripada kurang, jadi sediain banyak. Pola pikir itu harus mulai kita evaluasi. Kalau memang gak sanggup dihabiskan, jangan pesan terlalu banyak. Dan kalau tidak bisa dihabiskan, selalu usahakan dibawa pulang untuk dikonsumsi kembali," tuturnya.

baca juga

Untuk mengurangi jumlah sampah makanan kian menumpuk, Annisa menyarankan terapkan konsep first in first out dalam penyimpanan makanan. Ia menjelaskan, jangan mengambil dan menggunakan bahan makanan yang disimpan terakhir.

Tetapi ambil yang lebih dulu disimpan agar supaya bahan makanan tidak sampai kadaluwarsa dan harua dibuang.

Jika sama sekali tidak bisa menghindari sisa makanan yang harus dibuang, Annisa menyarankan agar lakukan pilah sampah sebelum dibuang.

"Supaya sampah makanan tidak ke TPA. Jadi pilah dulu sampah makanan, kemudian jika memungkinkan bisa olah di rumah jadi biopori atau komposter di rumah. Kalau di lingkungan rumah sudah ada fasilitas kompos komunal, bisa juga di TPS3R," ucapnya.

Sementara itu, pelaku usaha juga punya peran krusial dalam mengendalikan jumlah sampah makanan. Salah satunya bisa dengan berperan aktif lakukan kampanye habiskan makanan disetiap outlet atau tempat makan.

"Misalnya ada flyer kecil bertuliskan habiskan makanan. Juga dari berbagai stakeholder baik pemerintah, NGO, swasta lewat berbagai webinar, instagram, membagikan informasi dari kajian khusus food and waste. Jadi harapannya semakin banyak yang membagikan hal seperti ini, jadi masyarakat makin tersadarkan kalau isu ini penting. Dan seharusnya memang makanan yang disajikan dihabiskan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:55 WIB

Solusi Cerdas Kelola Sampah Organik: Ubah Sisa Dapur Menjadi Pakan Ternak Berprotein

Solusi Cerdas Kelola Sampah Organik: Ubah Sisa Dapur Menjadi Pakan Ternak Berprotein

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:33 WIB

Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?

Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:41 WIB

Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya

Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:42 WIB

World Cleanup Day 2026, Trash Ranger Menggerakkan Anak Muda Peduli Sampah

World Cleanup Day 2026, Trash Ranger Menggerakkan Anak Muda Peduli Sampah

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:39 WIB

Tong Kalap, Tong Nyesa: Siasat Kafe di Bandung Kurangi Limbah Makanan

Tong Kalap, Tong Nyesa: Siasat Kafe di Bandung Kurangi Limbah Makanan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:55 WIB

Dari Water Station hingga Material Bekas, Bagaima Cara FestVent Kurangi Sampah

Dari Water Station hingga Material Bekas, Bagaima Cara FestVent Kurangi Sampah

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:14 WIB

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Kue Kering yang Bisa Dimakan, Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Investor China Bidik Deli Serdang, Industri Daur Ulang Bisa Serap 10.000 Tenaga Kerja

Investor China Bidik Deli Serdang, Industri Daur Ulang Bisa Serap 10.000 Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 16:25 WIB

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:56 WIB

Terkini

KPK Usut Keterkaitan Proyek Pengadaan Pemkab Bekasi dengan Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Usut Keterkaitan Proyek Pengadaan Pemkab Bekasi dengan Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:09 WIB

AC Samsung Makin Pintar, Bisa Baca Kualitas Udara hingga Atur Listrik

AC Samsung Makin Pintar, Bisa Baca Kualitas Udara hingga Atur Listrik

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:09 WIB

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:06 WIB

Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan

Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 15:05 WIB

Cara Ampuh Pudarkan Flek Hitam dalam 1-2 Minggu ala Dokter Gio, Wajib Coba Urutan Skincare Ini!

Cara Ampuh Pudarkan Flek Hitam dalam 1-2 Minggu ala Dokter Gio, Wajib Coba Urutan Skincare Ini!

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:05 WIB

Pemilik Makin Hemat, Penggantian Ban Mobil Banyak Ditunda Akibat Daya Beli Melemah

Pemilik Makin Hemat, Penggantian Ban Mobil Banyak Ditunda Akibat Daya Beli Melemah

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 15:04 WIB

Air Menetes di Bawah Kulkas dan Dalam Rak Penampungan? Ini Solusinya

Air Menetes di Bawah Kulkas dan Dalam Rak Penampungan? Ini Solusinya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:04 WIB

Apakah Rambut Rontok karena Stres Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasannya

Apakah Rambut Rontok karena Stres Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:03 WIB

Kejagung Geledah Rumah Eks Bupati Nunukan Terkait Kasus Batubara di Kaltara

Kejagung Geledah Rumah Eks Bupati Nunukan Terkait Kasus Batubara di Kaltara

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:01 WIB

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:00 WIB

×