5 Fakta Green Job, Jenis Pekerjaan Baru yang Akan Booming di Indonesia

Vania Rossa

Jum'at, 12 November 2021 | 07:30 WIB
5 Fakta Green Job, Jenis Pekerjaan Baru yang Akan Booming di Indonesia
Ilustrasi pekerja green job. (Shutterstock)

Suara.com - Isu perubahan iklim telah menjadi diskusi hangat selama beberapa dekade dan dianggap semakin penting seiring makin banyaknya bencana serta cuaca ekstrem. Tak mengherankan, sektor-sektor seperti energi terbarukan dan lingkungan hidup tumbuh pesat dan menciptakan lapangan kerja baru, yang dikenal dengan istilah green job.

Bahkan CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai mengumumkan tahun lalu bahwa proyek terkait iklim akan menciptakan lebih dari 20.000 pekerjaan terkait industri dan energi bersih pada 2025.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, juga telah meluncurkan rencana baru untuk secara drastis mengurangi emisi gas rumah kaca Amerika Serikat dan menciptakan ‘jutaan pekerjaan bergaji tinggi’ untuk memerangi perubahan iklim.

Banyak negara dan institusi internasional merilis definisi tentang green job. Meski kata-katanya mungkin berbeda, intinya tetap sama. Coaction Indonesia (organisasi yang mendorong terjadinya transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan) menyerap definisi yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO) pada 2007.

Mereka mendefinisikan green job sebagai pekerjaan yang layak, dan berkontribusi terhadap kelestarian. Dan, karena green job merupakan hasil dari praktik ekonomi hijau (green economy), maka pekerjaan ini juga harus inklusif secara sosial. Pekerjaannya sendiri bisa dari sektor tradisional, termasuk manufaktur dan konstruksi, dan bisa juga dari sektor baru, seperti energi terbarukan dan efisiensi energi.

Menurut peneliti Coaction Indonesia, Siti Koiromah, seperti yang sudah ditetapkan oleh ILO, green job memiliki 5 tujuan, yaitu melindungi dan memulihkan ekosistem, meningkatkan efisiensi energi dan bahan baku, meminimalkan limbah dan polusi dari proses produksi, membatasi emisi gas rumah kaca, dan mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim

Dari berbagai penelitian, green job ini akan semakin booming. Tak hanya di Indonesia, melainkan juga di dunia. Apa saja alasannya?

1. Kesadaran masyarakat tentang isu perubahan iklim meningkat
Kita bisa sama-sama melihat bahwa kesadaran masyarakat meningkat dalam hal menjaga lingkungan. Hal ini mendorong tumbuhnya usaha kecil yang juga berkontribusi terhadap lingkungan. Contohnya, usaha yang memanfaatkan limbah, seperti mendaur ulang kemasan sabun menjadi tas atau memproduksi kertas daur ulang.

Koiromah menyoroti, saat ini kian banyak perusahaan yang memiliki divisi sustainability. Itu berarti perusahaan tersebut sudah memiliki pandangan ke depan untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan adanya divisi sustainability, suatu perusahaan harus patuh terhadap berbagai regulasi yang terkait keberlanjutan, misalnya proses produksi ataupun bahan baku.

“Perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan juga mempunyai nilai plus. Mereka bisa meyakinkan konsumen bahwa operasional perusahaan mereka meminimalkan perusakan terhadap lingkungan. Limbah juga menjadi sangat minimal. Bisa jadi akan semakin banyak industri yang akan menerapkan prinsip sustainability seperti itu,” kata Koiromah.

Namun, ia mengamati, pekerja di industri daur ulang sering kali merupakan orang yang pendidikannya rendah, sehingga penghasilannya belum bisa dibilang layak. Padahal, kontribusinya terhadap lingkungan sangat besar. Sementara, syarat green job adalah suatu pekerjaan harus layak secara ekonomi.

Artinya, orang tersebut harus mendapatkan penghasilan yang baik agar dapat hidup sejahtera. Misalnya, mendapat asuransi dan tidak bekerja melampaui jam normal. Dengan begitu, ia mendapatkan hak yang sesuai dengan kewajibannya. Inilah yang disebut green job dan terus didorong oleh Coaction Indonesia.
 
2. Menyebar di banyak bidang
Banyak sekali pertanyaan yang mengemuka terkait profesi dan jenis pekerjaan yang termasuk dalam green job. Seandainya bekerja di bidang yang umum, misalnya sebagai tenaga marketing, dan bekerja di organisasi yang berfokus di bidang konservasi, apakah pekerjaan kita tergolong green job?

Koiromah menjelaskan, selama tenaga marketing itu berusaha memasarkan produk yang memiliki jasa terhadap kelestarian lingkungan, misalnya solar panel, maka pekerjaan itu termasuk kategori green job. Atau, ketika seseorang pada praktiknya menerapkan efisiensi bahan baku, maka pekerjaannya juga termasuk green job.

Ia juga menegaskan, selama memenuhi salah satu tujuan dari green job yang sudah ditetapkan ILO, berarti suatu sektor atau pekerjaan termasuk dalam kategori green job.

“Sebagai contoh, cukup banyak perusahaan yang kini mengarah pada sustainable fashion, yang proses produksinya menerapkan prinsip keberlanjutan, misalnya menggunakan katun yang bahan bakunya dari pertanian organik. Di dunia kuliner pun tersedia green job. Misalnya, koki yang menggunakan bahan pangan segar secara efisien, menerapkan zero waste, dan memakai bahan organik atau bahan dari lahan pertanian yang berkelanjutan,” katanya, mengutip siaran pers yang diterima Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Pasangan, 5 Hal Ini Penting Disiapkan di Usia 20-an jika Ingin Sukses!

Tak Cuma Pasangan, 5 Hal Ini Penting Disiapkan di Usia 20-an jika Ingin Sukses!

Your Say | Kamis, 11 November 2021 | 11:32 WIB

Kelola Stres dengan Empat Cara Ini, Bisa Dimulai dengan Luangkan Waktu

Kelola Stres dengan Empat Cara Ini, Bisa Dimulai dengan Luangkan Waktu

Lifestyle | Kamis, 11 November 2021 | 09:53 WIB

Sering Disepelekan, 5 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kamu Gagal Produktif

Sering Disepelekan, 5 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kamu Gagal Produktif

Your Say | Rabu, 10 November 2021 | 07:58 WIB

Terkini

4 Cushion Transferproof yang Bagus, Makeup Lebih Awet dan Tidak Mudah Luntur

4 Cushion Transferproof yang Bagus, Makeup Lebih Awet dan Tidak Mudah Luntur

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:35 WIB

Apakah Cristiano Ronaldo Main di Piala Dunia 2026?

Apakah Cristiano Ronaldo Main di Piala Dunia 2026?

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:07 WIB

Apa Perbedaan Antiperspirant dan Deodoran? Sering Dipakai untuk Atasi Bau Badan

Apa Perbedaan Antiperspirant dan Deodoran? Sering Dipakai untuk Atasi Bau Badan

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:55 WIB

Update Harga Pertamax dan Pertalite Hari Ini 11 Juni 2026, Ini 3 Alasan Harga BBM Naik

Update Harga Pertamax dan Pertalite Hari Ini 11 Juni 2026, Ini 3 Alasan Harga BBM Naik

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:53 WIB

Pembukaan Piala Dunia 2026 Jam Berapa? Ini Jadwal Opening FIFA World Cup

Pembukaan Piala Dunia 2026 Jam Berapa? Ini Jadwal Opening FIFA World Cup

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:38 WIB

Sunscreen SPF 100 yang Bagus Apa Saja? Ini 3 Produk dengan Banyak Ulasan Positif

Sunscreen SPF 100 yang Bagus Apa Saja? Ini 3 Produk dengan Banyak Ulasan Positif

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:25 WIB

Resmi! Link Pengumuman Hasil Akhir KDKMP 2026 Sudah Bisa Diakses, Cek Namamu Sekarang

Resmi! Link Pengumuman Hasil Akhir KDKMP 2026 Sudah Bisa Diakses, Cek Namamu Sekarang

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:47 WIB

4 Kulkas Tanpa Bunga Es yang Hemat Listrik, Harga Mulai Rp2 Jutaan

4 Kulkas Tanpa Bunga Es yang Hemat Listrik, Harga Mulai Rp2 Jutaan

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:43 WIB

Sulit Ditebak, 5 Zodiak Ini Paling Jago Menyembunyikan Emosi

Sulit Ditebak, 5 Zodiak Ini Paling Jago Menyembunyikan Emosi

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:35 WIB

Piala Dunia 2026 Dimulai Kapan? Ini Jadwal Lengkap dari Fase Grup hingga Final

Piala Dunia 2026 Dimulai Kapan? Ini Jadwal Lengkap dari Fase Grup hingga Final

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:31 WIB