4 Fakta Anak Kedua Yang Belum Diketahui, Benarkah Lebih Nakal?

Senin, 14 Februari 2022 | 12:55 WIB
4 Fakta Anak Kedua Yang Belum Diketahui, Benarkah Lebih Nakal?
Ilustrasi anak-anak.[Pixabay]

Suara.com - Setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Misalnya seperti anak pertama yang cenderung menjadi panutan bagi adik-adiknya, juga disebut lebih keras dan bisa menjadi pemimpin.

Lalu, bagaimana dengan anak kedua? Ada empat fakta tentang anak kedua yang belum diketahui. Simak ulasannya yang dikutip dari Romper.

Memiliki Standar Pendidikan Yang Tinggi

Sebuah studi yang terbit di Journal of Population Economics menemukan, anak kedua seringkali memiliki standar pendidikan yang tinggi dibanding anak pertama. Hal ini disebabkan karena rendahnya kinerja anak yang lebih tua di sekolah, serta keinginan orangtua untuk meningkatkan hasil pendidikan anak berikutnya. Oleh karena itu, orangtua lebih memberikan beban tinggi pada anak kedua dibanding anak pertama, dan lebih banyak perhatian dan juga pengawasan.

Memiliki Perilaku Buruk, Terutama Anak Laki-Laki

Ilustrasi anak bandel (Pixabay)
Ilustrasi anak bandel (Pixabay)

Sebuah penelitian tahun 2017 berjudul ‘Birth Order and Delinquency’ menemukan, anak kedua cenderung memiliki perilaku buruk dan nakal, terutama jika anak tersebut adalah laki-laki. Karena itu, sebagai orangtua perlu perhatikan perilaku anak tersebut. Karena jika tidak, anak akan berperilaku di luar batas.

Tidak Disukai Oleh Kakaknya

Dalam buku berjudul The Evolution of Personality and Individual Differences, anak kedua cenderung tidak disukai oleh anak yang lebih tua alias kakaknya. Hal itu disebabkan karena mereka tidak menerima perhatian secara keseluruhan. Jadi, anak kedua lebih dianggap sebagai anak mandiri dan cerdik dalam menjalani kehidupan.

Kecil Kemungkinan Menyelesaikan Perguruan Tinggi

Baca Juga: Waspada Modus Pemotor Ketuk Jendela Mobil Buat Minta Uang di Surabaya, Bikin Resah!

Sebuah studi dari Inggris menemukan korelasi antara urutan kelahiran dan pencapaian pendidikan. Hal itu disebutkan, bahwa anak kedua memiliki kemungkinan kecil untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, atau menyelesaikan kuliahnya. Fakta mengungkap, bahwa sumber daya yang digunakan hanya untuk anak sulung, sehingga anak kedua sulit mendapatkan akses tersebut. Padahal seperti yang sudah disebutkan, anak kedua lebih ditekankan untuk soal pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI