Tak Ubahnya Pencapaian, Ini Makna Orgasme Perempuan di Mata Kaum Adam

Risna Halidi Suara.Com
Kamis, 14 April 2022 | 21:35 WIB
Tak Ubahnya Pencapaian, Ini Makna Orgasme Perempuan di Mata Kaum Adam
Ilustrasi perempuan alami orgasme. [shutterstock]

Suara.com - Orgasme atau puncak kenikmatan dalam hubungan seksual menjadi isu yang selalu menarik untuk dibahas. Pada perempuan, orgasme kerap identik sebagai sebuah pencapaian maskulinitas. Hanya baru-baru ini saja orgasme perempuan menjadi fokus penelitian ilmiah.

Journal of Sex Research pernah meneliti reaksi lelaki untuk membuat orgasme pasangan mereka secara khusus. Terutama, kesenangan yang mereka dapatkan dari tindakan tersebut.

Menurut peneliti Sara Chadwick dan Sari van Anders, hal tersebut tak ubahnya "pencapaian maskulinitas."

Singkatnya, penelitian ini menemukan bahwa mayoritas dari 810 partisipan merasa lebih maskulin dan memiliki harga diri yang lebih tinggi saat mereka membayangkan seorang perempuan mendapat orgasme saat berhubungan seks dengan mereka.

"Hasil ini menunjukkan bahwa orgasme perempuan berfungsi sebagai pencapaian maskulinitas untuk para lelaki," peneliti menjelaskan.

Ada sisi mengkhawatirkan dari kesimpulan ini dan mengapa Chadwick serta van Anders menjelaskan ini adalah hal yang buruk. Dikatakan, orgasme secara intrinsik sangat terkait dengan ego laki-laki.

"Salah satu alasannya adalah bahwa hal itu mungkin akan menekan beberapa lelaki heteroseksual untuk merasa harus 'memberi' orgasme perempuan, seolah-olah orgasme adalah sesuatu yang dikeluarkan lelaki dari topi dan dipresentasikan kepada perempuan."

"Ini terkait dengan gagasan budaya perempuan sebagai penerima pasif dari siapa pun yang memberi mereka kesenangan."

Tidak hanya itu, hal tersebut juga berarti bahwa orgasme perempuan bukan lagi tentang kenikmatan bagi perempuan itu sendiri. Sebaliknya, hal tersebut menjadi kesempatan bagi lelaki untuk "menopang rasa maskulinitas mereka."

Baca Juga: 5 Risiko Melakukan Hubungan Intim di Mobil, Bukan Cuma Rawan Digerebek Warga

"Pada dasarnya, orang-orang ini cenderung melihat orgasme pada perempuan sebagai pijakan kaki di tiang ranjang kejantanan mereka."

Chadwick dan van Anders mengeluarkan sebuah peringatan kecil dan mendorong lelaki untuk tidak menganggap orgasme sebagai "pencapaian" tapi melihatnya karena apa adanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI