Pendidikan dan Kesehatan, Dua Hak Pengungsi yang Belum Terpenuhi di Indonesia

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Sabtu, 04 Juni 2022 | 19:39 WIB
Pendidikan dan Kesehatan, Dua Hak Pengungsi yang Belum Terpenuhi di Indonesia
Ilustrasi pengungsi. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia merupakan salah satu negara transit yang paling sering didatangi oleh pengungsi dari luar negeri, khususnya dari Afghanistan, Myanmar, Irak, dan lain sebagainya.

Berdasarkan data UNHCR, sedikitnya ada 14.000 orang pengungsi dari luar negeri yang teregistrasi berada di Indonesia. Apabila termasuk yang belum teregistrasi, maka angka tersebut tentulah menjadi lebih banyak.

Sayangnya, tujuan utama para pengungsi meninggalkan negara asalnya untuk mencari keselamatan, keamanan, perlindungan, dan kehidupan yang layak, masih jauh dirasakan di Indonesia, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

Hak-hak dasar seperti mendapatkan pendidikan, mengakses kesehatan, dan bekerja, menjadi salah satu perhatian bagi banyak pihak yang masih belum maksimal didapatkan oleh para pengungsi luar negeri.

Lebih jauh lagi, para pengungsi dilarang meninggalkan tempat penampungan, yang sejatinya itu merupakan hak untuk mobilitas (freedom of movement). Kondisi ini bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan justru dapat menimbulkan masalah kemanusiaan baru.

Nasruddin sebagai Koordinator Kemanusiaan of Yayasan Geutanyoe menjelaskan, untuk membantu para pengusi tersebut, dilakukan berbagai upaya bantuan kemanusiaan yang telah dilakukan selama ini.

"Termasuk di antaranya kerjasama dengan berbagai pihak untuk proses pendaratan pengungsi yang membutuhkan waktu cukup lama, kerentanan para pengungsi, serta ancaman yang dihadapi oleh para pejuang kemanusiaan dalam upaya tersebut," kata Nasruddin sebagai Koordinator Kemanusiaan dari Yayasan Geutanyoe.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, pemerintah Indonesia harus melihat masalah pengungsi ini dalam kerangka kemanusiaan, alih-alih menggunakan kacamata hukum formal.

"Pertama, pengungsi yang datang sering kali dalam kondisi yang buruk dan memprihatinkan. Bagi pengungsi Rohingya, untuk berhasil keluar dengan selamat dari negara asalnya sudah menjadi sebuah pencapaian," papar Affan Ramli sebagai Riset Koordinator of Yayasan Geutanyoe.

baca juga

Masih menurut Affan, memperoleh dokumen keimigrasian yang lengkap merupakan hal yang tidak mungkin dipenuhi. Dengan sendirinya mereka menjadi undocumented immigrant. Kedua, para pengungsi membutuhkan akses terhadap kesehatan dan pendidikan yang layak, khususnya bagi perempuan dan anak-anak.

"Hal tersebut sangat sulit dilakukan karena keterbatasan dokumen yang dimiliki pengungsi, di satu sisi, ini merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi," pungkas dia.

Ketiga, sebagai manusia, para pengungsi perlu untuk mendapatkan penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari-hari, serta pekerjaan merupakan perwujudan eksistensi yang mendefinisikan siapa manusia tersebut.

Kerangka hukum formal belum mampu menjawab tantangan-tantangan tersebut, sebaliknya, nilai-nilai hak asasi manusia menjadi sebuah titik berangkat yang tepat untuk bisa menyelesaikan tantangan tersebut.

Memang, negara telah membuat Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri untuk menangani masalah pengungsi dari luar negeri.

Namun, Peraturan Presiden tersebut belum menjawab tantangan secara komprehensif dan dibutuhkan penguatan nilai-nilai hak asasi manusia dalam prinsip penerapannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suhu di Tanah Suci Bisa Capai 45 Derajat, Jemaah Haji Diimbau Perbanyak Minum Cegah Dehidrasi

Suhu di Tanah Suci Bisa Capai 45 Derajat, Jemaah Haji Diimbau Perbanyak Minum Cegah Dehidrasi

News | Sabtu, 04 Juni 2022 | 17:46 WIB

Luruskan Mitos Soal Keluarga Berencana, BKKBN Minta Bidan Lebih Empati

Luruskan Mitos Soal Keluarga Berencana, BKKBN Minta Bidan Lebih Empati

Health | Sabtu, 04 Juni 2022 | 16:46 WIB

Cobalah Tidur Siang Minimal 10 Menit, Ini 5 Efeknya pada Tubuh!

Cobalah Tidur Siang Minimal 10 Menit, Ini 5 Efeknya pada Tubuh!

Health | Sabtu, 04 Juni 2022 | 18:10 WIB

Terkini

Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?

Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:37 WIB

4 HP Murah Redmi RAM 8 GB Terbaik, Performa Kencang dan Sudah NFC

4 HP Murah Redmi RAM 8 GB Terbaik, Performa Kencang dan Sudah NFC

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Sampel MBG SMPN 2 Cisarua Diuji di Lab, Rudy Susmanto Tunggu Hasil untuk Tentukan Langkah

Sampel MBG SMPN 2 Cisarua Diuji di Lab, Rudy Susmanto Tunggu Hasil untuk Tentukan Langkah

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:31 WIB

32 Perusahaan Terlibat Karhutla! Izin Dibekukan dan Dipaksa Pulihkan Ekosistem Hutan

32 Perusahaan Terlibat Karhutla! Izin Dibekukan dan Dipaksa Pulihkan Ekosistem Hutan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB

3 Bulan Tambang Emas Milik Kristalin Ekalestari Ditutup Satgas PKH, IUP Dicabut Tanpa Kejelasan ESDM

3 Bulan Tambang Emas Milik Kristalin Ekalestari Ditutup Satgas PKH, IUP Dicabut Tanpa Kejelasan ESDM

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Ulasan Love Between Lines: Ketika Asmara Menembus Batas Fiksi dan Realita

Ulasan Love Between Lines: Ketika Asmara Menembus Batas Fiksi dan Realita

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Berangkat ke Satelit Mars, Jepang Siap Cetak Sejarah Baru Lewat Misi MMX

Berangkat ke Satelit Mars, Jepang Siap Cetak Sejarah Baru Lewat Misi MMX

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources

Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar

Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar

Banten | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:21 WIB

×