Bekerja dari Rumah Membuat Sebagian Orang Bisa Keliling Dunia

Siswanto, BBC

Senin, 12 September 2022 | 17:15 WIB
Bekerja dari Rumah Membuat Sebagian Orang Bisa Keliling Dunia
BBC

Suara.com - Perubahan di dunia kerja mendatangkan kemungkinan-kemungkinan baru bagi orang-orang yang ingin merasakan hidup di luar negeri.

Evie Kalo mungkin bisa disebut sebagai orang yang kerap bertukar rumah.

Dia dan suaminya adalah orang-orang yang mendapatkan kesempatan bekerja penuh dari rumah selama pandemi, seperti jutaan pekerja global lainnya.

Sejak saat itu, mereka menukar apartemen dua lantai milik mereka di Amsterdam, untuk serangkaian “workcations”, dengan rumah-rumah di seluruh Eropa.

Salah satu yang terdekat berada di Rotterdam, tapi ada juga di pantai di Barcelona dan di kota resor Juan-les-Pins di Riviera, Prancis.

Pasangan itu telah bertukar rumah lima kali sejak Mei 2021, ketika mereka pertama kali mengetahui tentang pertukaran rumah dari tetangga yang berada di lantai atas apartemen mereka. 

“Yang kami sukai adalah kami mempercayai orang-orang untuk berada di rumah kami karena mereka memercayai kami untuk berada di rumah mereka,” kata Kalo.

"Jadi, kami memiliki pemahaman bersama bahwa kami akan saling menjaga rumah masing-masing."

Pasangan itu mencoba untuk tinggal di setiap tempat selama sekitar dua minggu, sehingga mereka dapat memiliki cukup waktu untuk menjelajahi berbagai tempat, di tengah jadwal kerja mereka yang padat.

baca juga

(Kalo adalah pemilik merek Zipster, dan suaminya bekerja di bidang penjualan di perusahaan pengiriman barang). 

“Karena kami tidak membayar akomodasi, itu membuat perjalanan jauh lebih murah,” ujar Kalo.

Sementara itu, tinggal selama dua minggu di Airbnb, kata dia, akan sangat mahal karena banyak tempat yang mereka kunjungi.

Bertukar rumah memungkinkan orang-orang untuk merasakan gaya hidup kelas jet-set yang mereka inginkan, dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan membeli rumah hanya untuk liburan atau rumah kedua yang mahal.

Dengan memanfaatkan aset mereka yang paling berharga – rumah atau apartemen – mereka dapat tinggal di akomodasi nyaman lainnya di seluruh dunia. 

Ini adalah skema penghematan biaya yang sangat menarik di tengah lonjakan frekuensi perjalanan saat ini, karena harga penerbangan, hotel, dan persewaan, semuanya meroket.

Fleksibilitas dalam bekerja juga mendorong keinginan orang-orang untuk memadukan batasan antara pekerjaan dan perjalanan. 

Dengan lebih dari setengah perusahaan global menerapkan bekerja jarak jauh sepenuhnya atau mengutamakan bekerja dari jarak jauh, menurut survei baru-baru ini dari Buffer, tidak mengherankan penelusuran Google untuk “pertukaran rumah” meningkat secara substansial selama setahun terakhir.

Permintaan meningkat, masa tinggal jadi lebih lama

Di saat Kalo dan beberapa orang lainnya bertukar rumah agar pengalaman kerja jarak jauhnya lebih menyenangkan, para pekerja kerah putih lainnya bertukar rumah untuk menjajal tinggal di kota-kota lain karena sekarang mereka sudah tidak terikat lagi dengan pusat kota yang mahal. 

Baru-baru ini Brendan Kelly menukar tempat tinggalnya di New York City selama sebulan dan menempati sebuah rumah di Longmont, Colorado, yang menurut dia empat kali lebih besar dari apartemennya di Brooklyn.

Sekarang, dia mengisi hari-harinya dengan pendakian dan lari lintas gunung di pegunungan Rocky, sambil tetap melakukan pekerjaannya sebagai staf penjualan di sebuah perusahaan teknologi. 

"Mungkin itu hanya nafsu berkelana, tetapi belakangan saya sadar bahwa mungkin ada tempat di luar sana yang memiliki hal-hal yang saya sukai dari New York, tetapi lebih murah dan menawarkan lebih banyak ruang,” katanya.

Kelly berencana bertukar rumah supaya bisa merasakan hidup di Tampa, Florida; Milwaukee, Wisconsin; dan Montréal, Kanada, selama beberapa bulan ke depan. 

Sejauh ini, dia mendapatkan informasi soal bertukar rumah dari rekan-rekan kerjanya maupun teman-temannya.

Sementara orang-orang lainnya mendapatkan informasi dari media sosial seperti TikTok dan forum Facebook. 

Namun, metode yang paling populer untuk hal ini adalah online marketplace, seperti Home Exchange atau Love Home Swap, yang menawarkan peraturan perlindungan untuk pemilik rumah.

Kedua platform itu juga bisa bertindak sebagai perantara yang terpercaya. 

Secara global, jumlah pertukaran rumah per harinya di Home Exchange pada Agustus 2022, naik 50% dibandingkan Agustus 2021, menurut data statistik yang diberikan Home Exchange kepada BBC Worklife. 

Sementara itu, di Love Home Swap, rata-rata durasi perjalanan meningkat pesat, melebihi standar tujuh hari pada 2019, berdasarkan data yang dilihat oleh BBC.

Sebanyak 59% anggotanya sekarang ingin tinggal selama 10 hari atau lebih dan lebih banyak lagi yang memilih lokasi dekat rumah mereka. 

Perjalanan domestik meningkat 25% dibandingkan 2019.

Love Home Swap menyatakan angka itu berasal dari orang-orang yang tinggal di pusat-pusat kota dan pedesaan, yang ingin berpindah-pindah tempat kerja sambil berlibur. 

Rumus dasar dalam bertukar rumah di sebagian besar platform biasanya sama. Anda membayar iuran tahunan untuk bergabung menjadi anggota (mulai dari US$40 (Rp595 ribu) - US$300 (Rp4,46 juta)), menerima sejumlah uang yang nominalnya lebih kecil dari pemesanan (misalnya untuk biaya kebersihan), dan harus setuju untuk menjadi tuan rumah.

Kedua belah pihak biasanya bertukar rumah di tanggal yang sama, meskipun beberapa platform memungkinkan Anda dapat menabung jumlah hari ketika Anda menjadi tuan rumah, untuk digunakan di waktu lain ketika Anda menjadi tamu. 

Dalam beberapa kasus, tuan rumah dapat meminta tamu untuk menyirami tanaman atau merawat hewan peliharaan.

Kegiatan-kegiatan itu masuk ke dalam persyaratan yang harus disepakati sebelumnya.

Para pendukung kegiatan ini mengatakan pertukaran rumah, selain menghemat uang, adalah alternatif yang lebih berkelanjutan untuk platform sewa jangka pendek, karena tidak menghilangkan real estate dari pasar atau menciptakan krisis perumahan yang dialami oleh banyak komunitas dalam beberapa tahun terakhir.

Platform seperti Holiday Swap juga mengklaim bahwa pertukaran rumah mengeluarkan emisi CO2 66% lebih sedikit dibandingkan hotel karena pengurangan energi, air, dan sampah, yang berasal dari hal-hal seperti pembersihan yang lebih jarang dan limbah makanan yang terbatas.

‘Mobilitas para rockstar’?

Sebagian besar situs pertukaran rumah memungkinkan siapa saja untuk bergabung, meskipun beberapa platform kelas atas tidak demikian.

Sebut saja Behomm, yang berfokus pada desain, atau Kindred, yang baru diluncurkan. Keduanya hanya untuk para anggota dan memiliki daftar tunggu. 

Aturan ini cenderung untuk menarik jenis klien yang mungkin memiliki Peloton (merek alat olahraga premium) dan kulkas anggur di rumah mereka, dan ingin tinggal di properti yang juga memiliki barang-barang yang sama.

Kindred, yang biaya keanggotaan tahunannya mencapai US$300 (Rp4,46 juta), bertindak sebagai semacam 'mak comblang' untuk orang-orang dengan latar belakang atau minat yang sama.

Platform ini menciptakan tempat untuk alumni universitas atau institusi tertentu. 

“Ini salah satu cara kami dapat meningkatkan perasaan keintiman ini,” jelas CEO Justine Palefsky.

“Rasanya lebih seperti koneksi tepercaya, dibandingkan jika dilakukan dengan sembarang orang asing di internet.”

Kindred lahir dari keinginan Palefsky dan co-founder Tasneem Amina untuk mencari perubahan suasana kerja jarak jauh selama pandemi. 

“Kami berpikir, bagaimana bisa menjalani kehidupan yang lebih kaya perjalanan, tetapi tidak harus mengeluarkan biaya atau kerumitan yang luar biasa untuk melakukannya,” kata dia.

“Jadi, kami benar-benar memulai Kindred untuk menyelesaikan masalah kami sendiri.”

Sekarang, demografi anggota Kindred kebanyakan merupakan pekerja jarak jauh "yang melakukan perjalanan secara spontan dan mengatakan, 'Daripada duduk di meja kerja di rumah, saya ingin pergi ke Mexixo City dan bekerja dari sana'," ujar Palefsky. 

Dieter Müller, seorang peneliti di Universitas Umea, Swedia yang mempelajari tren pariwisata, memandang fenomena bertukar rumah ini seperti kembalinya roh situs Airbnb.

Dulunya, Airbnb pernah mendapatkan penghargaan dalam menawarkan "pengalaman otentik", tapi sekarang didominasi oleh "superhost" yang menyewakan banyak tempat yang belum pernah mereka tinggali. 

Müller berpikir "mobilitas rockstar" - pekerja jarak jauh dengan pendapatan tinggi, rumah bagus, dan sedikit komitmen keluarga - akan menjadi orang-orang yang benar-benar dapat memanfaatkan ini.

Namun, dia skeptis tentang seberapa besar tren ini berlangsung pada orang-orang kebanyakan. 

“Ini fenomena yang agak terbatas karena entry level yang membatasi,” jelasnya.

"Ini adalah pertanyaan tentang di mana Anda berada dan ke mana orang-orang ingin pergi."

Müller mengatakan agar sukses di platform pertukaran rumah, Anda harus memiliki tempat yang menarik di pasar, baik itu di pusat kota maupun di daerah pedesaan yang kaya akan kemudahan. 

 “Di situlah rasa timbal balik ini menjadi agak rumit,” jelasnya.

Mayoritas populasi global yang tidak tinggal di tujuan wisata mungkin kurang beruntung.

Kalo adalah orang pertama yang mengakui bahwa lokasi adalah segalanya dalam pertukaran rumah.

“Kami sangat beruntung karena kami tinggal dekat pusat Amsterdam, di tujuan wisata yang sangat populer, sehingga kami terlihat cukup menarik di Home Exchange,” katanya.

“Itu berarti kami bisa menjajal beberapa tempat.”

Dia dan suaminya pergi ke Los Angeles pada September ini.

Kemudian pada Oktober, mereka melanjutkan pertukaran rumah selama enam minggu di kawasan pantai di Australia. 

"Kami mungkin bekerja lebih keras daripada sebelumnya," katanya tentang petualangan baru mereka dalam bertukar rumah.

“Tapi sekarang, kami menyesuaikannya dengan gaya hidup kami.”

Versi bahasa Inggris artikel ini dengan judul The remote workers swapping homes  dapat anda baca di BBC Worklife.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI

Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:38 WIB

AI Picu Tren Ekonomi Keterampilan Manusia di Dunia Kerja

AI Picu Tren Ekonomi Keterampilan Manusia di Dunia Kerja

Tekno | Senin, 15 Juni 2026 | 15:29 WIB

Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?

Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:45 WIB

Saat Dunia Kerja Berubah, Generasi Muda Dituntut Siap: Keterampilan Digital Jadi Kunci

Saat Dunia Kerja Berubah, Generasi Muda Dituntut Siap: Keterampilan Digital Jadi Kunci

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:27 WIB

Realita Tidak Estetik Dunia Kerja yang Abu-Abu: Antara Passion dan Tagihan

Realita Tidak Estetik Dunia Kerja yang Abu-Abu: Antara Passion dan Tagihan

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 13:00 WIB

Manager Fest 2026 Jadi Ruang Profesional Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Manager Fest 2026 Jadi Ruang Profesional Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:46 WIB

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:11 WIB

5 Mobil yang Nggak Bikin Orang Tua Tekor: Irit, Pajak Murah, Pas untuk Anak Muda dan Mahasiswa

5 Mobil yang Nggak Bikin Orang Tua Tekor: Irit, Pajak Murah, Pas untuk Anak Muda dan Mahasiswa

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:15 WIB

77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Mengapa Pendidikan Belum Selaras dengan Dunia Kerja?

77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Mengapa Pendidikan Belum Selaras dengan Dunia Kerja?

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

Quiet Quitting: Bentuk Perlawanan atau Keputusasaan Atas Beban Kerja?

Quiet Quitting: Bentuk Perlawanan atau Keputusasaan Atas Beban Kerja?

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya

Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:50 WIB

Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya

Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:05 WIB

5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli

5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:35 WIB

Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet

Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:05 WIB

4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas

4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:35 WIB

7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!

7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:10 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size

4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:35 WIB

3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy

3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:25 WIB

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:11 WIB

3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional

3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:06 WIB