Kronologi Karyawan Paris Baguette Tewas Masuk Mesin Pengaduk, Warga Korsel Serukan Boikot

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 19:08 WIB
Kronologi Karyawan Paris Baguette Tewas Masuk Mesin Pengaduk, Warga Korsel Serukan Boikot
Paris Baguette (Ist)

Suara.com - Seorang wanita 23 tahun yang bekerja di pabrik Toko Roti Paris Baguette, Korea Selatan, ditemukan tewas mengenaskan. Pekerja itu tewas setelah tergilas mesin mixer yang memproduksi saus. Kabar tewasnya pekerja Paris Baguette itu menjadi perbincangan karena kejadian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa toko tidak mengikuti SOP yang ada.

Gara-gara itu banyak aktivis dan masyarakat Korea Selatan menyerukan pemboikotan pada Toko Roti Paris Baguette. Mereka ingin Toko Roti Paris Baguette diboikot karena manajemen pabrik tetap menjalankan produksi roti setelah kejadian tewasnya pekerja wanita itu. Simak kronologi pegawai roti Paris Baguette Korsel meninggal masuk mesin produksi berikut ini.

Kronologi Kejadian Maut

Kronologi kejadian itu bermula saat pekerja tersebut bekerja seperti biasa di pabrik yang bertempat di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Ia masuk di shift malam pada Sabtu, 15 Oktober 2022. Pekerja 23 tahun itu diceritakan hanya mengoperasikan mesin sendirian yang seharusnya dioperasikan oleh dua pekerja.

Berdasarkan kronologi, celemek pekerja itu tersangkut yang membuatnya tertarik ke dalam mesin pengaduk dan bagian atas tubuhnya terjepit mesin pengaduk saus. Pekerja wanita itu pun tertarik ke dalam alat mixer dan tubuhnya hancur. Jasadnya pun ditemukan di mesin keesokan harinya oleh tertarik ke dalam alat mixer dan tubuhnya hancur.

Seminggu sebelum ada kejadian pekerja wanita tewas itu, seorang pekerja dilaporkan juga mengalami kecelakaan. Tangan pekerja tersangkut di mesin lini produksi lain tapi tidak dikirim ke rumah sakit karena statusnya sebagai pekerja tidak tetap.

Pabrik Tetap Beroperasi

Dilaporkan bahwa pabrik tetap melanjutkan produksi keesokan harinya usai kejadian itu. Bahkan pekerja yang melihat dan menarik tubuh rekan kerja mereka yang hancur dari mesin diminta untuk bekerja di sebelah lokasi kecelakaan. Pabrik pun dilaporkan terus mengoperasikan dua mesin di lokasi kecelakaan sehari setelah pekerja itu tewas.

Sementara itu kritikus mengatakan seharusnya mesin mixer itu dioperasikan oleh dua orang. Hal itu pun mengundang banyak pihak memberikan kritik tajam. Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol telah memerintahkan penyelidikan atas kematian pekerja tersebut.

Setelah penyelidikan, ditemukan bahwa kecelakaan tersebut dapat dicegah jika protokol keselamatan yang memadai telah diterapkan. Selain itu, terungkap juga perlakuan tidak adil terhadap para pekerja di pabrik roti tersebut. Penyelidikan dari kantor ketenagakerjaan regional juga menemukan bahwa mixer industri di pabrik roti tidak memiliki perangkat interlock yang diperlukan untuk melindungi operator.

Minta Maaf

Diketahui pabrik produksi roti Paris Baguette dinaungi SPC Group yang merupakan perusahaan konglomerat besar di industri makanan Korea Selatan. Perusahaan tersebut makin panen kritik usai mengirimkan dua box roti ke rumah duka pekerja pabrik yang meninggal. 

Anggota keluarga yang berduka mengungkap kesedihan dan kemarahan mereka usai menerima kue-kue itu. Namun menurut SPC, kotak roti merupakan hadiah dukungan yang dikirim ke semua pemakaman atau acara karyawan.

Di tengah kecaman dan boikot dari warga Korea Selatan atas insiden pekerja yang tergilas mesin pengaduk, Ketua SPC Group perusahaan induk Paris Baguette Huh Young In secara terbuka meminta maaf. Pihaknya mengatakan akan bertanggungjawab secara penuh atas kejadian mengenaskan itu. 

Selain itu perusahaan juga berjanji untuk menghabiskan 100 miliar won (sekitar $70 juta) selama 3 tahun untuk meningkatkan keselamatan pekerja. Mereka juga meminta maaf kepada para pekerja pabrik yang disuruh kembali bekerja setelah menarik tubuh korban keluar dari mesin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa itu Paris Baguette? Pabrik Roti Diboikot, Gegara Karyawan Tewas Terjepit Mesin Pengaduk Saus

Apa itu Paris Baguette? Pabrik Roti Diboikot, Gegara Karyawan Tewas Terjepit Mesin Pengaduk Saus

News | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 17:36 WIB

Viral Cerita Horor Pabrik Roti di Korea Selatan, Pekerja Tewas Masuk Mesin Mixer, Berujung Boikot Massal

Viral Cerita Horor Pabrik Roti di Korea Selatan, Pekerja Tewas Masuk Mesin Mixer, Berujung Boikot Massal

| Jum'at, 28 Oktober 2022 | 10:20 WIB

Paris Baguette Diboikot Usai Karyawan Tewas dalam Mesin Pengaduk

Paris Baguette Diboikot Usai Karyawan Tewas dalam Mesin Pengaduk

Video | Kamis, 27 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Tragedi Karyawan Meninggal di Mesin Pengaduk, Pabrik Roti Paris Baguette Beri Klarifikasi

Tragedi Karyawan Meninggal di Mesin Pengaduk, Pabrik Roti Paris Baguette Beri Klarifikasi

Your Say | Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:41 WIB

Pekerja Tewas Dalam Mesin, Seruan Boikot Gerai Paris Baguette Menguat di Media Sosial

Pekerja Tewas Dalam Mesin, Seruan Boikot Gerai Paris Baguette Menguat di Media Sosial

Lifestyle | Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:50 WIB

Terkini

Bagus Sabun Cair atau Sabun Batang untuk Mencerahkan Kulit? Ini 5 Pilihan Terbaik

Bagus Sabun Cair atau Sabun Batang untuk Mencerahkan Kulit? Ini 5 Pilihan Terbaik

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 10:04 WIB

4 Shio Paling Beruntung 18 April 2026, Rezeki Mengalir dan Karier Melejit

4 Shio Paling Beruntung 18 April 2026, Rezeki Mengalir dan Karier Melejit

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 09:35 WIB

Kenali Dulu Sebelum Pakai: Kesalahan Umum dalam Penggunaan Wadah Plastik Sehari-hari

Kenali Dulu Sebelum Pakai: Kesalahan Umum dalam Penggunaan Wadah Plastik Sehari-hari

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 09:13 WIB

5 Sunscreen dengan Kandungan Niacinamide untuk Mencerahkan Wajah

5 Sunscreen dengan Kandungan Niacinamide untuk Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 09:02 WIB

Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Robotika Sebelum Lulus?

Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Robotika Sebelum Lulus?

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 08:05 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 18 April 2026, Panen Cuan dan Kebahagiaan

5 Zodiak Paling Hoki 18 April 2026, Panen Cuan dan Kebahagiaan

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 07:31 WIB

7 Lipstik Glossy Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Bikin Auto Glowing

7 Lipstik Glossy Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Bikin Auto Glowing

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 07:15 WIB

Tak Lagi Identik dengan Jamu Gendong, Begini Wajah Baru Jamu Indonesia di Tangan Generasi Muda

Tak Lagi Identik dengan Jamu Gendong, Begini Wajah Baru Jamu Indonesia di Tangan Generasi Muda

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 07:04 WIB

Terpopuler: Link Daftar Manajer Kampung Nelayan Merah Putih, Rincian Tarif Listrik per kWh

Terpopuler: Link Daftar Manajer Kampung Nelayan Merah Putih, Rincian Tarif Listrik per kWh

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 06:50 WIB

Big Bad Wolf 2026: Jadwal, Lokasi, dan Tips Berburu Buku 24 Jam di ICE BSD

Big Bad Wolf 2026: Jadwal, Lokasi, dan Tips Berburu Buku 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 21:09 WIB