Tegas! Pakar Fashion Sebut Pejabat Flexing Barang Mewah Impor Tindakan Kriminal

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 18 April 2023 | 18:25 WIB
Tegas! Pakar Fashion Sebut Pejabat Flexing Barang Mewah Impor Tindakan Kriminal
Ilustrasi barang mewah impor milik pejabat. (Pexels/Anastasia Shuraeva)

Suara.com - Pakar Fashion sekaligus Ketua APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indomesia) Poppy Dharsono blak-blakan menyebut pejabat hobi flexing atau pamer pakai produk fashion impor mewah sebagai kriminal.

Kata Poppy, sebutan kriminal ini layak disematkan untuk mereka yang pamer barang branded impor tapi hasil dari korupsi, padahal masih banyak rakyat yang kelaparan.

"Ya dengan keadaan seperti ini yang banyak orang miskin, ada orang yang mati makan sabun. Apa mereka tidak punya hati? Buat saya itu kriminal. Melihat masyarakat kesusahan, mereka pamer buat saya mereka tidak ada harganya," jelas Poppy di Kota Kasablanka beberapa waktu lalu.

Sebagai sosok yang menaungi brand fashion lokal melalui APPMI, agar brand lokal lebih maju Poppy meminta pejabat untuk lebih banyak membeli produk lokal. Bahkan disarankan perbandingan pembelian produk lokal harus lebih banyak dibanding impor.

Pakar Fashion sekaligus Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Poppy Dharsono. (Dini/Suara.com)
Pakar Fashion sekaligus Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Poppy Dharsono. (Dini/Suara.com)

"Kalau kita memikirkan bagaimana Indonesia maju dengan membeli produk Indonesia bukan produk asing. Misalnya dari 5, belilah 3 produk Indonesia. Harus ada persentasenya," ungkap perempuan berusia 71 tahun itu.

Poppy juga mewajibkan para anggota APPMI menggunakan produk dalam negeri, tujuannya agar item fashion karya desainer dalam negeri bisa menciptakan tren di dalam dan di luar negeri. Sehingga semangat ini seharusnya juga dimiliki pejabat pemerintahan.

"Yang harus di(wajibkan) itu adalah para pejabat kita, yang selfie dengan barang branded. Ya itulah orang-orang yang uangnya dari korupsi gampang dia (mendapatkannya)," sambung Poppy.

Lebih lanjut mantan anggota DPD-RI 2009-2014 itu menambahkan, dengan membeli produk lokal semakin banyak masyarakat Indonesia yang tersejahterakan, karena menggunakan tenaga kerja dalam negeri.

"Kalau kita membeli produk kita, kita akan membantu juga rakyat Indonesia yang lain," papar Poppy.

baca juga

Seperti diketahui, dampak aksi kekerasan terhadap David Ozora, pelaku Mario Dandy kerap memamerkan gaya hidup mewah, yang membuat harta kekayaan ayahnya Rafael Alun Trisambodo diselidiki.

Tidak hanya Rafael, kini sentimen publik juga terjadi pada pejabat yang memiliki gaya hidup serupa. Belakangan beberapa keluarga pejabat yang kedapatan pamer gaya hidup mewah seperti Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono.

Ada juga nama Sekda Riau SF Hariyanto, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil dan sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Minggat dari Rumah, Ria Ricis Jual Kos-Kosan?

Siap Minggat dari Rumah, Ria Ricis Jual Kos-Kosan?

Soreang | Selasa, 18 April 2023 | 15:59 WIB

Superga Luncurkan Koleksi Kolaborasi Budaya dalam Superga X Tubaba

Superga Luncurkan Koleksi Kolaborasi Budaya dalam Superga X Tubaba

Press Release | Selasa, 18 April 2023 | 12:18 WIB

Jelang Lebaran, MUI DIY Minta Masyarakat Jauhi Perilaku Flexing

Jelang Lebaran, MUI DIY Minta Masyarakat Jauhi Perilaku Flexing

Jogja | Senin, 17 April 2023 | 18:11 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×