Mau Liburan ke Labuan Bajo? Kenali Dulu 3 Budaya Masyarakat Lokal untuk Cegah Culture Shock

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 22 Juni 2023 | 17:46 WIB
Mau Liburan ke Labuan Bajo? Kenali Dulu 3 Budaya Masyarakat Lokal untuk Cegah Culture Shock
Wisatawan menikmati indahnya pulau Padar dan pulau Komodo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Suara.com - Labuan Bajo termasuk salah satu tempat wisata super prioritas di Indonesia dalam daftar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Tak heran kalau daerah tersebut sering jadi incaran lokasi wisata untuk liburan bersama keluarga juga teman dekat.

Terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT), wisata unggulan Labuan Bajo kebanyakan menyajikan memandangan indah dengan panorama pantai. Salah satu yang terkenal ialah Pulau Padar yang bisa menunjukan hamparan laut juga daratan kecil di sekitarnya.

Juga ada pantai-pantai lainnya di Labuan Bajo yang tak kalah cantik pemandangannya. Seperti Pink Beach, Pantai Waso, juga Pantai Waecicu. Nikmati di jernihnya air laut sambil ditemani pemandangan sunset.

Bila ingin melihat Labuan Bajo lebih dekat sari sisi masyarakat lokal, artinya harus berkunjung ke desa wisata di sana. Salah satu rekomendasi ialah Desa Wisata Wae Rebo di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese, Manggarai Barat.

Desa wisata ini terus berupaya menjaga keberlanjutan lingkungan dengan cara membatasi penggunaan listrik, mengolah makanan dari hasil kebun sendiri, serta menjaga kearifan lokal. Bahkan, Desa Wisata Wae Rebo juga masih menjaga tujuh rumah adat Mbaru Niang yang diakui sebagai situs warisan budaya dunia.

Selain mengunjungi Desa Wisata Wae Rebo, masih banyak desa wisata lain yang tidak kalah menarik dikunjungi saat liburan ke Labuan Bajo, yakni Desa Bena, Desa Wologai, Desa Cancar, atau Desa Tololela.

Ketika sudah berkunjung ke sana, jangan heran kalau ada beberapa budaya maupun cara komunikasi yang berbeda. Agar tidak mengalami culture shock, berikut tiga budaya khas masyarakat NTT yang berbeda dari kebanyakan daerah di Indonesia.

1. Suara besar bukan berarti marah

Rata-rata penduduk Labuan Bajo dan Flores umumnya terkenal bicara dengan suara yang keras. Itu bukan berarti mereka sedang marah, tetapi memang tipikal suaranya yang demikian.

baca juga

2. Warung berarti tempat makan

Di Labuan Bajo, penyebutan warung biasanya digunakan untuk tempat makan seperti warteg. Sedangkan untuk istilah warung, bila yang dimaksud berupa toko kelontong yang menjual sembako, ucapkan kata kios.

3. Tidak ada kata maaf

Bukan berarti masyarakat Labuan Bajo tidak pernah mengakui kesalahan. Tetapi, lagi-lagi mereka juga punya istilah lain untuk mengutarakan permohonan maaf. Di Labuan Bajo dan Flores pada umumnya, masyarakat di sana mengucapkan 'jangan marah' atau 'neka rabo' dari bahasa Manggarai yang berarti 'maaf'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pariwisata Berangsur Pulih, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik Hampir 6 Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu

Pariwisata Berangsur Pulih, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik Hampir 6 Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu

Lifestyle | Sabtu, 17 Juni 2023 | 09:13 WIB

Pengalaman Sandiaga Uno Bikin Kue Mino, Kudapan Khas Banyumas

Pengalaman Sandiaga Uno Bikin Kue Mino, Kudapan Khas Banyumas

Purwokerto | Senin, 12 Juni 2023 | 00:20 WIB

11,7 Hektare Tanah Milik Johnny G Plate Di Labuan Bajo Disita Kejagung!

11,7 Hektare Tanah Milik Johnny G Plate Di Labuan Bajo Disita Kejagung!

Deli | Kamis, 08 Juni 2023 | 11:46 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×