Eddy Hiariej mengaku pertama kali diminta menjadi ahli pada tahun 2006. Ia menklaim sudah 500 kali diminta menjadi ahli untuk berbagai kasus sebelum akhirnya menerima kasus kopi sianida tahun 2016.
Selama itu pula, dia tahu bahwa segala pendapat yang akan dikemukakannya memiliki konsekuensi dengan nasib dan nyawa seseorang.
Dalam kasus pembunuhan Mirna, Eddy pun sangat yakin pada argumennya bahwa Jessica Wongso merupakan satu-satunya pelaku kasus tersebut.
Selain menjadi ahli dalam kasus kopi sianida, Eddy Hiariej pernah mengurusi berbagai kasus besar. Diantaranya, kasus sengketa hasil pilpres 2019 hingga kasus penistaan agama Ahok.