Pakar Teknologi Plastik Bongkar Sebab Ramai Hoaks Soal Isu BPA

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 26 Oktober 2023 | 06:55 WIB
Pakar Teknologi Plastik Bongkar Sebab Ramai Hoaks Soal Isu BPA
Ilustrasi Kemasan plastik mengandung BPA. (Dok: Elements Envanto)

Suara.com - Pakar teknologi plastik Wiyu Wahono membongkar sejumlah hoaks terkait bahaya bisphenol A (BPA) dalam galon berbahan polikarbonat (PC). Narasi hoaks yang dia maksud berkaitan dengan bahaya BPA dalam galon PC yang disebut-sebut dapat mengganggu kesehatan manusia, mulai dari reproduksi hingga gangguan kehamilan dan janin serta kanker.

Sementara, dalam narasi lainnya menyebutkan bahwa kemasan galon paling aman berbahan polyethylene terephthalate (PET).

Dia mendapati penyebaran informasi bahaya kandungan BPA itu sudah diarahkan karena hanya berbicara senyawa dalam satu kemasan pangan atau spesifiknya galon isi ulang saja.

Padahal, kemasan galon PET atau sekali pakai juga memiliki ancaman senyawa berbahaya lain. Namun, narasi tersebut tidak menyebutkan ancaman bahaya kesehatan yang menghantui dalam galon PET. Padahal, dalam kemasan PET mengandung antimon (Sb), Asetaldehida hingga etilen glikol (EG) yang juga bersifat karsinogenik atau beracun bagi tubuh.

Mikroplastik. (Dok: Elements Envanto)
Mikroplastik. (Dok: Elements Envanto)

"Jadi seakan-akan PET itu aman, itu disinformasi yang luar biasa jahatnya, entah dengan tujuan apa, itu yang nggak benar," kata Doktor sains teknologi plastik dari Universitas Teknologi Berlin di Jerman ini.

Wiyu mengatakan bahwa sebenarnya kemasan apapun termasuk yang berbahan polyethylene terephthalate (PET) memiliki potensi bahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu, organisasi kesehatan di setiap kawasan atau negara mengatur ambang batas toleransi dari paparan kemasan pangan.

Menurutnya, selama ini para pengguna galon guna ulang yang didiskreditkan mengandung BPA juga tidak pernah mengalami gangguan kesehatan apapun. Artinya, galon tersebut memang aman untuk dijadikan kemasan pangan sehingga tidak perlu dipermasalahkan.

Dosen teknologi plastik di salah satu kampus di Jerman ini menyayangkan keberadaan isu bahaya BPA yang dihembuskan. Menurutnya, hal tersebut hanya akan menebar ketakutan dan membuat masyarakat bingung.

Dia melanjutkan bahwa sebenarnya memang terjadi migrasi senyawa kimia dalam kemasan pangan plastik apapun, termasuk galon PET dan PC. Namun, sekali lagi dia menekankan kalau migrasi yang terjadi masih dalam batas aman dan mampu diolah dan dikeluarkan oleh tubuh.

baca juga

Dia menerangkan, dalam galon PC, paparan BPA yang masuk ke dalam tubuh, dikeluarkan sekitar 2 hingga 4 jam sekali melalui urine atau zat sisa. Sedangkan paparan antimon, asetaldehida dalam galon PET baru bisa diproses oleh tubuh dalam waktu 93 jam.

"Tapi tetap tidak akan terjadi akumulasi. Kalau akumulasi itu artinya menumpuk terus nggak keluar dan ini tidak terjadi. Kalo stibium (antimon) ini saya tidak tahu tapi kalau BPA ini yang tidak terjadi akumulasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nelayan Pesisir Anyar Nyambi Kumpulkan Sampah Plastik, Diproduksi Jadi Solar untuk Melaut

Nelayan Pesisir Anyar Nyambi Kumpulkan Sampah Plastik, Diproduksi Jadi Solar untuk Melaut

Banten | Rabu, 25 Oktober 2023 | 23:59 WIB

Hasil Operasi Nikita Mirzani Banjir Pujian, Lolly Kena Sentil: Pasti Anaknya Menyesal

Hasil Operasi Nikita Mirzani Banjir Pujian, Lolly Kena Sentil: Pasti Anaknya Menyesal

Entertainment | Rabu, 25 Oktober 2023 | 19:37 WIB

Dibuang dan Dianggap Tak Bernilai, Sampah Plastik Ternyata Bisa Diubah Jadi Bensin dan Tabungan Umrah

Dibuang dan Dianggap Tak Bernilai, Sampah Plastik Ternyata Bisa Diubah Jadi Bensin dan Tabungan Umrah

Banten | Rabu, 25 Oktober 2023 | 13:27 WIB

Terkini

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:57 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:55 WIB

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:39 WIB

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 07:38 WIB

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter

Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 07:34 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kasir UMKM, Harga Mulai Rp1 Jutaan

4 Rekomendasi Tablet untuk Kasir UMKM, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 07:29 WIB

×