Wawancara Terakhir Dokter Hammam Alloh Sebelum Meninggal di Gaza: Kalau Saya Pergi Siapa yang Rawat Pasien?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Selasa, 14 November 2023 | 15:15 WIB
Wawancara Terakhir Dokter Hammam Alloh Sebelum Meninggal di Gaza: Kalau Saya Pergi Siapa yang Rawat Pasien?
RS Indonesia di Gaza (Instagram/BangOnim)

Suara.com - Kabar duka datang dari salah satu dokter di Gaza Palestina, Dr. Hammam Alloh yang dikabarkan meninggal dunia. Berdasarkan informasi, Dr Hammam Alloh meninggal usai serangan Israel pada Sabtu 11 November 2023 lalu.

Kabar ini lantas menjadi sorotan. Pasalnya Dr. Hammam Alloh dikenal sebagai sosok yang sangat berpengaruh pada dunia kesehatan di Gaza Palestina. Sementara kabar meninggalnya beredar, rekaman wawancara terakhirnya itu lantas kembali viral.

Dalam rekaman wawancara terakhirnya, Dr. Hammam Alloh sempat ditanya oleh Amy Goodman mengapa ia tidak meninggalkan Gaza yang digempur serangan Israel. Namun, Dr. Hammam Alloh menuturkan, jika dirinya pergi, tidak akan ada yang menjaga pasiennya.

“Militer Israel telah menyebarkan ribuan pamflet yang memperingatkan orang-orang di mana Anda berada, di Gaza utara, untuk pergi. Mengapa kamu tidak pergi bersama keluargamu ke selatan?,” tanya Amy Goodman dalam potongan video yang diunggah akun Tiktok @theoranyeland baru-baru ini.

“Dan kalau saya pergi, siapa yang merawat pasien saya? Kami bukan binatang. Kita berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Jadi kita tidak bisa pergi begitu saja,” jawab Dr. Hammam Alloh.

Tidak hanya itu, Dr. Hammam Alloh menegaskan, ia kuliah kedokteran selama 14 tahun bukan hanya untuk mementingkan dirinya sendiri. Namun, ia kuliah kedokteran tersebut untuk merawat pasien-pasiennya. Oleh sebab itu, dirinya tidak bisa meninggalkan pasiennya.

“Anda pikir saya kuliah kedokteran dan pascasarjana total 14 tahun jadi saya hanya memikirkan hidup saya dan bukan pasien saya? Aku bertanya padamu, Bu. Menurutmu apakah ini alasanku masuk sekolah kedokteran, hanya memikirkan hidupku? Ini bukanlah alasan mengapa saya menjadi seorang dokter,” sambung Dr. Hammam Alloh.

Tidak hanya itu, pada saat diwawancara Dr Hammam Alloh sempat menerangkan kalau Rumah Sakit Indonesia menjadi harapan pelayanan Indonesia di sana. Pasalnya, rumah sakit tersebut dapat menampung hingga 400 ribu warga. Jika Rumah Sakit tersebut dihancurkan, maka akan banyak masyarakat Palestina yang terluka.

“Iya. Rumah Sakit Indonesia menyediakan layanan kesehatan bagi lebih dari 400.000 warga di Jalur Gaza. Dan bagian Jalur Gaza ini sedang dipisahkan dari wilayah lain di Jalur Gaza. Jika rumah sakit ini berhenti memberikan perawatan, maka ribuan jiwa Palestina akan terkena bahaya penyakit dan kematian,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diawasi Drone Israel, Muhammad Husein Tinggalkan Gaza Naik Mobil Berbahan Bakar Minyak Goreng

Diawasi Drone Israel, Muhammad Husein Tinggalkan Gaza Naik Mobil Berbahan Bakar Minyak Goreng

News | Selasa, 14 November 2023 | 14:35 WIB

Profil Megan Rice, TikToker Amerika Mualaf Berkat Keteguhan Warga Palestina

Profil Megan Rice, TikToker Amerika Mualaf Berkat Keteguhan Warga Palestina

Lifestyle | Selasa, 14 November 2023 | 14:19 WIB

Viral Barista Starbucks Bocorkan Resep Rahasia Sebelum Berhenti Kerja, Aksi Boikot?

Viral Barista Starbucks Bocorkan Resep Rahasia Sebelum Berhenti Kerja, Aksi Boikot?

Lifestyle | Selasa, 14 November 2023 | 14:25 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×