Mengenal Contract Farming Ala Anies Baswedan Mau Gantikan Food Estate, Cuma Beda Nama Aja?

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 01 Desember 2023 | 12:35 WIB
Mengenal Contract Farming Ala Anies Baswedan Mau Gantikan Food Estate, Cuma Beda Nama Aja?
Mengenal Contract Farming Ala Anies Baswedan Mau Gantikan Food Estate, Cuma Ganti Nama? (Suara.com/Dea)

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menjanjikan mengganti sistem food estate dengan contract farming atau pertanian kontrak jika terpilih menjadi Presiden 2024. Sistem ini nantinya akan menggantikan food estate karena dinilai lebih menghargai petani yang telah lama bekerja memproduksi pangan. Lantas apa beda food estate dan cantract farming? 

Sebagaimana diketahui food estate merupakan program yang digagas oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anies menilai program contract farming sebagai pengganti food estase bakal menjadikan para sentra pertanian sebagai mitra. Pasalnya, selama ini Anies menilai bahwa sistem food estate malah memberi dana kepada korporasi, sehingga tidak dirasakan oleh rakyat langsung.

"Jadi sentra-sentra pertanian yang sekarang ada itu dijadikan sebagai mitra, bisa BUMD, BUMN, swasta, tapi pemerintah menyiapkan regulasinya. Sehingga memungkinkan produk pertanian mereka itu langsung bisa diambil oleh masyarakat yang membutuhkan lewat badan-badan usaha itu," kata Anies Baswedan saat berkampanye di kebun petani hortikultura Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, seperti yang dikutip pada 
Kamis (29/11/2023). 

"Itulah kenapa kita memilih melakukan contract farming supaya anggaran negara bukan malah dibuat ke tempat yang baru, tapi justru memberikan kepada mereka yang selama ini sudah bekerja untuk produksi pertanian. Di situ letak perbedaannya, ya," terang Anies. 

Sebenarnya contract farming atau pertanian kontrak bukanlah sesuatu yang baru. Namun, dalam kehidupan sehari-hari istilah ini memang belum lazim terdengar di telinga masyarakat. 

Badan Pangan Dunia (FAO) menerangkan arti contract farming sebagai suatu bentik kesepakatan di muka yang dilakukan antara petani dan pembeli. Kedua belah pihak biasanya akan menyepakati syarat dan ketentuan dari produksi sampai pemasaran produk pertanian. 

Dengan adanya perjanjian tersebut, maka biasanya akan menentukan harga yang harus dibayar kepada para petani, kuantitas dan kualitas produk yang diminta pembeli, dan juga tanggal penyerahan (hasil dari pangan) kepada pembeli. 

Menurut beberapa kasus, kontrak pertanian juga bisa mencakup informasi yang lebih rinci terkait bagaimana proses produksi akan dilakukan. Selain itu mencakup pula poin-poin tertentu, seperti benih, pupuk, dan saran teknis yang selanjutnya akan disediakan oleh sang pembeli. 

Berdasarkan catatan, FAO sistem contract farming telah ada selama beberapa dekade terakhir. Belakangan ini, sistem pertanian kontrak makin diminati di sejumlah negara berkembang. 

baca juga

Menurut laporan Bank Dunia pada tahun 2014 lalu memberikan gambaran terkait dampak pertanian kontrak di sejumlah negara. Salah satunya di Senegal yang sudaj menerapkan sistem ini ntuk komoditas kacang tanah. Dalam perkembangannya, sistem ini sudaj memberikan setidaknya peningkatan pendapatan kotor terhadap pertanian sebesar 39 persen. Nilai ini disebut lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang tak terlibat dalam sistem kontrak. 

Sementara itu, berdasarkan penjelasan pada buku pintar Food Estate, food estate merupakan istilah yang populer dari kegiatan usaha budidaya tanaman berskala luas (>25 ha). Sistem ini dilakukan dengan menerapkan konsep pertanian sebagai industri yang berbasis ilmu pengetahuan serta ilmu teknologi (iptek), modal, organisasi dan manajemen yang modern. 

Adapun konsep dasar dari food estate terletak pada keterpaduan sektor dan juga subsektor dalam sebuah sistem agribisnis. Hal ini dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya secara optimal dan lestari, dikelola dengan profesional, didukung oleh sumber daya manusia yang lebih berkualitas, teknologi tepat yang berwawasan lingkungan serta kelembagaan yang kokoh. 

Istilah food estate berfokus pada sistem agribisnis yang ditanamkan dengan kokoh terutama di pedesaan yang berbasis pemberdayaan masyarakat adat atau lokal. Cara itu dipilih karena merupakan landasan dalam pengembangan suatu wilayah.

Pada umumnya, komoditi prioritas yang dikembangkan dalam sistem food estate ini yaitu padi, jagung, sorgum, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, buah-buahan, sayur-sayuran, sagu, kelapa sawit, tebu, dan ternak sapi maupun ayam. 

Nah itulah penjelasan tentang beda food estate dan cantract farming. Kedua sistem itu memiliki keunggulan masing-masing, namun hal ini juga harus didukung dengan kebijakan pemerintah yang baik dan bersih. 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal Kampanye Hari Ke-4: Anies-Muhaimin Bertemu Keluarga Besar Muhammadiyah Dan Hadiri Mukernas MUI

Jadwal Kampanye Hari Ke-4: Anies-Muhaimin Bertemu Keluarga Besar Muhammadiyah Dan Hadiri Mukernas MUI

Kotak Suara | Jum'at, 01 Desember 2023 | 08:03 WIB

TKN Prabowo-Gibran Kritik Anies Soal Contract Farming

TKN Prabowo-Gibran Kritik Anies Soal Contract Farming

Kotak Suara | Kamis, 30 November 2023 | 22:24 WIB

Bila Bebankan APBN, Timnas AMIN Tegaskan Janji Anies Kaji Ulang UU IKN

Bila Bebankan APBN, Timnas AMIN Tegaskan Janji Anies Kaji Ulang UU IKN

Kotak Suara | Kamis, 30 November 2023 | 18:48 WIB

Raffi Ahmad Dukung Capres Siapa? Makan Bareng Prabowo, tapi Jadi Relawan Timses Anies

Raffi Ahmad Dukung Capres Siapa? Makan Bareng Prabowo, tapi Jadi Relawan Timses Anies

Lifestyle | Kamis, 30 November 2023 | 18:55 WIB

Pandangan Anas soal Anies Tak Gandeng AHY Jadi Cawapres:Tak Ada Prospek Menang Pilpres

Pandangan Anas soal Anies Tak Gandeng AHY Jadi Cawapres:Tak Ada Prospek Menang Pilpres

Video | Kamis, 30 November 2023 | 18:00 WIB

Hormat Sambil Senyum Meringis, Ini Arti Pose Anies-Cak Imin di Surat Suara Pilpres 2024

Hormat Sambil Senyum Meringis, Ini Arti Pose Anies-Cak Imin di Surat Suara Pilpres 2024

Lifestyle | Kamis, 30 November 2023 | 17:27 WIB

Terkini

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

×