Bangkit dari Efek Pandemi, The Nusa Dua Catatkan Tingkat Okupansi Hampir 70 Persen di Tahun 2023

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 23 Januari 2024 | 09:44 WIB
Bangkit dari Efek Pandemi, The Nusa Dua Catatkan Tingkat Okupansi Hampir 70 Persen di Tahun 2023
kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). (Dok. ITDC)

Suara.com - Pandemi COVID-19 memiliki dampak signifikan pada sektor pariwisata. Menurut data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemen Parekraf), industri ini mengalami penurunan drastis dalam jumlah wisatawan dan pendapatan.

Banyak destinasi wisata melaporkan penurunan lebih dari 70 persen kunjungan. Hotel, maskapai penerbangan, dan agen perjalanan juga terpukul, mencatat penurunan pendapatan yang signifikan. Selain itu, data menunjukkan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terdampak secara global, menyebabkan hilangnya pekerjaan dan usaha kecil. Upaya pemulihan membutuhkan adaptasi strategi pemasaran dan kebijakan perjalanan yang lebih fleksibel.

Kabar baiknya, pemulihan sektor pariwisata sudah menunjukkan tanda peningkatan. Sepanjang tahun 2023, kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) berhasil mencapai tingkat okupansi sebesar 68,46 persen. Dalam rentang Januari hingga Desember, tingkat hunian rata-rata mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 36,37 persen, menjadikannya capaian yang mengesankan jika dibandingkan dengan 50,20 persen pada tahun 2022. Meskipun mengalami penurunan 7,72 persen dari puncak sebelum pandemi pada tahun 2019, yang mencapai 74,19 persen, pencapaian tersebut tetap menjadi indikator stabilnya sektor pariwisata pasca pandemi.

kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). (Dok. ITDC)
kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). (Dok. ITDC)

Puncak okupansi tertinggi tercatat pada periode Juli hingga September 2023, mencapai puncak 84 persen. Sementara itu, kunjungan wisatawan juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 59,16 persen dari tahun sebelumnya, mencapai jumlah luar biasa sebanyak 1.028.415 orang. Dominasi kunjungan berasal dari wisatawan domestik, diikuti oleh negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, China, dan India.

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, General Manager The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita, menyatakan kegembiraannya atas peningkatan okupansi dan kunjungan sepanjang tahun 2023. Dengan okupansi tahunan mencapai 69 persen, hampir menyamai tingkat sebelum pandemi pada tahun 2019, Ardita menyampaikan optimisme bahwa tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun 2024.

Optimisme tersebut didukung oleh sejumlah reservasi penyelenggaraan event di The Nusa Dua hingga Desember 2024, termasuk acara Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) dengan skala nasional dan internasional. Ardita menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kepercayaan penyelenggara event, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya terhadap kawasan The Nusa Dua, yang terbukti handal dalam menyediakan fasilitas, infrastruktur, dan sistem keamanan terintegrasi.

Beberapa event yang sudah terjadwal di The Nusa Dua tahun 2024 termasuk Thank God It’s Festival 2024 (TGIF 2024), 39th Asia Pacific Academy of Ophthalmology Congress (APAO), Joyland Festival and Food, Hotel and Tourism Bali (FHTB), World Water Forum (WWF), Bali and Beyond Travel Fair 2024, Coast Festival, serta We The Fest Music Festival Ismaya Live.

Selain event yang diselenggarakan, ITDC juga fokus menggarap potensi wisata surfing dan prewedding di kawasan tersebut. Dengan optimalisasi kawasan, termasuk pembangunan stage seni budaya dan penataan Pulau Nusa Dharma sebagai Pulau Yoga dan Meditasi, serta pengembangan dua spot surfing yang diminati wisatawan di sekitar Pulau Nusa Dharma dan Pulau Peninsula. Water Blow di Pulau Peninsula juga akan dikembangkan sebagai spot untuk aktivitas prewedding, wedding, hingga resepsi pernikahan.

Dengan semakin banyaknya atraksi dan jenis event di kawasan tersebut, The Nusa Dua berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung, melakukan aktivitas, dan menginap di sana. Ardita menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya terus melakukan program promosi terintegrasi yang memperhatikan kualitas wisatawan dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini.

Baca Juga: Abu Rokok Mengenai Pemotor, Penjara Lima Tahun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI