Hukum Nyekar Sebelum Ramadan Boleh Atau Tidak? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Kamis, 07 Maret 2024 | 17:03 WIB
Hukum Nyekar Sebelum Ramadan Boleh Atau Tidak? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat (YouTube / Adi Hidayat Official)

Suara.com - Umat Islam sudah mulai mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut bulan Ramadan yang akan segera tiba. Salah satu kegiatan yang tak mungkin absen dilakukan adalah ziarah kubur atau nyekar.

Sebagaimana diketahui, nyekar sebelum Ramadan seperti sudah menjadi tradisi bagi mayoritas umat Islam di Indonesia, padahal kegiatan ini banyak menuai pro dan kontra di kalangan ahli agama.

Lantas, bagaimana sesungguhnya hukum nyekar sebelum Ramadan? Begini kata Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat berpendapat bila nyekar boleh dilakukan oleh siapa saja umat Islam yang memiliki iman kuat sehingga bisa membedakan antara yang haq dan bathil.

"Maka setelah imannya kuat, bisa membedakan mana doa, ngobrol dan lain sebagainya, bisa meningkatkan iman," ujar Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat hanya saja memperingatkan agar muslim atau muslimah yang nyekar sebelum Ramadan untuk jangan sampai meminta-minta kepada orang yang sudah meninggal.

Warga berdoa saat melakukan ziarah kubur di Tempat Pemakaman Khusus Covid-19 TPU Rorotan, Jakarta Utara, Sabtu (22/4/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga berdoa saat melakukan ziarah kubur di Tempat Pemakaman Khusus Covid-19 TPU Rorotan, Jakarta Utara, Sabtu (22/4/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia mewanti-wanti soal tujuan nyekar sebelum Ramadan, yaitu agar umat Islam mengingat soal kematian, bukan untuk meminta yang tidak-tidak kepada orang yang sudah tiada.

"Yang tidak boleh adalah minta-minta di kuburan. Ngapain minta datang ke situ. Yang di situ saja enggak bisa keluar," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya juga menjelaskan bila nyekar berarti kunjungan, sehingga kegiatan ini tak hanya dilakukan kepada orang yang sudah meninggal, namun bisa juga kepada yang masih hidup.

Baca Juga: Jelang Sidang Isbat Ramadan, Legislator: Masyarakat Diharapkan Jaga Kerukunan

Dijelaskan juga jika Nabi Muhammad SAW pernah melarang umat Islam untuk nyekar pada zaman jahiliyah.

Penyebabnya karena masih lemahnya iman umat Islam di masa itu,  sehingga meratapi kepergian kerabatnya secara berlebihan.

Namun, Nabi Muhammad SAW kemudian memperbolehkan umatnya untuk berziarah kubur. Hal ini tertuang dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Buraidah RA.

"Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah." (HR Muslim).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI