Tips Pilih Sekolah Untuk Anak Autis, Tidak Harus Selalu Masuk SLB

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 26 April 2024 | 13:00 WIB
Tips Pilih Sekolah Untuk Anak Autis, Tidak Harus Selalu Masuk SLB
Ilustrasi Sekolah Untuk Anak Autis (Pexels/Yan Krukov)

Suara.com - Sekolah Luar Biasa (SLB) kerap jadi pilihan para orang tua yang memiliki anak autis. Lantaran kondisi anaknya berbeda, SLB dinilai lebih tepat menjadi tempat belajar bagi anak autis. Namun demikian, pandangan tersebut nyatanya tak selalu benar.

Dokter anak Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K). mengatakan bahwa sebelum memilih sekolah yang tepat bagi anak autis, orang tua harus perhatikan kondisi anaknya terlebih dahulu. Anak autis yang diterapi dengan tepat dan sejak dini dipastikan tumbuh kembangnya akan baik dan bisa berbaur dengan lingkungan.

Sehingga, kata Prof. Hardiono, anak autis pun bisa saja didaftarkan ke sekolah reguler gabung dengan anak-anak normal.

"Bila IQ di atas 70, perilaku lumayan bagus, bisa adaptasi dengan lingkungan, gak mukulin temannya, dan ada kemauan belajar, bisa masuk ke sekolah," kata Prof. Hardiono dalam konferensi pers Special Kids Expo (SPEKIX) 2024 di Jakarta, Kamis (25/4/2024).

Pengalaman memasukkan anak autis ke sekolah reguler itu pernah dilakukan oleh pasangan artis senior Ferdy Hasan dan Safina Hasan. Diketahui, anak kedua mereka, Fasya, mengidap autisme. Berkat terapi yang tepat dan dilakukan sejak anaknya masih bayi, Fasya pun tumbuh normal hingga bisa bersekolah dasar hingga lulus.

Saat memilih sekolah pun, Ferdy mengatakan kalau dia dan istri lebih dulu konsultasi dengan dokter.

"Dokter sarankan Fasya masuk ke sekolah yang satu bahasa saja, Indonesia. Setelah itu mulai SD, dia dapat penerimaan yang baik dan bisa sosialisasi. Sampai kelas 6 SD progresnya luar biasa, Fasya jadi anak yang riang dan happy," kata Ferdy.

Melihat anaknya bisa diterima dengan baik dan belajar dengan normal di sekolah reguler, Ferdy dan Safina pun kembali memasukkan Fasya ke kategori sekolah yang sama saat SMP. Sayangnya, terjadi penerimaan sikap yang berbeda dari lingkungan sekolah terhadap kondisi Fasya.

Baru tiga bulan sekolah, Ferdy mengatakan kalau anaknya menjadi korban bully dan harus pindah sekolah. Dampak dari bully tersebut sampai membuat Fasya harus minum obat dari psikiater selama delapan tahun.

baca juga

Dari pengalaman tersebut, Safina menyadari kalau butuh kerjasama dari lingkungan sekolah juga untuk memberikan hak akses kepada anak autis.

"Guru dan lingkungan yang komit karena menghadapi anak-anak ini harus konsisten. Cari sekolah juga kita harus survei, cari informasi. Biasanya saya gak cari dari sekolahnya, tapi dari alumni di sana gimana. Tanya sama parent yang pernah sekolah di sana, jadi komunitas juga penting di sana," kata Safina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Tua Jangan Dulu Putus Asa, Ini Pekerjaan yang Cocok Untuk Anak Autis Berdasarkan Saran Dokter

Orang Tua Jangan Dulu Putus Asa, Ini Pekerjaan yang Cocok Untuk Anak Autis Berdasarkan Saran Dokter

Lifestyle | Jum'at, 26 April 2024 | 08:50 WIB

Miris! Demi Bikin Konten Mundur Wir untuk Sindir Capres, 2 Wanita Ini Senggol Anak Autis?

Miris! Demi Bikin Konten Mundur Wir untuk Sindir Capres, 2 Wanita Ini Senggol Anak Autis?

News | Kamis, 08 Februari 2024 | 17:57 WIB

Resensi Novel Tiga Balerina, Perjuangan Memiliki Anak Autis

Resensi Novel Tiga Balerina, Perjuangan Memiliki Anak Autis

Your Say | Kamis, 02 November 2023 | 09:20 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×