Heboh Thariq Halilintar Jadi Haji Sejak Bayi Usia 2 Bulan, Ini Sejarah Gelar Haji di Indonesia

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 02 Juli 2024 | 13:32 WIB
Heboh Thariq Halilintar Jadi Haji Sejak Bayi Usia 2 Bulan, Ini Sejarah Gelar Haji di Indonesia
Heboh Thariq Halilintar Jadi Haji Sejak Bayi Usia 2 Bulan, Ini Sejarah Gelar Haji di Indonesia (freepik)

Suara.com - Keluarga Atta Halilintar tak henti-hentinya menarik perhatian publik. Kali ini Geni Faruk menggembarkan publik dengan mengatakan kalau Thariq Halilintar, putranya sudah pernah diajak tawaf saat berusia dua bulan sehingga harus dipanggil haji. Apakah benar harus seperti itu? Simak sejarah gelar haji di Indonesia selengkapnya di artikel ini.

Sikap ibu Thariq dan Atta Halilintar yang bernama lengkap Langgogeni Faruk itu pun menuai cibiran netizen. Netizen membicarakan perihal sah atau tidaknya ibadah haji dalam kandungan tersebut. Banyak yang kemudian membicarakan salah satu syarat sah berhaji adalah sudah baligh atau sudah dewasa.

Masalah tersebut kemudian ditanggapi oleh Geni Faruk. Ia mengklarifikasi bahwa pernyataannya dalam acara lamaran putranya dengan Aaliyah Massaid merupakan candaan belaka.

Namun, ini menarik perhatian masyarakat pada sejarah gelar haji itu sendiri.

Sejarah gelar haji

Setiap umat Islam di Indonesia yang sudah selesai melaksanakan ibadah haji di Makkah mendapatkan gelar haji atau hajjah. Ternyata penyematan gelar tersebut hanya terjadi di dunia Islam Melayu, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand Selatan, dan Indonesia.

Penyematan gelar haji merujuk kepada aktifitas ibadah di Mekah 'haji' tersebut. Haji dalam perspektif agama Islam merupakan perjalanan jauh, panjang, mahal, dengan persyaratan tidak mudah dan tidak semua orang bisa. Melaksanakan ibadah haji masuk ke dalam rukun Islam yang kelima, yang dianjurkan untuk dilaksanakan hanya oleh orang-orang yang mampu.

Penyematan gelar haji dapat dilihat dalam dua perspektif. Pertama perpektif kultural masyarakat Indonesia itu sendiri dan kedua, perpektif kolonial.

Dalam perpesktif kultural, masyarakat Indonesia suka memberikan gelar kepada orang-orang yang berhasil melaksanakan sesuatu. Ibadah haji merupakan aktifitas yang bagi masyarakat Indonesia adalah aktifitas heroik, berhubungan dengan syarat sah melaksanakan haji yang tidak dapat dilakukan semua orang.

Dikutip dari kemenag.go.id, seseorang yang dapat melalui ujian berat sampai ke tanah suci sampai melakukan tawaf dianggap berhasil, mendapatkan anugerah dan kehormatan ketika kembali ke tanah air, sehingga mereka diberi gelar haji. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, penyematan gelar haji dianggap sangat penting, sebab itu berkaitan dengan cerminan status sosial dan kebanggaan.

baca juga

Sementara dalam perpektif kolonial. Ada kisah panjang berhubungan dengan sejarah gelar haji. Singkat cerita sejumlah tokoh agama di masa kolonial yang baru pulang melaksanakan ibadah di Makkah membuat sebuah perkumpulan atau organisasi untuk menyusun pemberontakan terhadap Belanda.

Belanda menganggap orang-orang yang baru pulang dari Makkah itu sebagai pemimpin pemberontakan. Maka, agar pihak Belanda lebih mudah mengawasi pemberontak dan pemimpin pemberontak dari golongan Islam, disebutlah mereka yang baru pulang dari Makkah dengan tambahan gelar 'haji'. Hal itu kemudian terwariskan sampai sekarang, tapi dengan perpektif yang lebih positif, sebagai pahlawan Islam.

Di mana artinya, sosok yang sudah berhaji adalah sosok yang dapat melawan hawa nafsu. Dalam hidup, ia sudah selesai dengan keinginan-keinginan yang bersifat materi. Ia menjadi sosok yang lebih dekat dengan sang pencipta, lebih bertakwa. Dengan demikian di mata masyarakat Indonesia, seorang haji atau hajjah mendapatkan kedudukan terhormat di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu sebutan haji di depan nama seseorang yang sudah melaksanakannya menjadi sesuatu yang penting bagi masyarakat tertentu di Indonesia.

Demikian itu sejarah gelar haji di Indonesia.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Viral, Geni Faruk Ngaku Cuma Bercanda Sebut Thariq Halilintar Haji di Usia 2 Bulan: Biar Nggak Malu?

Usai Viral, Geni Faruk Ngaku Cuma Bercanda Sebut Thariq Halilintar Haji di Usia 2 Bulan: Biar Nggak Malu?

Lifestyle | Selasa, 02 Juli 2024 | 09:45 WIB

Bangga Ngaku-ngaku Haji Senior, Thariq Membisu saat Diceramahin Atta Halilintar

Bangga Ngaku-ngaku Haji Senior, Thariq Membisu saat Diceramahin Atta Halilintar

Entertainment | Selasa, 02 Juli 2024 | 08:51 WIB

Sering Dikritik Akibat Pakai 2 Jam Tangan Sekaligus, Geni Faruk Klarifikasi: Ini Alat Kesehatan

Sering Dikritik Akibat Pakai 2 Jam Tangan Sekaligus, Geni Faruk Klarifikasi: Ini Alat Kesehatan

Entertainment | Selasa, 02 Juli 2024 | 06:45 WIB

Terkini

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:14 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:07 WIB

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:06 WIB

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 11:05 WIB

6 Rekomendasi Mobil Bekas 4 Silinder Terbaik di Bawah Rp100 Juta, Lebih Bertenaga

6 Rekomendasi Mobil Bekas 4 Silinder Terbaik di Bawah Rp100 Juta, Lebih Bertenaga

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 11:03 WIB

Tropis vs Ruangan AC: Pilih Pelembap Kulit yang Tepat Sesuai Aktivitas Harianmu

Tropis vs Ruangan AC: Pilih Pelembap Kulit yang Tepat Sesuai Aktivitas Harianmu

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:00 WIB

Kinerja Operasional Positif, PHE Bukukan Produksi Migas 945.000 Barel Setara Minyak per Hari

Kinerja Operasional Positif, PHE Bukukan Produksi Migas 945.000 Barel Setara Minyak per Hari

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:00 WIB

×