Hak Asuh Anak Jika Istri Selingkuh, Ternyata Tidak Otomatis Jatuh ke Ayah

Vania Rossa Suara.Com
Jum'at, 11 Oktober 2024 | 16:12 WIB
Hak Asuh Anak Jika Istri Selingkuh, Ternyata Tidak Otomatis Jatuh ke Ayah
Ilustrasi hak asuh anak jika istri selingkuh. [shutterstock]

Suara.com - Ketika pasangan bercerai, umumnya anak-anak yang masih di bawah umur akan ikut dengan ibunya. Hal ini mengingat anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari figur ibu. Namun, pada beberapa kasus, perceraian bisa saja disebabkan oleh perselingkuhan yang dilakukan oleh sang istri. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana dengan hak asuh anak

Indonesia secara legal memiliki undang-undang tersendiri untuk mengatur hak asuh anak setelah perceraian, dengan asumsi kejadian perselingkuhan yang dialami berujung dengan keputusan untuk berpisah antara suami dan istri. Regulasi yang dimaksud adalah Pasal 105 jo dan Pasal 156 KHI. Simak penjelasan selengkapnya mengenai hak asuh anak jika istri selingkuh.

Hak Asuh Anak Menurut Aturan yang Berlaku

Pasal tersebut menyebutkan bahwa menjadi hak seorang ibu untuk mengasuh anak berusia di bawah 12 tahun. Namun jika sang ibu meninggal, hak asuh akan digantikan oleh perempuan yang masih memiliki garis lurus ke atas dari ibu, ayah, dan perempuan yang masih berada di garis lurus ke atas dari ayah.

Dalam konteks sang istri berselingkuh, hak asuh atas anak tidak kemudian jatuh ke tangan sang ayah. Setelah terbukti selingkuh, jika sang istri mengajukan gugatan cerai, maka hak asuhnya tetap akan dimiliki oleh sang istri jika kebutuhan anak tidak pernah berkurang dan mereka mendapatkan kasih sayang dan pendidikan yang baik.

Namun demikian, ada kemungkinan hak asuh tidak lagi di tangan sang ibu. Jika sang ibu tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak, maka atas permintaan kerabat yang bersangkutan, Pengadilan Agama bisa memindahkan hak asuh kepada kerabat lain yang memiliki hak asuh setara di mata hukum.

Sang ayah dapat mengajukan permohonan pemindahan hak asuh anak pada Pengadilan Agama. Hal ini memerlukan alasan yang cukup kuat untuk mendukung permintaan pemindahan hak asuh anak tersebut sehingga dapat meyakinkan Pengadilan Agama untuk melaksanakan permintaan yang bersangkutan.

Pembuktian Perselingkuhan

Mengacu pada Pasal 284 KUHP, perselingkuhan harus terlebih dahulu dibuktikan sesuai dengan ketentuan. Pada regulasi ini, perselingkuhan dapat dibuktikan dengan bukti berupa video atau bukti tertulis yang menyatakan telah melakukan perbuatan perselingkuhan atau perzinahan, dengan tujuan meyakinkan majelis hakim.

Baca Juga: Air Mata Baim Wong: Bongkar Perselingkuhan Paula Verhoeven dan Sahabatnya

Ini kenapa pembuktian kasus perselingkuhan cukup sulit terjadi karena bukti pendukungnya harus jelas sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Itu tadi sekilas pembahasan mengenai hak asuh anak jika istri selingkuh. 

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI