Gebrakan Natalius Pigai: Minta Rp20 Triliun hingga Ribuan Staf Buat Kementerian HAM

Ruth Meliana

Kamis, 31 Oktober 2024 | 19:45 WIB
Gebrakan Natalius Pigai: Minta Rp20 Triliun hingga Ribuan Staf Buat Kementerian HAM
Menteri HAM Natalius Pigai (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).

Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (Menteri HAM) Natalius Pigai hingga detik ini tak henti-hentinya membuat publik geleng-geleng kepala atas gebrakannya.

Adapun belum genap satu bulan Pigai menjabat, ia menuai kritikan pedas dari publik usai meminta kenaikan anggaran Kementerian HAM dalam jumlah yang fantastis.

Tak cukup di situ, Pigai sempat mengklaim dirinya tak punya program kerja 100 hari dan sesumbar mengatakan punya alternatif yang lebih baik.

Lantas, bagaimana gebrakan dari sosok mantan aktivis HAM ini?

Minta anggaran Rp20 triliun

Natalius Pigai dilantik sebagai Menteri HAM pada Senin (21/10/2024) lalu. Tak lama setelah Pigai dilantik, ia sontak berapi-api meminta kenaikan anggaran di Kementerian HAM.

Bukan main, jumlah anggaran yang Pigai inginkan adalah Rp20 triliun. Anggaran Kementerian HAM sesuai dengan rencana awal adalah senilai Rp64 miliar.

Sosok mantan komisioner Komnas HAM tersebut mengaku bahwa Rp64 miliar tak mencukupi untuk merealisasikan visi dan misi Presiden RI Prabowo Subianto.

Tambah ribuan staf Kementerian HAM

baca juga

Belum reda dengan kontroversi kenaikan anggaran, Pigai berniat untuk menambah ribuan staf yang bekerja di bawah komandonya.

Pigai sementara waktu bekerja bersama 188 staf kementerian. Ia ingin jumlah tersebut bertambah menjadi 2.544 sehingga pertambahan mencapai lebih dari sepuluh kali lipat.

Permintaan tersebut Pigai layangkan kala Rapat Kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2024).

"Saya sampaikan mengapa kami membutuhkan dukungan. Setelah saya hitung kekuatan personel saya yang ada sekarang 188 staf Pak. Dengan adanya struktur baru saya membutuhkan 2.544 staf. Dari 2.544 staf ini hanya dari dukungan gajinya berapa kita?"  pinta Pigai.

Jika dihitung-hitung, pertambahan staf tersebut bisa menelan biaya hingga Rp1,2 triliun.

"Konsekuensi dari penambahan struktur dan organisasi dengan pegawai maka hanya gaji dan tunjangan membutuhkan lebih dari Rp 1,2 triliun," papar Pigai.

Akui tak punya program 100 hari kerja

Pigai dalam kesempatan yang sama juga mengungkap kepada para anggota DPR bahwa dirinya tak mengantongi program 100 hari kerja.

Ia hanya mempersiapkan program darurat untuk negara selama lima tahun.

"Kami tidak punya program 100 hari. kami punya program emergency conditions untuk membangun rakyat dan bangsa dan negara selama lima tahun kalau dipertahankan," papar Pigai ke audiens rapat.

Ia mengaku bahwa dirinya hanya membutuhkan 7 hari alias satu pekan untuk menyelesaikan revitalisasi dan perombakan di kementerian.

Sontak, ia juga menegaskan bahwa jika hanya berpatokan pada program 100 hari, maka di hari ke-101 Kementerian HAM tak bekerja.

"Nanti kalau 100 hari, hari ke 101 nanti diam semua, gak ada yang kerja lagi," pungkas Pigai.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Untuk Program Sosialiasi HAM di Desa-desa, Natalius Pigai Butuh Rp 8,3 Triliun

Untuk Program Sosialiasi HAM di Desa-desa, Natalius Pigai Butuh Rp 8,3 Triliun

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 16:08 WIB

Blak-blakan soal Permintaan Rp20 Triliun di DPR, Natalius Pigai Mau Tambah Ribuan Staf Telan Biaya Rp1,2 T

Blak-blakan soal Permintaan Rp20 Triliun di DPR, Natalius Pigai Mau Tambah Ribuan Staf Telan Biaya Rp1,2 T

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:19 WIB

Yasonna Laoly Cecar Natalius Pigai Soal Permintaan Anggaran Rp 20 T: Realistis, Harus Lihat APBN

Yasonna Laoly Cecar Natalius Pigai Soal Permintaan Anggaran Rp 20 T: Realistis, Harus Lihat APBN

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:00 WIB

Bicara dengan Wakil Rakyat, Natalius Pigai Ogah Punya Program 100 Hari Kerja: Nanti Hari ke 101 Diam Gak Kerja Lagi?

Bicara dengan Wakil Rakyat, Natalius Pigai Ogah Punya Program 100 Hari Kerja: Nanti Hari ke 101 Diam Gak Kerja Lagi?

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:15 WIB

Natalius Pigai Kenalkan Diri di DPR: Saya Dulu Tukang Parkir di Kalibata, Jadi PNS Cuma Antar-antar Surat Fotokopi

Natalius Pigai Kenalkan Diri di DPR: Saya Dulu Tukang Parkir di Kalibata, Jadi PNS Cuma Antar-antar Surat Fotokopi

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 12:58 WIB

Usai Heboh Anggaran Rp 20 Triliun, Menteri HAM Natalius Pigai Tak Punya Program 100 Hari Kerja: Kami Ingin...

Usai Heboh Anggaran Rp 20 Triliun, Menteri HAM Natalius Pigai Tak Punya Program 100 Hari Kerja: Kami Ingin...

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 12:15 WIB

Terkini

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

×