Perjalanan Dr. Agung Wicaksono, Bercita-Cita Membawa ITB sebagai Perguruan Tinggi Kelas Dunia

Vania Rossa

Kamis, 14 November 2024 | 14:35 WIB
Perjalanan Dr. Agung Wicaksono, Bercita-Cita Membawa ITB sebagai Perguruan Tinggi Kelas Dunia
Dr. Agung Wicaksono. (dok. pribadi)

Suara.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) telah lama diakui sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Dengan reputasi yang semakin mendunia, ITB terus berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Salah satu sosok yang berkontribusi dalam inovasi ITB adalah Dr. Agung Wicaksono. Alumni ITB angkatan 95 ini merupakan sosok pemimpin yang teguh dengan pengalaman panjang dalam akademisi, pemerintahan, dan korporasi. Sebagai lulusan yang kembali dengan visi dan misi baru, ia memiliki tekad besar untuk membawa ITB menjadi perguruan tinggi kelas dunia.

"ITB adalah tempat saya dididik, ditumbuhkan, dan dikembangkan lebih dari 30 tahun lalu dengan nilai-nilai kepemimpinan yang membawa kemajuan," ujar Dr. Agung.

Semangat ini mengiringi perjalanan profesional Dr. Agung, mulai dari perannya sebagai mahasiswa yang aktif dalam gerakan reformasi tahun 1998, hingga kini kembali sebagai pemimpin yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi almamaternya.

Sejak menjadi mahasiswa ITB, Dr. Agung sudah terbiasa dengan lingkungan yang mengajarkan pentingnya berkontribusi secara aktif. Dia terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi, salah satunya sebagai pemimpin dalam gerakan mahasiswa tahun ’98 yang membawa tuntutan perubahan besar di Indonesia.

"Saya melihat ITB bukan sekadar kampus, tapi tempat di mana kami belajar memimpin dan menjadi agen perubahan," tuturnya.
Pengalaman inilah yang menanamkan nilai-nilai kepemimpinan di hatinya, yang kini membentuk visi besarnya untuk masa depan ITB.

Setelah menyelesaikan pendidikan di ITB, Dr. Agung terus menambah ilmu dan pengalaman di berbagai sektor. Ia melanjutkan kariernya di pemerintahan, bekerja di Unit Kerja Presiden (UKP) pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya belajar banyak dari pengalaman di UKP. Tugas kami adalah merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan itu adalah pelajaran berharga,” ungkap pria lulusan jurusan Teknik Industri tersebut.

Tak hanya itu, Dr. Agung juga bertugas di Kementerian ESDM, di mana ia berperan dalam upaya pemberantasan mafia migas. Pengalaman ini, menurutnya, membuatnya memahami tantangan besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di sektor energi. Dalam posisi tersebut, ia melihat bahwa integritas dan keberanian adalah dua hal yang sangat dibutuhkan dalam mengambil keputusan di pemerintahan.

Di sektor swasta, Dr. Agung tak kalah menonjol. Ia pernah menjabat sebagai pemimpin operasional di MRT Jakarta, lalu dilanjutkan dengan peran sebagai CEO Transjakarta, serta Managing Director di Jababeka.

baca juga

“Di MRT Jakarta dan Transjakarta, saya belajar bahwa pengelolaan transportasi publik adalah tentang memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Sementara di Jababeka, saya belajar tentang pembangunan kota dan kawasan industri skala besar yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” paparnya.

Saat ini, Dr. Agung menjadi bagian dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), lembaga yang bertanggung jawab dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.

“Proyek IKN adalah tantangan besar sekaligus kesempatan emas bagi kita semua untuk membangun kota masa depan yang berkelanjutan. Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari tim ini,” tambahnya dengan penuh antusiasme.

Setelah melewati perjalanan panjang, kini Dr. Agung hadir dengan prinsip Inovasi, Kolaborasi, dan Nationhood atau Kebangsaan (IKN) yang menjadi pedoman dalam mengembangkan ITB. Baginya, inovasi adalah fondasi utama untuk menjadikan ITB sebagai pusat solusi dan ide-ide baru. Inovasi itu bukan hanya soal teknologi canggih, namun juga bagaimana kita bisa menghadirkan solusi untuk masalah nyata di masyarakat.

Kolaborasi juga menjadi elemen penting dalam visinya. Menurut Dr. Agung, ITB harus membangun kolaborasi lintas fakultas dan lintas sekolah untuk menciptakan program-program yang relevan.

“Kami harus bekerja sama, bukan hanya dengan sesama fakultas di ITB, tapi juga dengan universitas lain dan industri, baik di dalam maupun luar negeri. Hanya dengan cara ini kita bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks,” tegasnya.

Selanjutnya, Nationhood atau kebangsaan adalah pilar terakhir yang ditekankan Dr. Agung, mengingat pentingnya kontribusi ITB terhadap agenda-agenda besar nasional. Pasalnya, ITB tidak bisa hanya berpikir tentang akademisi dan riset saja, namun juga harus memikirkan dampak yang lebih besar bagi Indonesia.

"Kami harus menjadi bagian dari solusi untuk setiap tantangan bangsa ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Agung mengungkapkan bahwa pengabdiannya untuk ITB adalah bagian dari panggilan jiwanya untuk memberikan kontribusi bagi almamater, bangsa, dan Tuhan.

“Bagi saya, perjalanan ini adalah wujud pengabdian. ITB telah memberikan begitu banyak, dan kini saatnya untuk memberikan kembali dengan sepenuh hati,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Dr. Agung menegaskan komitmennya untuk terus membawa ITB menjadi lebih maju karena memiliki potensi besar untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Dengan penuh keyakinan ia ingin mewujudkan visinya itu bersama-sama.

"Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan nationhood, saya yakin ITB akan menjadi kebanggaan bangsa dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat luas,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Lengkap 20 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia Terbaru

Daftar Lengkap 20 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia Terbaru

Lifestyle | Rabu, 13 November 2024 | 17:46 WIB

Uji Kir Bukan Jaminan! Pakar ITB Ungkap Pentingnya Perawatan Rutin Pasca Kecelakaan Cipularang

Uji Kir Bukan Jaminan! Pakar ITB Ungkap Pentingnya Perawatan Rutin Pasca Kecelakaan Cipularang

Otomotif | Rabu, 13 November 2024 | 15:52 WIB

Daftar Lengkap PTN yang Menyediakan Jalur Khusus untuk Hafiz Al-Qur'an

Daftar Lengkap PTN yang Menyediakan Jalur Khusus untuk Hafiz Al-Qur'an

Lifestyle | Senin, 04 November 2024 | 11:11 WIB

Terkini

Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo

Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan

Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Skin Tint Esqa untuk Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Pilihan Warnanya

Skin Tint Esqa untuk Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Pilihan Warnanya

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar

Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:08 WIB

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026

Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:38 WIB

Gedung Bapenda DKI Terbakar, Pramono Jamin Data Perpajakan Aman dan Pelayanan Tetap Jalan

Gedung Bapenda DKI Terbakar, Pramono Jamin Data Perpajakan Aman dan Pelayanan Tetap Jalan

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:31 WIB

×