Suara.com Gedor Kampus UI: Upgrade Skill Digital Marketing dan Finansial Langsung dari Ahlinya

Vania Rossa Suara.Com
Rabu, 04 Desember 2024 | 12:12 WIB
Suara.com Gedor Kampus UI: Upgrade Skill Digital Marketing dan Finansial Langsung dari Ahlinya
Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono (tengah) dengan para narasumber dan peserta foto bersama saat acara Gedor Kampus di Gedung Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Era digital telah mengubah lanskap dunia kerja secara drastis. Keterampilan digital, khususnya di bidang marketing dan finansial, kini menjadi aset berharga yang harus dimiliki oleh setiap individu, termasuk mahasiswa. Oleh karena itu, tidak hanya sekadar memiliki ijazah, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, seperti digital marketing dan juga finansial.

Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kompetensi adalah dengan mengikuti pelatihan langsung dari ahlinya. Suara.com berkolaborasi dengan KB Bank dan juga Program Pendidikan Vokasi Universits Indonesia, menggandeng para pakar untuk berbagi ilmu secara langsung di depan ratusan mahasiswa dalam acara Gedor Kampus, Selasa (3/12/2024).

Ide Bisnis 2025

Enterpreneur dan Influencer Timothy Ernest Kesuma memberikan materi kepada para peserta saat acara Gedor Kampus di Gedung Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Enterpreneur dan Influencer Timothy Ernest Kesuma memberikan materi kepada para peserta saat acara Gedor Kampus di Gedung Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Enterpreneur dan influencer Timothy Ernest Kesuma membuka sesi di pagi hari dengan memberi banyak insight menarik kepada para mahasiswa, yang mendorong mereka untuk menjadi entrepreneur.

"Bingung mau bisnis apa? Mulailah dari apa yang kalian sukai. Suka keyboard mekanik, ya jualan itu. Jualan yang marketnya sepertinya ada," kata Timothy memberi motivasi.

Ia kemudian memberi gambaran umum mengenai inspirasi bisnis di tahun 2015. Menurutnya, jualan online dan menjadi afiliator bisa jadi pilihan.

"Berjualanlah di online, market-nya masih growing. (Diperkirakan) 2 tahun lagi masih berkembang karena pergeseran consumer behaviour, dari belanja offline ke online," katanya.

Para peserta saat mengikuti acara Gedor Kampus di Gedung Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Para peserta saat mengikuti acara Gedor Kampus di Gedung Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Bagi yang masih bingung bagaimana cara memulai bisnis, Timothy memberikan beberapa langkah yang bisa dilakukan. Tak sekadar menyiapkan foto, logo, dan merk yang sesuai dengan produk yang dijual, kita juga harus punya competitive advantage, yaitu suatu keunggulan yang kita punya dibandingkan kompetitor. Misalnya, harga murah, kualitas, dan hal lainnya yang bikin kita berbeda dari kompetitor.

Lebih lanjut, Timothy menegaskan bahwa berjualan tidak sekadar pasang foto di marketplace dan menunggu pembeli check out produk kita.

Baca Juga: Kolaborasi Suara.com dan KB Bank: Siap Gelar Gedor Kampus, Ajak Mahasiswa Terus Update Digitalisasi

"Kita juga harus masuk ke komunitas. Tapi, tetap nanti mereka chek out-nya di marketplace, supaya ada traffic. Dan barang yang nggak laku, bikin flash sale, supaya ga jadi barang mati," katanya.

Berutang Boleh, Tapi...

Founder Rencanaku.id Rahmat Aryo Baskoro memberikan materi kepada para peserta saat acara Gedor Kampus di Gedung Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Founder Rencanaku.id Rahmat Aryo Baskoro memberikan materi kepada para peserta saat acara Gedor Kampus di Gedung Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (3/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sesi berikutnya, Rahmat Aryo Baskoro, founder Rencanaku.id, menjelaskan seputar literasi keuangan dasar. Salah satunya soal utang.

Menurut Rahmat yang juga dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini, di Indonesia, rasio utang atau rasio pengeluaran utang itu di atas 50%. Ia pun menekankan mengenai alokasi utang yang sebaiknya tidak melebihi dari 30-35% pendapatan.

Lalu, bolehkan berutang? Secara umum, menurut Rahmat, utang terjadi ketika kita membeli sesuatu namun kondisinya belum mampu.

"Tapi kalau pada utang yang besar, kalau belum mampu, tidak perlu beli," Rahmat mengingatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI