Ada Gerhana Matahari 'Tanduk Setan' di Akhir Ramadhan, Benarkah Pertanda Imam Mahdi Segera Datang?

Farah Nabilla, Elvariza Opita

Sabtu, 29 Maret 2025 | 11:28 WIB
Ada Gerhana Matahari 'Tanduk Setan' di Akhir Ramadhan, Benarkah Pertanda Imam Mahdi Segera Datang?
Gerhana matahari tanduk setan di Qatar pada tahun 2019. [Instagram/@oddlyhorrifying]

Suara.com - Fenomena langit gerhana matahari parsial sedianya akan terjadi pada hari Sabtu (29/3/2025). Gerhana matahari sendiri berarti peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan. Sedangkan gerhana matahari parsial merujuk pada hanya sebagian piringan matahari yang ditutupi oleh piringan bulan saat puncak gerhana terjadi.

Momen gerhana matahari ini semakin menyita perhatian karena beberapa hal. Satu, lantaran gerhana matahari terjadi tepat di penghujung bulan Ramadhan. Dua, karena gerhana matahari parsial ini dikenal juga dengan nama gerhana matahari “tanduk setan”.

Makna Gerhana Matahari ‘Tanduk Setan’

Bulan purnama besar atau "Supermoon" terlihat dengan latar depan menara seluler di Padang, Sumatera Barat, Rabu (6/5) malam. [ANTARA FOTO]
Bulan purnama besar atau "Supermoon" terlihat dengan latar depan menara seluler di Padang, Sumatera Barat, Rabu (6/5) malam. [ANTARA FOTO]

Lantas apa maksud dan tujuan gerhana matahari itu dinamakan “tanduk setan”? Rupanya hal ini berkaitan dengan gerhana matahari yang terjadi bersamaan dengan fase supermoon.

Dilansir dari Science Alert, pada Sabtu (29/3/2025), bulan akan memasuki perigee, yaitu salah satu titik di orbit yang membuat bulan berada di posisi terdekat dengan Bumi. Fase ini dikenal juga dengan nama supermoon, biasanya ditandai dengan penampilan bulan yang tampak lebih besar di langit.

Menariknya, supermoon kali ini terjadi saat bulan memasuki fase baru sehingga bulan akan terlihat jauh lebih gelap. Selain itu, belahan Bumi bagian utara juga akan mengalami gerhana matahari parsial, sehingga saat bulan melintas di depan matahari, akan tampak bentuk menyerupai tanduk setan.

Jadwal Gerhana Matahari Tanduk Setan di Indonesia

Ilustrasi gerhana matahari cincin (Pixabay.com/Drew Rae)
Ilustrasi gerhana matahari cincin (Pixabay.com/Drew Rae)

Gerhana matahari tanduk setan merupakan salah satu dari sekian banyak jenis gerhana matahari yang bisa diamati dari Bumi. Gerhana matahari ini sendiri sebenarnya masuk kategori gerhana matahari parsial. Selain itu ada pula gerhana matahari total, gerhana matahari cincin, hingga gerhana matahari hibrida.

Lalu apakah gerhana matahari tanduk setan ini akan dapat diamati dari Indonesia?

baca juga

Sayangnya tidak, sebab gerhana matahari parsial ini diperkirakan terjadi mulai pukul 15.50.35 WIB sampai 19.43.36 WIB. Dengan kata lain, gerhana matahari terjadi saat Indonesia sudah memasuki waktu sore dan malam hari.

Tak hanya itu, bayang-bayang gerhana juga tidak melewati daratan Indonesia. Daerah yang bisa menyaksikan peristiwa gerhana matahari ini adalah sebagian besar area Samudera Pasifik, seluruh Greenland dan Islandia, sebagian kecil Amerika Utara, Eropa, Afrika, Asia Utara, serta sebagian kecil Amerika Selatan.

Gerhana Matahari di Bulan Ramadhan Pertanda Datangnya Imam Mahdi

Ilustrasi Gerhana Matahari - Jam Berapa Sholat Gerhana Matahari 2023? (Pexels)
Ilustrasi Gerhana Matahari (Pexels)

Tak disangka, fenomena langit yang langka dan cantik ini juga memunculkan pertanyaan yang cukup mengejutkan, yakni apakah gerhana matahari di bulan Ramadhan adalah pertanda datangnya Imam Mahdi?

“Mengenai gerhana di bulan Ramadhan yang dikaitkan dengan kemunculan Imam Mahdi, bagaimana pendapat Buya mengenai isu tersebut?”

Seperti itulah pertanyaan yang disampaikan salah satu jemaah Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, sebagaimana dilihat di tayangan kanal YouTube Al-Bahjah TV unggahan 18 April 2023.

Buya Yahya lalu menerangkan, bahwa kedatangan Imam Mahdi adalah sesuatu yang pasti. “Menurut kita (Imam Mahdi) itu ada. Kata Baginda Nabi yang namanya sama dengan namaku, yaitu Muhammad bin Abdullah, dan itu akan dilahirkan dan datang,” jelas Buya Yahya, dikutip pada Sabtu (29/3/2025).

“Dan nanti akan menjadi imam salat bersama Sayyidina Isa A.S., Sayyidina Isa menjadi makmum. Itu adalah Imam Mahdi yang kita yakini,” imbuhnya.

Buya Yahya sendiri secara pribadi meyakini akan kedatangan Imam Mahdi. “Di dalam Kitab Sami’at kita hadirkan tentang itu, Imam Mahdi, kita masukkan salah satu tanda besar kiamat, semasa dengan turunnya Sayyidina Isa A.S.,” lanjutnya.

Namun Buya Yahya meminta umat Muslim untuk tidak meributkan kapan datangnya Imam Mahdi yang diyakini sebagai salah satu pertanda datangnya kiamat. Bagi Buya Yahya, yang terpenting adalah mengimani kedatangan Imam Mahdi sekaligus mempersiapkan untuk menghadapi hari kiamat kelak, alih-alih meributkan soal pertanda kedatangan Imam Mahdi.

“Imam Mahdi nggak usah dicari, nanti akan datang pada waktunya. Kalau Anda memang beriman kepada Allah, nanti akan menjadi pasukan Imam Mahdi. Enggak usah dicari-cari, nanti akan datang pada waktunya,” kata Buya Yahya.

“Kalau memang Anda punya iman dan kuat, nanti di saat Imam Mahdi datang Anda akan jadi pasukannya. Jangan mencari-cari cirinya, nggak, nggak perlu Anda cari. Kenapa mencari-cari Imam Mahdi?” tuturnya menambahkan.

Buya Yahya menyayangkan banyaknya dusta yang muncul karena orang sibuk mencari-cari pertanda kedatangan Imam Mahdi. Padahal Imam Mahdi yang sesungguhnya diriwayatkan tidak mengumbar-umbar dirinya.

“Jadi nggak usahlah Anda cari-cari Imam Mahdi. Yang penting Anda iman, selesai, sesuai dengan akidah yang kita yakini, sesuai dengan ilmu. Cukuplah belajar bagaimana Anda menjadi orang baik, beriman kepada Allah, selesai,” jelas Buya Yahya.

“Gerhana, bukan itu. Nanti akan datang, tanda-tanda kiamat akan diketahui nanti pada akhirnya. Enggak usah kita mencari, nggak usah kita nunggu gerhana, nggak usah, nanti akan datang pada waktunya. Kita bukan untuk menunggu-nunggu Imam Mahdi begitu, kita menyiapkan diri kita dengan keimanan. Jika pada waktunya nanti datang Sayyidina Isa, datang Imam Mahdi, kita akan menjadi pendukungnya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku: Jelajahi Keunikan Shaum di Seluruh Dunia

Ulasan Buku: Jelajahi Keunikan Shaum di Seluruh Dunia

Your Say | Jum'at, 28 Maret 2025 | 13:02 WIB

Apakah Bayar Fidyah Bisa Dicicil? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Bayar Fidyah Bisa Dicicil? Ini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Kamis, 27 Maret 2025 | 19:20 WIB

Kurma Palm Fruit dan Tunisia Sering Dipalsukan, Ini Cara Ceknya!

Kurma Palm Fruit dan Tunisia Sering Dipalsukan, Ini Cara Ceknya!

Bisnis | Kamis, 27 Maret 2025 | 19:19 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×