Ekowisata Jadi Investasi Masa Depan Pariwisata Indonesia, Ini Dia Rekomendasinya

M. Reza Sulaiman

Rabu, 21 Mei 2025 | 12:47 WIB
Ekowisata Jadi Investasi Masa Depan Pariwisata Indonesia, Ini Dia Rekomendasinya
Destinasi ekowisata Indonesia - Monkey Forest, Bali (Dok. Instagram)

Suara.com - Di tengah meningkatnya tren wisata global, muncul kebutuhan mendesak untuk menyeimbangkan eksplorasi alam dengan pelestariannya. Di sinilah konsep ekowisata hadir, bukan sekadar sebagai tren baru, tetapi sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga bumi sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.

Bukan hal yang berlebihan jika ekowisata disebut sebagai wajah masa depan industri pariwisata: lebih bijak, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Apa Itu Ekowisata?

Menurut definisi The International Ecotourism Society (2015), ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ke kawasan alam yang melestarikan lingkungan, mendukung kesejahteraan masyarakat lokal, serta melibatkan interpretasi dan pendidikan. Hal ini membedakan ekowisata dari pariwisata massal yang kerap meninggalkan jejak negatif terhadap lingkungan dan budaya lokal.

Prinsip-prinsip ekowisata mencakup:

  1. Meminimalkan dampak negatif terhadap alam dan masyarakat.
  2. Meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap lingkungan dan budaya.
  3. Memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat lokal.
  4. Mendukung upaya konservasi dan pelestarian alam.
  5. Menjalin kolaborasi dengan komunitas adat dan lokal.

Potensi Ekowisata Indonesia

Sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati dan budaya yang luar biasa, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekowisata dunia.

Dari hutan hujan tropis Kalimantan hingga terumbu karang Raja Ampat, dari adat Mentawai hingga warisan budaya Toraja, kekayaan ini menjadi modal utama pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Mendukung hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tidak lagi hanya mengejar target jumlah wisatawan, tetapi menempatkan sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan sebagai prioritas utama. Fokus ini terbagi dalam empat pilar:

baca juga
  1. Pengelolaan berkelanjutan destinasi wisata.
  2. Ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
  3. Pelestarian budaya sebagai identitas daerah.
  4. Keberlanjutan lingkungan melalui konservasi dan edukasi.

5 Destinasi Wisata Berbasis Ekowisata di Indonesia

Berikut beberapa contoh nyata implementasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia yang patut diapresiasi:

1. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur

Dijuluki “Little Africa” karena lanskap savananya, Baluran menawarkan pengalaman melihat alam liar dari dekat tanpa harus ke Afrika. Konservasi flora dan fauna serta keterlibatan masyarakat sekitar menjadikan taman nasional ini contoh ekowisata yang ideal.

2. Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

Sebagai habitat Badak Jawa yang langka, Ujung Kulon menjadi simbol konservasi spesies endemik. Selain menyuguhkan keindahan alam, kawasan ini juga melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, menciptakan dampak ekonomi yang nyata.

3. Sangeh Monkey Forest, Bali

Lebih dari sekadar melihat monyet ekor panjang di habitat aslinya, wisatawan diajak memahami ekosistem hutan lindung. Keberadaan pura suci di dalam hutan juga memperkuat unsur budaya dan spiritual lokal.

4. Punti Kayu, Palembang

Kawasan hutan pinus seluas 50 hektar ini menjadi paru-paru kota sekaligus wahana edukatif. Wisatawan bisa belajar menanam pohon, berinteraksi dengan satwa, hingga mengenal pentingnya konservasi flora dan fauna lokal.

Destinasi ekowisata Indonesia - Umbul Ponggok, Klaten (Dok. Instagram)
Destinasi ekowisata Indonesia - Umbul Ponggok, Klaten (Dok. Instagram)

5. Umbul Ponggok, Klaten

Dari sumber irigasi menjadi destinasi wisata air dengan pengelolaan profesional oleh masyarakat. Konsep community-based tourism menjadikan Umbul Ponggok sebagai contoh sukses ekowisata berbasis air yang ramah lingkungan dan ekonomis, dengan pendapatan mencapai Rp4 miliar per tahun.

Menuju Pariwisata Masa Depan

Ekowisata adalah jalan tengah antara eksplorasi dan konservasi. Dalam praktiknya, ia tidak hanya membawa manfaat bagi alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi komunitas lokal. Edukasi terhadap wisatawan, kesadaran akan dampak lingkungan, dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

Sebagai negara yang kaya akan keindahan alam dan budaya, Indonesia punya semua syarat untuk memimpin tren pariwisata berkelanjutan. Namun, ini hanya bisa tercapai jika seluruh pihak, dalam hal ini pemerintah, swasta, wisatawan, dan masyarakat, bergerak bersama.

Karena menjaga bumi tidak harus mengorbankan petualangan. Kita hanya perlu berwisata dengan lebih bijak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oase di Kemang: Tempat Healing yang Dibangun dari 11 Ton Sampah Plastik!

Oase di Kemang: Tempat Healing yang Dibangun dari 11 Ton Sampah Plastik!

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 11:34 WIB

Bangkit dari Konflik: Ekowisata Selamatkan Kota Ini dari Dampak Perang

Bangkit dari Konflik: Ekowisata Selamatkan Kota Ini dari Dampak Perang

Lifestyle | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:50 WIB

Tak Sempat ke Grand Canyon, Air Terjun Cunca Wulang di NTT Jadi Solusinya

Tak Sempat ke Grand Canyon, Air Terjun Cunca Wulang di NTT Jadi Solusinya

Your Say | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:37 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×