Penyembelihan hewan kurban juga dianjurkan pada pagi, siang, atau sore hari. Mengapa tidak boleh menyembelih kurban malam hari?
Para ulama sepakat bahwa menyembelih hewan kurban di malam hari memiliki hukum makruh lantaran dikhawatirkan bisa menyebabkan kesalahan.
Sunnah Menyembelih Hewan Kurban
Di sampung waktunya, berikut adalah beberapa sunnah atau adab yang sebaiknya dilakukan ketika menyembelih hewan kurban.
1. Menggunakan Pisau yang Tajam
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Syaddad bin Aus RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala hal. Jika kalian hendak membunuh, maka lakukanlah dengan cara terbaik. Jika menyembelih, maka lakukanlah dengan baik pula. Tajamkanlah pisau dan berusahalah menenangkan hewan kurban yang akan disembelih." (HR Muslim)
Hadis ini menegaskan pentingnya menggunakan pisau yang tajam saat menyembelih, agar hewan tidak merasa tersiksa dan proses penyembelihan berjalan dengan cepat dan tepat.
2. Mengarahkan Hewan ke Arah Kiblat
Sebelum menyembelih, usahakan untuk menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat.
Arah ini merupakan simbol orientasi ibadah seorang Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Posisi kepala hewan bisa diletakkan di sisi utara atau selatan, selama tubuhnya tetap menghadap kiblat.
3. Membaca Basmalah Sebelum Menyembelih
Mengucapkan bismillah sebelum penyembelihan hukumnya wajib. Hal ini sangat menentukan kehalalan dari daging hewan kurban tersebut.
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-An'am ayat 121:
وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ
Artinya: "Janganlah kamu memakan (daging hewan) yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya itu adalah perbuatan fasik..."
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa menyebut nama Allah adalah bagian yang tak boleh diabaikan saat berkurban.
4. Membaca Doa Penyembelihan Hewan Kurban
Setelah menghadap kiblat, bacalah doa sebelum menyembelih hewan kurban.
Doa ini merupakan bentuk penyerahan diri dan pengakuan bahwa kurban dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Berikut bacaan doanya:
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي...
(dan seterusnya, hingga akhir doa)
Artinya: "Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi... Ya Allah, hewan ini dari-Mu dan untuk-Mu. Terimalah dariku (atau sebutkan nama orang yang berkurban), sebagaimana Engkau menerima kurban dari Ibrahim, kekasih-Mu."
Doa ini bisa dibaca oleh penyembelih atau orang yang berkurban, dengan menyebutkan nama orang yang menjadi wakil kurban.
5. Menyembelih dengan Memotong Tenggorokan dan Dua Urat Leher
Tahap terakhir adalah proses penyembelihan itu sendiri, yang dilakukan dengan memotong bagian tenggorokan serta dua saluran utama di leher (urat nadi dan saluran makanan).
Cara ini bertujuan untuk memastikan hewan mati dengan cepat, darah keluar sempurna, dan dagingnya tetap halal serta layak dikonsumsi.
Seperti itulah informati tentang batas waktu penyembelihan hewan kurban menurut syariat Islam. Jangan sampai terlambat!
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri