Wellness Tourism Naik Daun: Kok Bisa Keju Jadi Kunci Kesehatan Mental Saat Liburan?

Dinda Rachmawati

Kamis, 05 Juni 2025 | 13:45 WIB
Wellness Tourism Naik Daun: Kok Bisa Keju Jadi Kunci Kesehatan Mental Saat Liburan?
Ilustrasi Keju Meg Cheese (Instagram/Meg Cheese)

Suara.com - Di tengah geliat pariwisata yang kini makin mengarah pada gaya hidup sehat dan mindful, konsep wellness tourism atau wisata berbasis kesejahteraan fisik dan mental menjadi magnet baru.

Tak sekadar menjelajah tempat indah, wisatawan masa kini juga mendambakan perjalanan yang memperkaya tubuh dan pikiran. Menariknya, siapa sangka bahwa sepotong keju bisa menjadi bagian penting dalam pengalaman tersebut?

Hal ini diungkapkan secara gamblang oleh Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., ahli gizi yang menjadi narasumber dalam Meg Cheese Day 2025.

Ia menjelaskan bahwa keju bukan hanya soal rasa gurih atau kandungan gizinya yang tinggi, tetapi juga bisa berperan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mental, terutama saat seseorang sedang bepergian atau menjalani aktivitas berat.

“Keju tinggi protein dan kalsium. Dua zat gizi penting ini membentuk stamina dan ketahanan tubuh. Tapi lebih dari itu, keju juga berperan dalam menyehatkan pencernaan dan memicu hormon bahagia,” jelas Dr. Rita.

Meg Cheese Meluncurkan Kemasan Edisi Spesial Bertajuk “Wonderful Indonesia" (Instagram/Meg Cheese)
Meg Cheese Meluncurkan Kemasan Edisi Spesial Bertajuk “Wonderful Indonesia" (Instagram/Meg Cheese)

Keju yang melalui proses fermentasi mengandung bakteri asam laktat, terutama dari spesies Lactobacillus. Bakteri ini, menurut Dr. Rita, memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, yang sering disebut sebagai “otak kedua manusia”. 

Bila saluran cerna sehat, daya tahan tubuh meningkat, dan yang tak kalah penting, keseimbangan emosi lebih terjaga.

“Kalau lambung bermasalah, mumet gak? Emosi gak? Emosi dong,” ujarnya sembari menegaskan pentingnya pencernaan dalam menjaga suasana hati.

Yang mengejutkan, bakteri baik dalam keju mampu menstimulasi produksi hormon dopamin dan serotonin, dua senyawa kimia di otak yang berperan besar dalam menciptakan rasa bahagia dan tenang. 

baca juga

Inilah yang membuat keju menjadi mood booster alami yang jauh lebih sehat daripada makanan manis, yang justru menyumbang tingginya angka konsumsi gula dan risiko diabetes di Indonesia.

“Bahagia itu bukan sekadar dapat uang atau mobil, tapi juga karena tubuh kita menghasilkan hormon yang tepat. Itu bisa distimulasi oleh kehadiran bakteri asam laktat dari keju,” tambahnya.

Tak berhenti sampai di situ, keju juga mengandung tirosin dan peptida bioaktif, dua komponen protein yang membantu memancing produksi dopamin secara alami.

Bahkan jenis lemak dalam keju pun, menurut Dr. Rita, bukan sembarang lemak jahat. Sebaliknya, lemak pada keju memiliki efek positif pada fungsi kognitif dan saraf otak, membantu seseorang tetap fokus dan stabil secara emosional.

Dalam semangat ini, Meg Cheese kembali menggelar Meg Cheese Day 2025 pada Minggu, 8 Juni di Sarinah Thamrin, Jakarta. Mengusung tema “Karnaval Keju Nusantara”, acara ini menjadi perayaan kolaboratif antara rasa, kesehatan, dan budaya Indonesia.

Yang menarik, Meg Cheese juga meluncurkan kemasan edisi spesial bertajuk “Wonderful Indonesia” untuk mempromosikan destinasi wisata prioritas seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, sebuah bentuk sinergi cerdas antara kuliner dan pariwisata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Secangkir Kopi dan Malam Berbintang, Pesona Pondok Meja Luar Ruangan Jambi

Secangkir Kopi dan Malam Berbintang, Pesona Pondok Meja Luar Ruangan Jambi

Your Say | Kamis, 05 Juni 2025 | 12:15 WIB

Potret Raja Ampat, Mahakarya Alam yang Keindahannya Terancam Pembangunan Smelter Nikel

Potret Raja Ampat, Mahakarya Alam yang Keindahannya Terancam Pembangunan Smelter Nikel

Lifestyle | Rabu, 04 Juni 2025 | 15:14 WIB

4 Film Jepang yang Akan Mengubah Perspektifmu tentang Kesehatan Mental

4 Film Jepang yang Akan Mengubah Perspektifmu tentang Kesehatan Mental

Your Say | Rabu, 04 Juni 2025 | 11:44 WIB

Terkini

DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir

DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:45 WIB

Profil Norman Joesoef, Pengusaha Industri Pertahanan yang Merambah Ekosistem Media

Profil Norman Joesoef, Pengusaha Industri Pertahanan yang Merambah Ekosistem Media

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:43 WIB

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:41 WIB

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:39 WIB

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:37 WIB

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 17:31 WIB

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:25 WIB

×