Peneliti Sebut Okra Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Mikroplastik, Bagaaimana Caranya?

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:41 WIB
Peneliti Sebut Okra Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Mikroplastik, Bagaaimana Caranya?
Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa lendir alami dari tanaman okra dan fenugreek (klabet) mampu menghilangkan hingga 90 persen mikroplastik dari air laut, air tawar, hingga air tanah.

Penemuan ini menambah daftar solusi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis pencemaran plastik mikro, yang kini mencemari hampir seluruh sistem air dunia, termasuk air minum kita.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal ACS Omega pada April 2025 oleh tim peneliti dari Tarleton State University di Texas, Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Rajani Srinivasan. Mereka mengembangkan metode sederhana berbasis tanaman untuk menjebak mikroplastik menggunakan polisakarida—senyawa lengket alami—yang diekstrak dari okra dan fenugreek.

“Dengan menggunakan ekstrak nabati ini, kita bisa menghilangkan mikroplastik dan polutan lainnya dari air tanpa menambahkan zat beracun ke dalamnya. Ini penting untuk mengurangi risiko kesehatan jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Srinivasan, melansir Scitechdaily, Jumat (20/6/2025).

Uji Laboratorium Menunjukkan Efektivitas Tinggi

Dalam pengujian laboratorium menggunakan air yang telah disuntikkan mikroplastik, satu gram bubuk ekstrak dari masing-masing tanaman yang dilarutkan dalam satu liter air mampu mengikat partikel plastik dengan efektif.

Fenugreek terbukti paling ampuh, menghilangkan 93 persen mikroplastik dalam satu jam. Okra menghilangkan sekitar 67 persen dalam waktu yang sama. Menariknya, kombinasi keduanya dalam rasio 1:1 mampu mencapai efisiensi pembersihan 70 persen hanya dalam waktu 30 menit.

Tidak hanya di laboratorium, peneliti juga menguji efektivitas metode ini terhadap air sungguhan yang terkontaminasi mikroplastik dari berbagai sumber di negara bagian Texas. Hasilnya beragam tergantung jenis dan kandungan mikroplastik. Okra paling efektif pada air laut (hingga 80%), fenugreek unggul pada air tanah (80-90%), dan kombinasi keduanya paling ampuh untuk air tawar (77%).

Yang mencolok, metode ini mengungguli polimer sintetis yang saat ini umum digunakan dalam pengolahan limbah, yaitu poliacrilamida. Selain lebih ramah lingkungan, ekstrak nabati ini juga mudah terurai dan tidak menimbulkan residu toksik.

baca juga

Ancaman Mikroplastik di Indonesia dan Dunia

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari degradasi sampah plastik, serat sintetis dari pakaian, serta limbah industri dan kosmetik. Laporan Program Lingkungan PBB (UNEP) pada 2021 memperkirakan bahwa lebih dari 11 juta ton plastik masuk ke lautan setiap tahunnya, dan jumlah ini bisa melonjak tiga kali lipat pada 2040 jika tidak ada intervensi nyata.

Di Indonesia, studi Kementerian Kelautan dan Perikanan serta LIPI menemukan bahwa mikroplastik sudah ditemukan dalam tubuh ikan konsumsi dan air laut di berbagai wilayah pesisir, termasuk Teluk Jakarta dan perairan Selat Makassar.

Masalah ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam rantai makanan dan kesehatan manusia. Penelitian oleh Universitas Newcastle pada 2019 menunjukkan bahwa rata-rata manusia mungkin menelan hingga 5 gram plastik setiap minggu—setara dengan satu kartu kredit.

Peluang Implementasi di Indonesia

Metode berbasis okra dan fenugreek ini bisa menjadi solusi alternatif yang relevan untuk Indonesia, mengingat kedua tanaman tersebut cukup mudah ditemukan dan dibudidayakan di berbagai daerah. Selain berpotensi memberdayakan pertanian lokal, teknologi ini juga mendukung upaya transisi ke pengolahan limbah yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Namun, tantangan implementasi tetap ada. Diperlukan penelitian lanjutan tentang skalabilitas dan efisiensi biaya di sistem pengolahan air berskala besar. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, telah menargetkan pengurangan 70 persen sampah plastik di laut pada 2025, dan inovasi seperti ini bisa menjadi bagian dari solusi tersebut.

Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya mikroplastik, metode alami ini menjadi harapan baru untuk mengurangi jejak plastik di perairan tanpa menambah beban kimiawi baru bagi ekosistem maupun manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Denada: Al Ghazali Kelaparan di Acara Ngunduh Mantu

Denada: Al Ghazali Kelaparan di Acara Ngunduh Mantu

Entertainment | Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:07 WIB

Denada Operasi Hidung? Penampilan Barunya Picu Kontroversi Netizen!

Denada Operasi Hidung? Penampilan Barunya Picu Kontroversi Netizen!

Video | Jum'at, 20 Juni 2025 | 08:05 WIB

Inovasi Baru Jaga Bumi: Sekarang Bisa Tukar Sampah Plastik Jadi Internet!

Inovasi Baru Jaga Bumi: Sekarang Bisa Tukar Sampah Plastik Jadi Internet!

Lifestyle | Kamis, 19 Juni 2025 | 14:22 WIB

Terkini

Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun

Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Pengusaha Sound Horeg Jatim-Jateng Temui Jokowi, Dukung Gibran di 2029

Pengusaha Sound Horeg Jatim-Jateng Temui Jokowi, Dukung Gibran di 2029

Surakarta | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat

Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Wanita di Tangerang Diperkosa dan Dibunuh, Jasad Pertama Kali Ditemukan Sang Pacar

Wanita di Tangerang Diperkosa dan Dibunuh, Jasad Pertama Kali Ditemukan Sang Pacar

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Jelang Pengumuman MSCI, BEI dan OJK Minta Pembekuan Pasar Modal Indonesia Dicabut

Jelang Pengumuman MSCI, BEI dan OJK Minta Pembekuan Pasar Modal Indonesia Dicabut

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:31 WIB

7 Cara Menata Jam Dinding di Rumah Menurut Feng Shui agar Estetik dan Hoki

7 Cara Menata Jam Dinding di Rumah Menurut Feng Shui agar Estetik dan Hoki

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Petaka Subuh di By Pass Mojokerto: Pramugari Transjatim Tewas, Truk Misterius Kabur

Petaka Subuh di By Pass Mojokerto: Pramugari Transjatim Tewas, Truk Misterius Kabur

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:17 WIB

Bansos Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Agustus, Cek Jadwal Pencairannya

Bansos Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Agustus, Cek Jadwal Pencairannya

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Letupan Tengah Malam di Bumi Waras: Gudang Frozen Food Rp3 Miliar Ludes Dilalap Api

Letupan Tengah Malam di Bumi Waras: Gudang Frozen Food Rp3 Miliar Ludes Dilalap Api

Lampung | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Terungkap di Sidang! Kuota Haji Tambahan Diatur 'Satu Pintu' Lewat Fuad Hasan Masyhur

Terungkap di Sidang! Kuota Haji Tambahan Diatur 'Satu Pintu' Lewat Fuad Hasan Masyhur

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:05 WIB

×