Institut Leimena Latih Para Guru se-Indonesia untuk Mampu Pahami Literasi Agama Lintas Budaya

Fabiola Febrinastri

Senin, 30 Juni 2025 | 13:55 WIB
Institut Leimena Latih Para Guru se-Indonesia untuk Mampu Pahami Literasi Agama Lintas Budaya
Matius Ho, Direktur Eksekutif, Institut Leimena di Jakarta. (Dok: Institut Leimena)

Suara.com - Dialog lintas agama sering menjadi bagian dari hidup keberagaman di Indonesia. Banyak tokoh telah mengupayakan hal ini, dengan harapan agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara yang damai dan sejahtera, walau berbagai suku dan agama.

Salah satu tokoh yang tak kenal lelah mengupayakan dialog lintas agama adalah Matius Ho, yang merupakan Direktur Eksekutif, Institut Leimena di Jakarta. Sejak tahun 2021, Institut Leimena memiliki program khusus yang ditujukan kepada para guru di seluruh Indonesia.

Program pelatihan ini disebut Cross-Cultural Religious Literacy (CCRL), yaitu Literasi Agama Lintas Budaya). Program ini didasarkan pada proposisi yang sangat sederhana, yaitu agar masyarakat multiagama, multietnis, dan multikultural dapat menjadi kohesif dan dapat berkolaborasi dengan damai, masyarakat perlu memiliki kompetensi tertentu yang memungkinkan mereka untuk hidup berdampingan dan bekerja sama secara damai dengan orang lain yang memiliki kepercayaan atau agama yang berbeda," ujarnya, belum lama ini.

Kerangka kerja CCRL fokus pada 3 kompetensi, yaitu personal, komparatif, dan kolaboratif. Kerangka ini merupakan rogram pelatihan bagi para guru madrasah dan sekolah dasar maupun menengah, agar mereka bisa memahami dan dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip CCRL dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Menurut Matius Ho, terkadang dialog hanya berhenti pada dialog, percakapan, tetapi tidak diterjemahkan ke dalam sebuah tindakan kolaboratif.

"Saat kita berkolaborasi bersama dengan saudara-saudara yang berbeda agama, maka kita belajar untuk fokus bekerja sama demi kebaikan bersama, sembari belajar untuk menghormati perbedaan kita yang mendalam. Kolaborasi, dapat membangun kepercayaan yang sangat penting untuk kohesi sosial. Oleh karena itu, selain dialog kita juga perlu melangkah lebih jauh ke arah kolaborasi," ujarnya.

Dalam ICCS, Matius Ho mempresentasikan Cross-Cultural Religious Literacy (CCRL).

"Tapi saya tidak sendiri. Suatu kebanggaan bagi saya untuk bisa berbagi panggung dengan dua orang guru dari program tersebut. Salah satunya adalah guru dari SMA Muhammadiyah di Magelang, dan yang lainnya dari Sekolah Kristen Tritunggal di Semarang. Mereka membagikan pengalaman dan menjelaskan bagaimana program tersebut membantu mereka memahami cara mendidik siswa agar dapat lebih baik dalam membangun hubungan dengan orang-orang dari agama dan kepercayaan lain," katanya.

"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada penyelenggara ICCS - RSIS dan MCCY - karena telah mengundang kami untuk berbagi pelajaran yang kami peroleh dari Indonesia, saya yakin hal ini akan menjadi dorongan bagi ribuan guru di Indonesia yang telah bergabung dengan program kami dan karena ICCS merupakan forum internasional yang bergengsi. Saya berharap, hal ini juga dapat menginspirasi negara-negara lain," tambah Matius.

baca juga

Menurutnya, dengan fokus pada kohesi sosial, maka ICCS akan mendorong pendekatan dialog tradisional untuk dapat berpikir lebih kritis, bagaimana dialog benar-benar dapat memperkuat kohesi sosial.

"ICCS sangat relevan dengan program Cross-Cultural Religious Literacy (CCRL) kami, karena setelah hampir 4 tahun, dengan lebih dari 10.000 guru lulus dari program ini, kami telah mulai menerima permintaan dari negara lain yang ingin mempelajari program ini dan bukan hanya untuk guru, tetapi juga untuk aplikasi lain dalam konteks nasional mereka masing-masing. ICCS secara cemerlang memberikan kesempatan bagi kita untuk melihat kolaborasi multiagama dan multikultural dalam perspektif yang lebih komprehensif dan internasional, dan pada saat yang sama terhubung dengan para tokoh kunci di terkait kohesi sosial, dari lokal hingga global," pungkasnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi Protes Iuran, Ketua PGRI Minta Guru Baca AD/ART Organisasi: Gak Ada yang Maksa Kok!

Tanggapi Protes Iuran, Ketua PGRI Minta Guru Baca AD/ART Organisasi: Gak Ada yang Maksa Kok!

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 17:53 WIB

Jusuf Kalla: AI Ubah Total Sistem Pendidikan, Guru Harus Siap

Jusuf Kalla: AI Ubah Total Sistem Pendidikan, Guru Harus Siap

Video | Minggu, 29 Juni 2025 | 11:09 WIB

JK Sebut AI Bakal Ubah Total Sistem Pendidikan, Guru Siap?

JK Sebut AI Bakal Ubah Total Sistem Pendidikan, Guru Siap?

Video | Jum'at, 27 Juni 2025 | 20:45 WIB

Gus Ipul Harap Prabowo Beri Arahan Khusus kepada 4 Ribu Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat

Gus Ipul Harap Prabowo Beri Arahan Khusus kepada 4 Ribu Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 20:30 WIB

45 Contoh Catatan Wali Kelas untuk Kenaikan dan Tinggal Kelas Guru SD & SMP

45 Contoh Catatan Wali Kelas untuk Kenaikan dan Tinggal Kelas Guru SD & SMP

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:22 WIB

Ratusan Guru Besar FKUI Ingin Bertemu Presiden Prabowo: Bukan untuk Meminta Menkes Mundur

Ratusan Guru Besar FKUI Ingin Bertemu Presiden Prabowo: Bukan untuk Meminta Menkes Mundur

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:39 WIB

Terkini

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

×