Buat Narsum Lain Terdiam, Ferry Irwandi Bongkar Siapa Dalang Demo Anarkis dengan Mudah

Farah Nabilla

Rabu, 03 September 2025 | 12:49 WIB
Buat Narsum Lain Terdiam, Ferry Irwandi Bongkar Siapa Dalang Demo Anarkis dengan Mudah
Ferry Irwandi founder Malaka soal dalang kerusuhan demo [Youtube/iNews]

Suara.com - Pendiri sekaligus CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, kembali jadi sorotan publik setelah tampil dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Aksi Massa, Siapa Berada di Baliknya?' yang dipandu Aiman Witjaksono pada Selasa malam, 2 September 2025.

Dalam forum ini, selain Ferry, juga menghadirkan sejumlah tokoh penting seperti Kepala Badan Intelijen Strategis 2011–2013 Soleman B. Ponto, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan, aktivis 98 yang juga Ketum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar.

Hadir pula narasumber Budiman Sudjatmiko mantan aktivis 98 yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam itu sempat terasa timpang. Ferry mampu membuat narasumber lain terdiam lewat pemaparan teknis mengenai pelacakan digital. 

Ferry Irwandi menjelaskan dengan rinci bagaimana dalang di balik aksi anarkis bisa ditelusuri hanya lewat analisis data dan jejak digital yang tersedia secara terbuka.

Founder MALAKA, Ferry Irwandi dalam program iNews “Rakyat Bersuara” dengan tema “Aksi Massa, Siapa Berada di Baliknya?”, yang diunggah di kanal YouTube iNews, Selasa (2/9/2025). [YouTube/Official iNews]
Founder MALAKA, Ferry Irwandi dalam program iNews “Rakyat Bersuara” dengan tema “Aksi Massa, Siapa Berada di Baliknya?”, yang diunggah di kanal YouTube iNews, Selasa (2/9/2025). [YouTube/Official iNews]

“Ya mungkin bapak ibu bisa coba sendiri ya, di Google, di TikTok, Google, by date 25 Agustus sebelumnya hashtag bubarkan DPR, lihat afiliasi orang-orang itu siapa,” ujar Ferry dengan percaya diri. Ucapannya membuat forum hening sesaat, dengan narasumber lain tampak kesulitan memberi sanggahan.

Mantan analis di Kementerian Keuangan ini menuturkan bahwa teknik data analytics, scraping, hingga open source intelligence (OSINT) dapat menjadi pintu masuk untuk melacak siapa saja yang pertama kali mendorong isu yang memicu gelombang demonstrasi.

Menurut Ferry, cukup dengan kata kunci di media sosial, alur penyebaran informasi bisa ditelusuri secara sistematis.

Pendekatan tersebut jelas berbeda dengan narasumber lain yang malam itu lebih banyak melempar spekulasi politik tanpa dasar empiris.

baca juga

Ferry bahkan memberi contoh praktis, “yang dia dukung instansi mana, yang tidak dia dukung siapa, yang dia serang, that's it, akun-akunnya, simple kok,” ucapnya yang kembali membuat narasumber lain tak banyak bicara.

Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa hasil penelusuran digital tidak serta merta bisa dijadikan bukti hukum.

"Temuan itu hanya starting point, bukan kesimpulan final. Aparat tetap perlu investigasi lebih lanjut,” jelasnya.

Klarifikasi ini menunjukkan integritas akademis Ferry yang tidak ingin temuan teknisnya disalahartikan atau dipolitisasi.

Performa Ferry malam itu langsung menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak netizen menilai kehadirannya menghadirkan warna baru dalam diskusi politik yang biasanya penuh spekulasi.

Pendekatan ilmiah dan berbasis data yang ia gunakan dinilai lebih konkret dan memberi perspektif berbeda.

Sebagai CEO Malaka Project, Ferry memang dikenal lama berkecimpung dalam dunia big data dan social media intelligence.

Pengalaman profesionalnya sebagai mantan analis di Kementerian Keuangan juga membentuk kemampuannya membaca pola data dengan presisi tinggi.

Tak heran jika argumen-argumennya sulit dibantah, bahkan oleh tokoh sekelas mantan Kepala Bais Soleman B. Ponto maupun pengamat politik yang terbiasa dengan analisis konvensional.

Apa yang dipaparkan Ferry memiliki implikasi penting bagi aparat penegak hukum Indonesia. Pendekatan berbasis data digital bisa menjadi game changer dalam investigasi aksi massa di era media sosial.

Namun, ia tetap mengingatkan pentingnya kehati-hatian agar data tidak ditarik ke kesimpulan yang gegabah.

Kehadiran Ferry dalam diskusi ini sekaligus menjadi kritik tersirat terhadap pola analisis lama yang cenderung retoris. Ia menunjukkan bahwa di era digital, spekulasi tidak cukup.

Analisis harus bisa diverifikasi dengan data. Dengan cara ini, pembahasan publik soal aksi massa dan kerusuhan bisa lebih objektif, akurat, dan solutif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSSI Pastikan Laga Timnas Indonesia di Jawa Timur Aman dari Demo Anarkis

PSSI Pastikan Laga Timnas Indonesia di Jawa Timur Aman dari Demo Anarkis

Bola | Rabu, 03 September 2025 | 12:44 WIB

Duduk di Sofa Mewah, Video Raisa cs Nyanyi Indonesia Jaya Tuai Pro Kontra: Turun ke Jalan Dong!

Duduk di Sofa Mewah, Video Raisa cs Nyanyi Indonesia Jaya Tuai Pro Kontra: Turun ke Jalan Dong!

Entertainment | Rabu, 03 September 2025 | 12:42 WIB

Ferry Irwandi Semprot Pihak yang Salahkan Demo Mahasiswa, Singgung Kenaikan Tunjangan saat Krisis

Ferry Irwandi Semprot Pihak yang Salahkan Demo Mahasiswa, Singgung Kenaikan Tunjangan saat Krisis

Entertainment | Rabu, 03 September 2025 | 12:17 WIB

Kutuk Brutalitas Aparat, Massa Emak-emak Bawa Sapu Lidi Geruduk DPR: Rakyat Tak Bisa Ditindas!

Kutuk Brutalitas Aparat, Massa Emak-emak Bawa Sapu Lidi Geruduk DPR: Rakyat Tak Bisa Ditindas!

News | Rabu, 03 September 2025 | 11:47 WIB

Pramono Pastikan Jakarta Kondusif, Ceritakan Jalan Pagi Bareng Istri Tanpa Pengawal

Pramono Pastikan Jakarta Kondusif, Ceritakan Jalan Pagi Bareng Istri Tanpa Pengawal

News | Rabu, 03 September 2025 | 11:28 WIB

Terkini

Hotman Paris Kena 'Semprot' Istana dan Gerindra Usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Jampidsus

Hotman Paris Kena 'Semprot' Istana dan Gerindra Usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 13:38 WIB

Promo Mako Cake & Bakery, Diskon Rp15.000 Khusus Nasabah BRI!

Promo Mako Cake & Bakery, Diskon Rp15.000 Khusus Nasabah BRI!

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 13:36 WIB

Pekerja Sawit Nyaris Diterkam Harimau di Perkebunan Siak: Saya Trauma

Pekerja Sawit Nyaris Diterkam Harimau di Perkebunan Siak: Saya Trauma

Riau | Senin, 20 Juli 2026 | 13:35 WIB

3 Cara Memakai Emas Menurut Feng Shui yang Dipercaya Ampuh Menarik Rezeki

3 Cara Memakai Emas Menurut Feng Shui yang Dipercaya Ampuh Menarik Rezeki

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 13:35 WIB

Cara Makan Enak di Marugame Udon Seharga Rp10 Ribu, Khusus Nasabah BRI

Cara Makan Enak di Marugame Udon Seharga Rp10 Ribu, Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 13:32 WIB

Lionel Messi Lewat! Kylian Mbappe Ukir Sejarah Top Skor Back-to-Back di Piala Dunia 2026

Lionel Messi Lewat! Kylian Mbappe Ukir Sejarah Top Skor Back-to-Back di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 13:31 WIB

Istana Minta Kasus Febrie Adriansyah Tak Dikaitkan dengan Presiden Prabowo

Istana Minta Kasus Febrie Adriansyah Tak Dikaitkan dengan Presiden Prabowo

News | Senin, 20 Juli 2026 | 13:30 WIB

Kak Seto Usul Seluruh RT di Jakarta Punya Seksi Perlindungan Anak

Kak Seto Usul Seluruh RT di Jakarta Punya Seksi Perlindungan Anak

News | Senin, 20 Juli 2026 | 13:29 WIB

FIFA Cuan Rp 161,7 Triliun dari Piala Dunia 2026, Rekor Finansial Terbesar Sepanjang Sejarah

FIFA Cuan Rp 161,7 Triliun dari Piala Dunia 2026, Rekor Finansial Terbesar Sepanjang Sejarah

News | Senin, 20 Juli 2026 | 13:28 WIB

4 Hari Tanpa Makanan, Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Lihat Ibunya Meninggal di Tengah Laut

4 Hari Tanpa Makanan, Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Lihat Ibunya Meninggal di Tengah Laut

Sulsel | Senin, 20 Juli 2026 | 13:26 WIB

×