Suara.com - Polda Metro Jaya kini telah meringkus sosok pemuda yang mengaku sebagai hacker Bjorka.
Nama Bjorka tentu tak asing lagi karena dahulu sempat menimbulkan teror di tengah masyarakat usai mengaku menjual data jutaan Warga Negara Indonesia ke situs gelap.
Bjorka pernah diburu oleh Kementerian Komunikasi dan Digital kala dahulu masih bernama Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kala itu, Kominfo bahkan tampak dibuat bertekuk lutut oleh Bjorka yang seakan-akan beraksi tanpa henti.
Publik sontak bertanya-tanya, apakah pemuda yang mengaku sebagai Bjorka tersebut benar-benar adalah Bjorka yang selama ini diburu Kominfo?
Tak cukup di situ, pertanyaan terkait asal muasal Bjorka juga mencuat.
Lantas, Bjorka orang mana? Apakah Bjorka yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya benar Bjorka yang dahulu sempat meneror masyarakat?
Bjorka: Hacker yang diduga orang Polandia ternyata dari Minahasa

Identitas Bjorka dahulu sempat menjadi misteri yang berusaha dipecahkan bersama oleh masyrakat.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pemuda 22 Tahun di Pelosok Minahasa, Benar Hacker Bjorka atau Sekadar Penipu Ulung?
Bjorka sempat memberi bocoran bahwa ia adalah orang Polandia yang punya koneksi dengan orang Indonesia yang tinggal di Warsawa.
Beberapa cuitan dari Bjorka di X dan forum hacker juga menandakan bahwa ia berasal dari salah satu negara paling bersejarah di Eropa itu.
Ia bahkan sempat mengaku menjalin koneksi dari WNI di Warsawa untuk banyak menggali informasi terkait Indonesia.
"Aku punya sahabat orang Indonesia di Warsawa. Kami banyak bertukar cerita dan ia memberi tahu betapa bobroknya Indonesia. Aku belajar banyak dari dirinya. Aku melakukan semua ini untuk dia," bunyi cuitan lawas Bjorka.
Cuitan viral tersebut akhirnya membuat gambaran terkait siapa Bjorka sebenarnya.
Sedikit demi sedikit Bjorka memberikan identitas dirinya dan memberi kisah motivasi dirinya meretas Indonesia.
Ia bahkan sempat menulis cuitan bahwa motifnya untuk meretas berbagai situs di Indonesia bermuatan politis. Ia melakukan semua peretasan demi sahabatnya karena dibuat kecewa dengan pemerintah.
Ancaman Bjorka lambat laun hilang dari peredaran. Masyarakat akhirnya tak lagi mendengar keberadaan Bjorka dan ia tampak telah menyelesaikan aksinya.
Namun kini, Polda Metro Jaya meringkus seorang pemuda yang digadang-gadang sebagai Bjorka.
Kendati demikian, tak dapat disimpulkan secara pasti apakah pemuda tersebut benar Bjorka yang sama dengan sosok hacker legendaris pada beberapa waktu silam.
Identitas sosok pemuda tersebut diketahui sebagai WFT (22) yang selama ini mengaku sebagai hacker 'Bjorka.'
WFT diringkus di kampung halamannya yang ternyata bukan di luar negeri, tetapi di Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara.
Sosok 'Bjorka' tersebut ternyata bukan ahli IT seperti yang orang kira. Ia bahkan belum menyelesaikan studinya di SMK alias tak lulus.
"Jadi yang bersangkutan ini bukan ahli IT dan tidak lulus SMK," beber Wakil Direktur Siber Direktorat Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
WFT diketahui hidup sebagai seorang pengangguran alias tak bekerja.
Ia belajar cara meretas situs dari berbagai forum di media sosial. WFT telah aktif di komunitas hacker sejak tahun 2020 silam.
"Jadi dia mempelajari segala sesuatu itu hanya dari IT, melalui komunitas-komunitas media sosial," lanjut Fian.
Terungkap bahwa WFT melakukan peretasan demi motif ekonomi, alias untuk menghasilkan uang.
"Jadi, motivasinya adalah masalah kebutuhan, masalah uang. Segala sesuatu yang dikerjakan sementara yang kita temukan adalah untuk mencari uang," timpal Kasubdit IV Ditres Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon dalam kesempatan yang sama.
Kontributor : Armand Ilham