Sejarah Baru! Energi Surya dan Angin Kalahkan Batu Bara di Tahun 2025

Ruth Meliana

Selasa, 07 Oktober 2025 | 12:40 WIB
Sejarah Baru! Energi Surya dan Angin Kalahkan Batu Bara di Tahun 2025
ilustrasi listrik tenaga surya (Pixabay)

Suara.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pembangkit listrik tenaga surya dan angin di seluruh dunia menghasilkan listrik lebih banyak dibandingkan pembangkit berbahan bakar batu bara.

Temuan ini menandai tonggak sejarah dalam perjalanan global menuju energi bersih, menurut laporan lembaga riset iklim Ember Energy dikutip dari The Guardian pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Dalam enam bulan pertama tahun 2025, energi terbarukan tumbuh lebih cepat dari peningkatan kebutuhan listrik dunia, menyebabkan konsumsi batu bara dan gas sedikit menurun.

Ember Energy mencatat, produksi listrik tenaga surya meningkat hampir sepertiga dibandingkan tahun lalu, memenuhi sekitar 83 persen pertambahan permintaan listrik global, sementara energi angin naik lebih dari 7 persen.

“Ini adalah momen penting dalam sejarah energi dunia,” kata Magorzata Wiatros-Motyka, analis senior listrik di Ember, dikutip dari The Guardian. “Pertumbuhan tenaga surya dan angin kini cukup cepat untuk mengikuti peningkatan kebutuhan listrik global. Kita sedang memasuki era baru di mana energi bersih mampu mengimbangi permintaan,” tambahnya.

Menurut laporan The Nation (7/10/2025), dua negara dengan populasi terbesar di dunia — Cina dan India — menjadi pendorong utama kenaikan kapasitas energi terbarukan. Kedua negara ini memperluas pembangkit tenaga surya dan angin dalam skala besar, berbeda dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa yang masih bergantung cukup kuat pada bahan bakar fosil.

Cina menambahkan kapasitas energi terbarukan lebih banyak dibandingkan gabungan seluruh negara lain di dunia, sehingga penggunaannya atas bahan bakar fosil turun 2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Sementara India berhasil meningkatkan produksi energi terbarukan hingga tiga kali lipat dari pertumbuhan permintaan listrik domestiknya, menyebabkan konsumsi batu bara dan gas turun masing-masing 3,1 persen dan 34 persen.

Namun, tidak semua wilayah menunjukkan tren serupa. Di Amerika Serikat, permintaan listrik justru tumbuh lebih cepat daripada kapasitas energi bersih yang tersedia, sehingga pembangkit batu bara meningkat 17 persen pada paruh pertama tahun ini.

baca juga

Sementara di Uni Eropa, meski permintaan listrik relatif stabil, cuaca ekstrem yang mengurangi tenaga angin dan air membuat gas dan batubara masih harus diandalkan — naik masing-masing 14 persen dan 1,1 persen.

Lembaga Energi Internasional (IEA) dalam laporan terpisah memperkirakan bahwa kapasitas energi terbarukan global bisa lebih dari dua kali lipat pada akhir dekade ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen peningkatan kapasitas akan datang dari tenaga surya.

“Pertumbuhan energi bersih dunia dalam beberapa tahun mendatang akan didominasi oleh tenaga surya,” ujar Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA dilansir dari The Guardian. “Namun, sumber lain seperti angin, tenaga air, bioenergi, dan panas bumi juga akan terus berperan penting.”

Cina diprediksi akan tetap menjadi pasar terbesar bagi energi terbarukan hingga akhir dekade, sementara India menempati posisi kedua. Selain itu, beberapa negara berkembang seperti Arab Saudi, Pakistan, dan sejumlah negara Asia Tenggara juga bersiap memperluas penggunaan energi surya mereka secara signifikan.

capaian ini bukan sekadar kemenangan statistik, melainkan bukti nyata bahwa peralihan energi dunia mulai bergerak ke arah yang benar. Lonjakan pembangkit listrik tenaga surya dan angin menjadi sinyal bahwa transisi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan kini tak lagi sekadar wacana.

Meski begitu, tantangan masih besar. Di banyak negara maju, infrastruktur lama yang masih bergantung pada bahan bakar fosil serta fluktuasi cuaca ekstrem kerap menjadi hambatan dalam mempertahankan pasokan energi hijau secara stabil.

Dengan biaya panel surya dan turbin angin yang terus menurun, serta investasi besar-besaran dari sektor swasta dan pemerintah, energi bersih diperkirakan akan menjadi tulang punggung sistem kelistrikan global dalam dekade mendatang.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLTP Ulubelu Jadi Studi Kasus Organisasi Internasional Sebagai Energi Listrik Ramah Lingkungan

PLTP Ulubelu Jadi Studi Kasus Organisasi Internasional Sebagai Energi Listrik Ramah Lingkungan

Bisnis | Sabtu, 27 September 2025 | 16:41 WIB

Grand Indonesia dan iForte Energi Luncurkan Pusat Tenaga Surya Diklaim Terbesar di Jakarta Pusat

Grand Indonesia dan iForte Energi Luncurkan Pusat Tenaga Surya Diklaim Terbesar di Jakarta Pusat

Tekno | Kamis, 25 September 2025 | 17:17 WIB

Ratusan Izin Usaha Pertambangan Dibekukan Sementara, Begini Kata ESDM

Ratusan Izin Usaha Pertambangan Dibekukan Sementara, Begini Kata ESDM

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 08:45 WIB

Terkini

Pencuri Motor Ojol Wanita Disabilitas di Medan Ditangkap, Kaki Ditembak

Pencuri Motor Ojol Wanita Disabilitas di Medan Ditangkap, Kaki Ditembak

Sumut | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Dua Anak Luka Bakar, Ini Detik-detik Mencekam Kebakaran Rumah di Pajang Solo

Dua Anak Luka Bakar, Ini Detik-detik Mencekam Kebakaran Rumah di Pajang Solo

Jawa Tengah | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Pegang Info Vital, Ferry Boboho Dilindungi LPSK di Kasus Febrie karena Ada Potensi Ancaman!

Pegang Info Vital, Ferry Boboho Dilindungi LPSK di Kasus Febrie karena Ada Potensi Ancaman!

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Review Silo Season 2: Misteri Pintu Besi dan Kebohongan Massal Penguasa!

Review Silo Season 2: Misteri Pintu Besi dan Kebohongan Massal Penguasa!

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Pesawat TNI AL Keluar Landasan di Bandara Sultan Hasanuddin, Runway Ditutup

Pesawat TNI AL Keluar Landasan di Bandara Sultan Hasanuddin, Runway Ditutup

Sulsel | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Skandal Daster Pink di Rumah Kos: Oknum Pegawai BPN Tuban Kepergok Ngamar dengan Istri Orang

Skandal Daster Pink di Rumah Kos: Oknum Pegawai BPN Tuban Kepergok Ngamar dengan Istri Orang

Jatim | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Wangi Manis Segar yang Nggak Eneg! 6 Parfum Berry Notes untuk Sehari-hari

Wangi Manis Segar yang Nggak Eneg! 6 Parfum Berry Notes untuk Sehari-hari

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Harga Emas Antam Makin Mahal, Modal Rp1 Juta Kini Tak Cukup Beli 0,5 Gram

Harga Emas Antam Makin Mahal, Modal Rp1 Juta Kini Tak Cukup Beli 0,5 Gram

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Lagi-lagi Taksi Green SM Tertemper KRL, Kali Ini Ringsek di Stasiun Karet

Lagi-lagi Taksi Green SM Tertemper KRL, Kali Ini Ringsek di Stasiun Karet

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Pesan Digital ala Gen Z: Kenapa Stiker Chat Selalu Hadir di Setiap Obrolan?

Pesan Digital ala Gen Z: Kenapa Stiker Chat Selalu Hadir di Setiap Obrolan?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:43 WIB

×