Warga Cikande Tolak Relokasi, Ini Dampak Jangka Panjang Terpapar Radiasi Cesium-137

M Nurhadi

Jum'at, 17 Oktober 2025 | 16:03 WIB
Warga Cikande Tolak Relokasi, Ini Dampak Jangka Panjang Terpapar Radiasi Cesium-137
Warga menaiki sepeda listrik saat melintas di dekat plang pengawasan kerawanan bahaya radiasi yang terpasang di lokasi ditemukannya cemaran Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (2/10/2025). [ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym]
baca 10 detik
  • Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus memproses relokasi 22 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di zona merah radiasi Cesium-137 di Cikande, Serang. P
  • enolakan warga menjadi tantangan, yang diduga karena efek jangka panjang zat radioaktif (waktu paruh 30 tahun) tidak langsung terasa. 
  • Tim gabungan dari KLH, Brimob Polri, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan Dinas Kesehatan setempat dikerahkan untuk melakukan penanganan dan dekontaminasi.

Suara.com - Kasus pencemaran zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, masih menjadi perhatian utama pemerintah.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaporkan bahwa proses dekontaminasi di 10 titik yang terkontaminasi, baik di kawasan industri maupun permukiman warga, terus berjalan.

Fokus penanganan saat ini adalah upaya relokasi bagi warga yang tinggal di area paling terdampak. Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) telah disarankan untuk dipindahkan karena bermukim di zona merah paparan radiasi.

Tim gabungan dari KLH, Brimob Polri, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan Dinas Kesehatan setempat dikerahkan untuk melakukan penanganan dan dekontaminasi.

Meski berada di zona risiko tinggi, dilaporkan bahwa warga yang tinggal di Kampung Sadang, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, yang menjadi titik zona merah pencemaran, menunjukkan penolakan terhadap rencana relokasi.

Salah satu alasan penolakan ini adalah karena warga merasa tidak mengalami dampak kesehatan secara langsung akibat radiasi.

Penolakan ini memunculkan pertanyaan kritis: berapa lama sebenarnya efek radiasi Cesium-137 baru dapat dirasakan?

Efek Radiasi Cesium-137: Bahaya yang Terakumulasi Puluhan Tahun

Cesium-137 dikenal sebagai radionuklida dengan potensi bahaya jangka panjang yang serius karena memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun.

baca juga

Artinya, zat ini memerlukan puluhan tahun agar setengah dari zatnya meluruh dan berhenti memancarkan radiasi.

Meskipun efek langsung (Sindrom Radiasi Akut) seperti mual, muntah, dan diare dapat terjadi dalam hitungan jam atau hari pada kasus paparan dosis sangat tinggi, bahaya utama dari Cs-137 adalah dampak akumulasinya dalam jangka panjang:

  • Jalur Paparan: Paparan dapat terjadi secara eksternal (radiasi gamma dari luar tubuh) maupun internal. Paparan internal—yang terjadi saat Cesium-137 masuk ke tubuh melalui udara yang dihirup atau makanan/minuman yang tertelan—menjadi sangat berbahaya.
  • Bioakumulasi dan Kronisitas: Tubuh manusia tidak dapat membuang Cesium dengan cepat. Zat ini dapat menumpuk (bioakumulasi) seiring waktu, yang mengakibatkan masalah kesehatan kronis yang tidak langsung terlihat.
  • Dampak Jangka Panjang: Akumulasi ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ, penurunan signifikan pada sistem kekebalan tubuh, penuaan sel yang lebih cepat, hingga peningkatan risiko kanker yang baru muncul di kemudian hari.

Oleh karena itu, meskipun warga belum merasakan dampak fisik, status zona merah menunjukkan risiko akumulasi radiasi yang dapat mengancam kesehatan mereka di masa depan.

Hal ini pula yang mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pemeriksaan kesehatan masif, di mana sembilan pekerja di Cikande telah dikonfirmasi positif terpapar Cs-137 berdasarkan hasil uji Whole Body Counting.

Terkait biaya dan tanggung jawab penanganan, KLH menegaskan adanya pemisahan jelas berdasarkan lokasi tercemar:

  1. Kawasan Industri: Proses dan pembiayaan dekontaminasi di kawasan industri sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak industri terkait.
  2. Wilayah Permukiman: Sebaliknya, untuk wilayah permukiman warga, seluruh proses dekontaminasi dan relokasi menjadi tanggung jawab penuh negara.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, sebelumnya telah menyampaikan bahwa selain proses relokasi di zona merah, pemeriksaan kesehatan massal juga telah dilakukan secara intensif terhadap warga yang berada di zona kuning untuk memitigasi dampak kesehatan jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Fakta Radiasi Cs-137 PT PMT Cikande: Pemilik Diduga WNA Kabur ke Luar Negeri?

4 Fakta Radiasi Cs-137 PT PMT Cikande: Pemilik Diduga WNA Kabur ke Luar Negeri?

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:14 WIB

Kasus Udang Tercemar Radioaktif, Greenpeace Soroti Kecerobohan Pemerintah Awasi Industri Logam

Kasus Udang Tercemar Radioaktif, Greenpeace Soroti Kecerobohan Pemerintah Awasi Industri Logam

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:21 WIB

Horor Cesium-137 Cikande: Radiasi 875.000 Kali Normal, Pemerintah Stop Impor Besi Tua

Horor Cesium-137 Cikande: Radiasi 875.000 Kali Normal, Pemerintah Stop Impor Besi Tua

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 13:52 WIB

Terkini

Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak

Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:02 WIB

4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu

4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:01 WIB

4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja

4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:59 WIB

Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'

Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:59 WIB

Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight

Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight

Jogja | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:58 WIB

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental

Bekaci | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:54 WIB

PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki

PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:49 WIB

Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:45 WIB

Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU

Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:40 WIB

Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea

Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:37 WIB

×