Keramik Popping: Hal yang Menyebabkan dan Cara Mengatasinya

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:55 WIB
Keramik Popping: Hal yang Menyebabkan dan Cara Mengatasinya
Terjadinya popping atau lantai meledak bisa disebabkan karena produk perekat keramik yang kurang menempel (freepik)

Suara.com - Setiap jenis lantai memiliki risiko kerusakan yang bervariasi. Sebagai contoh yaitu penggunaan lantai keramik yang identik dengan risiko popping atau lantai yang meledak.

Kondisi tersebut tentunya tidak terjadi begitu saja. Meledaknya keramik umumnya dipicu oleh beberapa hal yang menyangkut kualitas dari keramik itu sendiri hingga teknik pemasangan yang keliru. Untuk mengatasinya pun ada beberapa cara yang bisa dilakukan bergantung pada hal-hal yang menyebabkan kerusakan tersebut bisa terjadi.

Artikel ini akan membahas tentang penyebab lantai keramik bisa meledak dan cara untuk mengatasinya. Simak pembahasan lebih lengkapnya berikut.

Penyebab Keramik Popping

Keramik yang meledak tentu bisa sangat mengganggu apabila tidak dengan segera diatasi. Sebelum membahas lebih lanjut tentang hal-hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keramik dengan jenis kerusakan satu ini, ada baiknya Anda kenali lebih dulu tentang penyebabnya.

Pasalnya dengan mengetahui penyebab lantai popping, Anda bisa mengatasinya dengan benar. Untuk itu, berikut ini beberapa hal yang dinilai bisa menjadi pemicu lantai pada bangunan Anda mengalami popping atau meledak.

*Perubahan Suhu
Hal pertama yang memiliki potensi menjadi penyebab lantai di bangunan Anda bisa meledak yaitu karena adanya perubahan suhu. Keramik sendiri memiliki sifat yang bisa memuai dan menyusut bergantung pada suhu.

Apabila suhu sedang panas, maka keramik akan memuai, sementara ketika suhu sedang dingin, keramik akan kembali menyusut. Saat ruang gerak keramik tidak cukup, proses pemuaian jadi terhambat yang kemudian membuat keramik pecah hingga meledak.

*Kualitas Keramik Buruk
Penyebab kedua yang membuat keramik meledak yaitu karena kualitas keramik yang digunakan cenderung buruk. Dengan kualitas yang tidak terjamin, maka keramik lebih gampang rapuh dan mengalami kerusakan.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk lebih bijak dalam memilih keramik yang akan digunakan. Meski dibanderol dengan biaya yang lebih tinggi, namun keramik tersebut bisa menjadi investasi jangka panjang dan lebih aman karena risiko membahayakan lebih minim terjadi.

*Perekat Keramik Kurang Menempel
Produk perekat keramik yang kurang menempel juga bisa menjadi pemicu berikutnya lantai di bangunan Anda meledak atau popping. Dengan kualitas produk perekat yang tidak sesuai standar, hal ini menyebabkan keramik jadi tidak sempurna dalam menahan beban.

Alhasil, keramik lebih mudah retak bahkan mungkin untuk meledak. Untuk itu, Anda perlu memilih produk perekat yang tepat. Salah satu rekomendasi produk yang bisa Anda percaya yaitu SikaCeram®-150 CA TileFix.

Produk perekat keramik ini sudah siap pakai yang terdiri dari satu komponen. Beberapa keunggulan yang bisa dirasakan dengan menggunakan series SikaCeram ini yaitu memiliki daya lekat yang sangat baik, mudah diaplikasikan, dan penggunaannya cocok untuk area kering.

SikaCeram®-150 CA TileFix sangat fleksibel dan bisa membantu Anda merekatkan beragam jenis lantai seperti keramik, marmer, batu alam, dan granit. Kemudian selain bisa digunakan untuk aplikasi di lantai, produk ini juga dapat digunakan untuk merekatkan keramik dinding yang jenis standar.

*Benturan pada Keramik
Keramik meledak juga bisa disebabkan karena adanya benturan kencang. Biasanya hal ini terjadi ketika ada benda berat yang jatuh dan mengenai keramik hingga terjadinya bencana alam gempa bumi.

Benturan maupun pergerakan tersebut merupakan awal mula yang menyebabkan keramik di hunian Anda popping.

*Permukaan Tidak Rata
Penyebab terakhir yang bisa membuat lantai Anda popping yaitu karena permukaannya tidak rata. Untuk itu sebelum melakukan pemasangan keramik, pastikan Anda mempersiapkan permukaan dengan baik.

Bersihkan area yang akan dipasangi keramik dari debu, batu, dan puing-puing lainnya. Sementara jika Anda memaksa untuk memasang keramik di tempat yang tidak rata, keramik akan mudah pecah.

Cara Mengatasi Keramik Popping

Kerusakan pada keramik layaknya yang mengalami popping perlu segera diatasi supaya aktivitas bisa kembali dilakukan dengan nyaman. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan keramik meledak ialah sebagai berikut.

*Menggunakan Tile Adhesive Terbaik
Untuk memperbaiki keramik yang meledak, maka pemasangan kembali harus didukung dengan penggunaan tile adhesive atau perekat keramik yang terbaik.

Beberapa kriteria yang bisa Anda perhatikan dalam memilih perekat keramik di antaranya yaitu daya rekat yang tinggi, kemampuan mengikuti muai-susut keramik, hingga kemudahan aplikasi.

Selain series 150, ada pula SikaCeram®-200 TA Tilefix yang juga bisa menjadi produk perekat andalan Anda. Anda bisa menggunakan produk ini untuk merekatkan keramik berukuran besar untuk area-area yang terendam air.

Keunggulan lainnya yaitu SikaCeram®-200 TA Tilefix dapat digunakan untuk aplikasi tile on tile, memiliki daya rekat yang baik, dan bisa menempelkan lantai baik untuk area interior maupun eksterior.

*Memasang Keramik dengan Benar
Untuk mencegah dan mengatasi keramik popping, Anda perlu memasang keramik dengan cara yang tepat. Supaya hasilnya memuaskan, sebaiknya pemasangan keramik dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman.

Pasalnya tenaga profesional tersebut sudah pasti memahami hal-hal yang bisa menjadi penyebab keramik mengalami popping dan menghindarinya selama proses pemasangan, seperti melakukan persiapan dengan matang hingga memperhatikan suhu dan kelembapan.

Produk perekat keramik Sika sudah siap pakai yang terdiri dari satu komponen (Dok: Sika Indonesia)
Produk perekat keramik Sika sudah siap pakai yang terdiri dari satu komponen (freepik)

*Menjaga Kebersihan
Kebersihan lantai menjadi salah satu kunci panjangnya usia keramik. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menjaga kebersihan lantai dengan baik.

Untuk menjaga keramik dari debu, noda, dan jenis kotoran lainnya, Anda bisa membersihkan lantai dengan menggunakan sapu, kain pel, atau bisa juga dengan memanfaatkan penyedot debu.

Kemudian supaya keramik tidak mudah rusak, pastikan Anda memilih produk dan alat pembersih yang lembut. Dengan begitu, keramik tidak hanya terhindar dari risiko popping, tetapi tampilannya juga tetap terjaga.

*Rutin Melakukan Pemeriksaan
Supaya keramik di bangunan Anda tidak sampai mengalami popping di kemudian hari, maka Anda perlu rutin melakukan pemeriksaan. Segera lakukan perbaikan apabila keramik mulai muncul retakan meski baru terlihat samar.

Dengan memeriksa kondisi lantai secara berkala, Anda jadi bisa mendeteksi kerusakan sedini mungkin dan mencegah kerusakan yang lebih parah di masa mendatang.

Cegah Keramik Popping dengan Gunakan Perekat Andalan dari Sika

Sika merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi bangunan. Salah satu produk yang dimilikinya yaitu tile adhesive atau perekat keramik.

Bagi Anda yang memiliki permasalahan berupa keramik meledak atau popping, Anda bisa menggunakan produk-produk seperti SikaCeram®-150 CA TileFix dan SikaCeram®-200 TA sebagai solusinya.

Anda tidak perlu takut untuk menggunakan produk tersebut karena Sika merupakan perusahaan yang sudah berpengalaman dan telah memiliki jam terbang selama 114 tahun.

Di Indonesia, rekam jejak Sika sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain pernah bekerja sama dengan proyek ternama layaknya MRT, Sika juga meluncurkan produk waterproofing berbasis semen untuk pertama kalinya di sini.

Sementara di ranah internasional, salah satu proyek yang juga mempercayakan Sika sebagai solusi yaitu Renovasi Lantai Keramik di PLTA di Eglisau, Swiss pada tahun 2012.

Apabila Anda tertarik untuk memperbaiki kerusakan pada lantai keramik, entah itu akibat retak biasa maupun popping, Anda bisa melakukan konsultasi lebih dulu dengan Sika Indonesia di sini.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menavigasi Revolusi Kendaraan Listrik ASEAN: Peran VinFast di Pasar Global Baru

Menavigasi Revolusi Kendaraan Listrik ASEAN: Peran VinFast di Pasar Global Baru

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:40 WIB

LMS 2025, Unilever: Media Lokal Jadi Jembatan Informasi Perusahaan untuk Jangkau Pemahaman Konsumen

LMS 2025, Unilever: Media Lokal Jadi Jembatan Informasi Perusahaan untuk Jangkau Pemahaman Konsumen

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:00 WIB

TEI 2025: Punya 7 Sertifikasi, Permen Jahe Produksi Binaan LPEI Ini Berjaya di Amerika

TEI 2025: Punya 7 Sertifikasi, Permen Jahe Produksi Binaan LPEI Ini Berjaya di Amerika

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:00 WIB

TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching

TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:08 WIB

LMS 2025: Infrastruktur Bendungan dan Pengadaan Pangan Jadi Dua Sisi Mata Uang Tak Terpisahkan

LMS 2025: Infrastruktur Bendungan dan Pengadaan Pangan Jadi Dua Sisi Mata Uang Tak Terpisahkan

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:19 WIB

10 Tips dari Guru Besar Kriminologi UI Ini Jamin Karya Jurnalis Lebih Konstruktif, Antiperpecahan

10 Tips dari Guru Besar Kriminologi UI Ini Jamin Karya Jurnalis Lebih Konstruktif, Antiperpecahan

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:10 WIB

Terkini

Sholat Idulfitri 2026 Jam Berapa? Cek Jadwal Ini Supaya Tidak Tertinggal

Sholat Idulfitri 2026 Jam Berapa? Cek Jadwal Ini Supaya Tidak Tertinggal

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:25 WIB

Salat Idulfitri Jam Berapa? Ini Beda Jadwal Muhammadiyah dan NU

Salat Idulfitri Jam Berapa? Ini Beda Jadwal Muhammadiyah dan NU

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:20 WIB

Lelah di Perjalanan Mudik? Bisa Singgah di Pondok Rehat untuk Pulihkan Stamina

Lelah di Perjalanan Mudik? Bisa Singgah di Pondok Rehat untuk Pulihkan Stamina

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:19 WIB

Tips Menghindari Microsleep saat Menyetir Jarak Jauh Sambil Puasa, Mudik Aman Sentosa

Tips Menghindari Microsleep saat Menyetir Jarak Jauh Sambil Puasa, Mudik Aman Sentosa

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:11 WIB

Anak-anak Bakal Nikmati Libur Lebaran Seru, Yuk Nonton Pelangi di Mars Lebih Hemat Pakai BRImo

Anak-anak Bakal Nikmati Libur Lebaran Seru, Yuk Nonton Pelangi di Mars Lebih Hemat Pakai BRImo

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:07 WIB

Bacaan Takbir Salat Idulfitri, Simak Tata Caranya yang Wajib Dipahami

Bacaan Takbir Salat Idulfitri, Simak Tata Caranya yang Wajib Dipahami

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:59 WIB

Sakit di Penghujung Ramadan, Benarkah Tanda Dosa Dihapus?

Sakit di Penghujung Ramadan, Benarkah Tanda Dosa Dihapus?

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:30 WIB

Niat Membayar Fidyah Puasa dengan Beras, Berapa Besarannya?

Niat Membayar Fidyah Puasa dengan Beras, Berapa Besarannya?

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:15 WIB

Tak Perlu Gengsi, Ini Keutamaan Minta Maaf Duluan saat Lebaran

Tak Perlu Gengsi, Ini Keutamaan Minta Maaf Duluan saat Lebaran

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:04 WIB

Tren Mudik Bersama 2026, Cara Efektif Kurangi Macet dan Kendaraan Pribadi

Tren Mudik Bersama 2026, Cara Efektif Kurangi Macet dan Kendaraan Pribadi

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:51 WIB