SPF Lebih Tinggi Pasti Lebih Baik? Ini 5 Mitos Sunscreen yang Ternyata Salah Kaprah

Nur Khotimah Suara.Com
Kamis, 13 November 2025 | 20:30 WIB
SPF Lebih Tinggi Pasti Lebih Baik? Ini 5 Mitos Sunscreen yang Ternyata Salah Kaprah
Ilustrasi mitos sunscreen. (Google AI Studio)
Baca 10 detik
  • Sunscreen penting digunakan setiap hari, terutama bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan.
  • Banyak mitos keliru soal sunscreen beredar di media sosial, membuat orang salah memilih atau menggunakannya.
  • Penting memahami fakta ilmiah agar perlindungan kulit dari sinar UV tetap optimal dan tidak tertipu oleh hoaks seputar sunscreen.

Suara.com - Sunscreen memang menjadi produk wajib dalam rutinitas skincare harian, terutama bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Namun, informasi yang keliru soal penggunaan sunscreen masih sering beredar luas di media sosial.

Beberapa mitos bahkan membuat orang salah memilih atau menggunakan sunscreen dengan cara yang tidak efektif.

Akibatnya, perlindungan kulit dari sinar UV justru tidak optimal meski sudah rajin memakai sunscreen setiap hari.

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja mitos tentang sunscreen agar kulit tetap sehat dan terlindungi.

Melansir Hindustan Times, berikut lima mitos soal sunscreen yang ternyata cuma hoaks, lengkap dengan penjelasan ilmiah agar kamu tak lagi tertipu.

Ilustrasi pentingnya memakai sunscreen saat musim hujan. (Google AI Studio)
Ilustrasi sunscreen. (Google AI Studio)

Mitos 1: Sunscreen dengan SPF Tinggi, Perlindungannya Lebih Baik

Banyak orang yang percaya bahwa sunscreen dengan SPF lebih tinggi akan memberikan perlindungan yang lebih baik. Tapi itu ternyata tidak sepenuhnya benar.

Perlu diketahui, SPF menunjukkan tingkat perlindungan dari sinar UVB. Padahal kulit juga butuh pelindungan dari UVA. Oleh karena itu, penting untuk memilih sunscreen yang dilengkapi dengan PA.

Baca Juga: 10 Tren Bahan Skincare yang Populer Selama 2025, Vitamin C Tak Lekang Waktu

Jadi SPF tinggi tidak menjamin perlindungan yang lebih baik untuk kulit, terlebih jika tidak ada PA-nya. Sehingga perlu juga diperhatikan tingkat PA-nya agar kulit terlindungi dari sinar UVA.

"Sinar UVA juga dapat menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit," kata Ahli Kosmetik sekaligus Dokter Estetika, dr. Karuna Malhotra.

"Oleh karena itu, sebaiknya pilih tabir surya berspektrum luas yang melindungi dari radiasi UVA dan UVB," imbuh sang dokter menjelaskan.

Mitos 2: Orang Berkulit Gelap Tak Perlu Pakai Sunscreen

Kata dr. Karuna Malhotra, meskipun memiliki perlindungan UV yang lebih baik, mereka yang berkulit gelap tetap harus menggunakan tabir surya spektrum penuh (mengandung SPF dan PA tinggi).

"Melanin tidak efektif melawan kerusakan akibat UVA, yang dapat menyebabkan penuaan dini dan kerutan pada kulit. Selain itu, melanin tidak akan melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berkepanjangan tanpa perlindungan," tutur dr. Karuna Malhotra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI