- Sport tourism memadukan olahraga dan pariwisata, berpotensi besar menghidupkan ekonomi lokal melalui pengeluaran wisatawan dan pendukungnya.
- Event olahraga seperti MCS Il Festino 2025 di Yogyakarta melibatkan ekosistem komunitas, relawan, dan UMKM setempat secara kolektif.
- Penyelenggara berupaya meningkatkan standar keselamatan dan fasilitas untuk memperkuat citra destinasi sport tourism yang aman dan berkualitas.
Dengan jarak Gran Fondo 135 KM dan Medio Fondo 84 KM, para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menikmati rute yang menampilkan lanskap khas Yogyakarta dan sekitarnya.
Widya Permana, Project Director MCS Il Festino 2025, menegaskan bahwa acara ini dirancang bukan hanya sebagai ajang balap semata, tetapi sebagai bentuk kontribusi terhadap wisata olahraga yang berkelanjutan.
“Sport tourism punya kekuatan besar untuk menghidupkan daerah. Ajang ini melibatkan komunitas pesepeda, relawan, UMKM lokal, hingga masyarakat sekitar untuk menciptakan energi positif sepanjang acara,” ujarnya.
Antusiasme ini juga berbalas apresiasi melalui kategori kompetisi yang beragam, mulai dari General Classification, Sprint, hingga King dan Queen of Mountain, dengan total hadiah mencapai Rp 62 juta. Para juara datang dari berbagai latar belakang, menunjukkan betapa inklusifnya olahraga sepeda di Indonesia.
Fokus pada Standar Tinggi dan Pengalaman Peserta
Menurut Race Director Daryadi Sadmoko, penyelenggara terus meningkatkan kualitas event setiap tahun. Standar keselamatan diperketat, fasilitas ditingkatkan, dan pengalaman peserta menjadi prioritas utama.
Pendekatan ini tidak hanya memberi kenyamanan bagi peserta, tetapi juga memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism yang serius, aman, dan berkelas.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup aktif, sport tourism menjadi peluang strategis bagi kota-kota di Indonesia.
Event besar seperti MCS Il Festino bukan hanya meramaikan satu hari pelaksanaan, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang: kunjungan wisata berulang, promosi daerah melalui peserta internasional, hingga peningkatan kapasitas usaha lokal.
Baca Juga: Kemenpar Genjot Gerakan Wisata Bersih, Destinasi RI Makin Ramah Lingkungan