- Aeon Group bersama Aeon 1% Club Foundation menyalurkan donasi Rp4,1 miliar melalui BAZNAS RI untuk pemulihan pascabencana Sumatra.
- Bantuan fokus pada program recovery seperti renovasi sekolah/madrasah, perlengkapan 600 siswa, dan logistik bagi 500 keluarga.
- Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak agar kembali mandiri pasca-Desember 2025.
Suara.com - Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi sebagian masyarakat di Pulau Sumatra. Setelah bencana alam yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir Desember 2025, banyak keluarga harus memulai tahun dengan kehilangan, rumah rusak, sekolah terhenti, usaha lumpuh, dan rutinitas yang berubah drastis.
Namun di tengah ujian itu, Ramadan hadir bukan hanya sebagai bulan ibadah, melainkan juga sebagai momentum bangkit dan mempercepat pemulihan kehidupan sosial, ekonomi, serta pendidikan agar masyarakat kembali mandiri.
Di bulan penuh berkah ini, semangat gotong royong terasa semakin nyata. Bukan hanya lewat doa dan empati, tetapi juga melalui aksi sederhana yang berdampak besar, termasuk dari aktivitas belanja sehari-hari.
Komitmen itu terlihat dari langkah Aeon Group bersama Aeon 1% Club Foundation yang menyalurkan bantuan melalui BAZNAS RI untuk mendukung pemulihan pascabencana di Sumatra.
Sejak akhir Desember hingga Januari 2026, donasi dikumpulkan dari karyawan dan pelanggan Aeon Group Indonesia serta Aeon Group Jepang. Total bantuan yang terkumpul dan diserahkan mencapai sekitar Rp4,1 miliar.
Angka ini bukan sekadar nominal, melainkan representasi kepedulian ribuan orang yang menyisihkan sebagian rezekinya, bahkan saat berbelanja kebutuhan harian.
Presiden Direktur AEON Indonesia, Takahiro Osugi, menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak berhenti pada bantuan darurat semata.
“Kami memiliki komitmen untuk tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan jangka panjang, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, dua hal penting yang menjadi fondasi masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.
Ramadan menjadi momen yang sangat relevan untuk mewujudkan komitmen itu. Bantuan yang disalurkan difokuskan pada program recovery, seperti renovasi dua unit sekolah dan tiga unit madrasah, penyediaan perlengkapan sekolah untuk 600 siswa, layanan kesehatan, serta paket logistik bagi 500 keluarga.
Baca Juga: Ribuan Orang Sudah Manfaatkan Program Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta, Ini Syaratnya!
Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan kebersamaan dan harapan baru, dukungan terhadap sekolah dan layanan kesehatan menjadi simbol bahwa masa depan anak-anak Sumatra tetap dijaga.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menjelaskan bahwa fase pemulihan kini menjadi fokus utama.
“BAZNAS telah memasuki program recovery guna mempercepat kembalinya kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan agar masyarakat terdampak kembali mandiri. Kolaborasi ini merupakan bukti nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang luar biasa,” jelasnya.
Semangat itu terasa semakin kuat di bulan Ramadan, ketika nilai berbagi menjadi gaya hidup. Setiap transaksi, setiap donasi kecil di kasir, hingga kontribusi dari lintas negara menunjukkan bahwa solidaritas tidak mengenal batas geografis.
Dari pusat perbelanjaan hingga lokasi terdampak bencana, ada benang merah yang menghubungkan: keinginan untuk melihat Sumatra kembali tersenyum.
Kerja sama antara Aeon dan BAZNAS yang telah terjalin sejak 2018 menjadi fondasi kepercayaan bahwa bantuan akan tepat sasaran.
“Kami percaya bahwa melalui kolaborasi dengan BAZNAS, sedekah ini dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” tambah Osugi.
Rizaludin pun menyampaikan apresiasi atas partisipasi manajemen, karyawan, dan pelanggan Aeon. Ia berharap sinergi ini terus berlanjut dalam upaya menyejahterakan umat dan membantu mereka yang membutuhkan.
Di bulan suci ini, recovery bukan sekadar istilah program, melainkan gerakan kolektif. Ramadan membuktikan bahwa kebangkitan sosial dan ekonomi bisa dimulai dari langkah sederhana, dari keputusan untuk peduli, dari belanja yang disertai niat berbagi, hingga kolaborasi lintas institusi yang menghadirkan harapan nyata.
“Harapan kami, langkah kecil ini dapat membantu mempercepat pemulihan pascabencana terutama di sektor pendidikan, dan memberikan semangat baru bagi warga yang sedang bangkit kembali,” tutup Osugi.