- BMKG prediksi Gerhana Bulan Total terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
- PBNU dan Muhammadiyah imbau umat Islam laksanakan Salat Gerhana setelah Magrib.
- Puncak gerhana di wilayah Barat Indonesia diperkirakan terjadi pukul 18.33 WIB.
"Secara fiqih, shalat Gerhana Bulan hanya bisa digelar apabila gerhana tersebut merupakan gerhana yang kasat mata sehingga terlihat dengan jelas proses berubah menjadi gelapnya bagian Bulan," ungkap laman resmi NU.
Berikut waktu Salat Gerhana dari Nahdlatul Ulama:
- Waktu Indonesia bagian barat (WIB) pada Maghrib – 20:17 WIB
- Waktu Indonesia bagian tengah (WITA) pada Maghrib – 21:17 WITA
- Waktu Indonesia bagian timur (WIT) pada 18:50 – 22:17 WIT.
"Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia berada dalam kawasan yang dilalui gerhana tersebut. Karena itu, umat Islam di Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk penghambaan dan zikir kepada Allah SWT," bunyi imbauan dari Muhammadiyah.
Berikut waktu Salat Gerhana 3 Maret 2026 dari Muhammadiyah:
Wilayah WIB dan WITA
Gerhana sebagian telah berlangsung sejak sebelum Matahari terbenam, sehingga salat gerhana dapat dilaksanakan setelah salat Magrib hingga berakhirnya gerhana:
WIB: sampai pukul 20.17.10
WITA: sampai pukul 21.17.10
Wilayah WIT
Gerhana mulai tampak setelah Matahari terbenam, sehingga Salat Gerhana dapat dilaksanakan sejak:
Baca Juga: Ini Alasan MUI Kutuk Serangan Israel, Desak Pemerintah Indonesia Keluar dari BoP
- Mulai: pukul 18.50.00 WIT
- Berakhir: pukul 22.17.10 WIT
Tata Cara: Dilakukan dua rakaat (disunahkan berjemaah), di mana setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku' dan dua kali sujud (dua kali berdiri/qiyam).
Waktu: Dimulai saat gerhana terjadi hingga gerhana berakhir atau matahari/bulan kembali terang.