Selat Hormuz ternyata tidak ditutup secara resmi melainkan terjadi penurunan drastis untuk lalu lintas tanker. Hal itu dikarenakan adanya sistem navigasi satelit yang terganggu.
Sebelumnya, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris memberikan laporan bahwa terjadi beberapa kali serangan pada dua sisi selat. Selain itu, ada gangguan elektronik tinggi untuk sistem pelacakan kapal.
Bahkan, kapal drone yang membawa bom sempat menyerang tanker berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman, mengarah ke area selat dari sisi timur hingga menyebabkan satu pelaut tewas.
Iran akan melancarkan serangan serta mengancam kapal yang nekat mendekati Selat Hormuz.
Adanya penyerangan tersebut membuat berbagai perusahaan pelayaran dunia menghentikan operasionalnya pada area rawan itu.
Dampak Selat Hormuz Ditutup bagi Indonesia
Penutupan Selat Hormuz ternyata memberikan dampak langsung bagi rute-rute perdagangan Indonesia, khususnya kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
Sekarang, Selat Homuz merupakan jalur pelayaran paling sibuk serta strategis untuk perdagangan energi maupun barang global telah ditutup. Lalu, kapal komersial tetap dilarang keras mendekati wilayah tersebut.
Adanya pembatasan seperti itu membuat arus kapal dagang yang membawa komoditas maupun barang jadi terhambat.
Maka dari itu, dampaknya sungguh terasa bagi Indonesia. Distribusi barang ekspor dan impor mengalami gangguan, bisa terjadi dalam waktu dekat ini. Harga minyak dan barang juga berpotensi melonjak.
Kontributor : Damayanti Kahyangan