- Pakar gastroenterologi menjelaskan bahwa puasa dapat menyembuhkan maag fungsional, bukan maag organik yang ada luka fisik.
- Puasa membuat pola makan teratur dan mengurangi konsumsi makanan pemicu iritan yang mengganggu regenerasi lambung.
- Pengendalian diri dan peningkatan ketenangan jiwa saat puasa berdampak mengurangi hormon stres pemicu asam lambung berlebih.
2. Berkurangnya Konsumsi Makanan Pemicu (Irritant)
Tanpa kita sadari, saat hari biasa kita sering mengonsumsi camilan yang tidak sehat sepanjang hari.
Makanan berlemak, cokelat, keju, serta minuman seperti kopi, soda, dan kebiasaan merokok adalah pemicu utama naiknya asam lambung.
Saat berpuasa selama kurang lebih 13-14 jam, otomatis kita berhenti mengonsumsi bahan-bahan iritan tersebut.
Hal ini memberikan kesempatan bagi dinding lambung untuk melakukan regenerasi dan memulihkan diri tanpa gangguan zat kimia atau makanan yang sulit dicerna.
3. Faktor Pengendalian Diri dan Manajemen Stres
Maag fungsional sangat erat kaitannya dengan kondisi psikologis atau stres Prof. Ari menekankan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga pengendalian diri.
“Dengan pengendalian diri selama berpuasa diharapkan faktor psikis yang bisa mengganggu tersebut tidak muncul," terangnya.
Ketika seseorang berpuasa dengan niat tulus, tingkat ketenangan jiwa biasanya meningkat. Hal ini berdampak pada menurunnya hormon kortisol dan adrenalin yang memicu produksi asam lambung berlebih.
Baca Juga: Cegah Nyeri Otot dan Sendi, Ini Tips Tetap Bugar Selama Puasa
Ibadah puasa adalah momen detoksifikasi yang luar biasa, baik bagi raga maupun jiwa. Tak heran bila penyakit maag fungsional yang selama ini mengganggu bisa sembuh secara perlahan.
Jadi, bagi Anda penderita maag, jangan ragu untuk berpuasa. Konsultasikan dengan dokter jika perlu, dan jalani ibadah ini sebagai jalan menuju kesembuhan yang total.