Suara.com - Ada satu pertanyaan sensitif yang sering bikin jantung berdebar saat kumpul keluarga di hari lebaran, yaitu: “Sekarang kerja di mana?”
Pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi bagi mereka yang belum punya pekerjaan tetap, jawabannya bisa terasa berat.
Mengaku sedang menganggur kadang bikin suasana jadi kikuk. Padahal ada banyak cara menjawab tanpa harus sekadar bilang “lagi nganggur.”
Berikut beberapa contoh jawaban yang bisa dipakai saat sanak saudara mulai melontarkan pertanyaan klasik itu.
Singgung soal meningkatkan kompetensi (Up-skilling)
Kalau memang sedang ikut kursus atau sertifikasi, ceritakan saja. Ini menunjukkan waktu luang dipakai untuk hal produktif.
Contoh: “Sekarang saya lagi ambil jeda buat fokus belajar. Lagi ikut sertifikasi di bidang (sebutkan bidang), biar nanti kalau kerja lagi bisa lebih siap dan kompeten.”
Ungkap sedang menerima pekerjaan freelance
Kalau punya keahlian yang bisa dipakai untuk proyek lepas, jawab dengan santai.
Contoh: “Saya lagi ngerjain beberapa proyek freelance di bidang (sebutkan bidang). Sambil jalan, saya juga cari peluang kerja tetap yang lebih stabil.”
Sedang bangun portofolio pribadi
Untuk yang bergerak di dunia kreatif atau IT, ini jawaban aman sekaligus meyakinkan.
Contoh: “Sekarang saya lagi bikin portofolio pribadi dan coba tools baru. Jadi nanti kalau kerja lagi, saya sudah punya karya dan pengalaman tambahan.”
Menunggu peluang yang tepat
Jawaban ini menunjukkan sikap selektif, bukan pasif.
Contoh: “Setelah selesai kontrak di tempat lama, saya pilih lebih selektif cari kerjaan baru. Lagi riset biar dapat posisi yang benar-benar sesuai dengan keahlian saya.”
Aktif di komunitas atau kegiatan sosial
Kalau sedang sibuk di organisasi atau jadi relawan, ceritakan saja.
Contoh: “Sekarang saya aktif di komunitas (sebutkan bidang). Selain nambah jaringan, saya juga tetap update tren terbaru sambil cari kerjaan yang pas.”
Intinya, kunci dari percakapan lebaran ini bukan pada status “tidak bekerja,” tapi pada apa yang dilakukan selama masa jeda.
Sanak keluarga biasanya lebih menghargai jawaban yang menunjukkan sikap proaktif, daripada sekadar diam menunggu panggilan kerja.
Dengan begitu, obrolan tetap hangat tanpa harus merasa terpojok.
Kontributor : Armand Ilham