- Ayatollah Mojtaba Khamenei, pemimpin baru Iran, menikahi Zahra Haddad-Adel pada tahun 2004 setelah ayahnya melamar.
- Ali Khamenei menawarkan putranya sebagai pemuda miskin, berakhlak baik, dan taat agama kepada politisi senior Haddad-Adel.
- Mojtaba dan saudara-saudaranya cenderung fokus pada pendidikan agama di Qom, menghindari jabatan resmi struktural negara.
Suara.com - Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru terpilih, dikenal sebagai sosok misterius oleh banyak media internasional.
Sebab, Mojtaba tidak pernah muncul dalam pemberitaan dan memilih bekerja di balik layar semasa sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, masih hidup.
Namun, baru-baru ini, setelah Mojtaba terpilih sebagai Ayatollah baru menggantikan ayahnya yang gugur pada hari pertama serangan agresi Israel-Amerika Serikat, media-media Iran mengungkap sekelumit cerita tentangnya.
Salah satunya adalah bagaimana Motjaba menikahi Zahra Haddad-Adel tahun 2004 lalu. Zahra sendiri, gugur bersama Ali Khamenei pada 28 Februari 2026.
"Siapa yang mau menikahi pemuda miskin?"
Dikutip dari banyak saluran media sosial Iran, Sabtu (14/3/2026), disebutkan dalam sebuah pertemuan resmi, setelah agenda kenegaraan usai, Imam Ali Khamenei melontarkan pertanyaan yang seketika mengubah atmosfer ruangan.
"Adakah di antara kalian yang bersedia menikahkan putrinya dengan seorang pemuda miskin?” tanya Ali Khamenei.
Pertanyaan itu membuat suasana sejenak kaku. Bagi para pejabat yang hadir, permintaan ini terdengar janggal di tengah budaya politik yang biasanya mengedepankan status dan kekayaan.
Keheningan panjang menyelimuti ruangan. Hampir semua yang hadir memilih diam, seolah-olah kursi yang mereka duduki tiba-tiba menjadi jauh lebih menarik untuk diperhatikan daripada menjawab tawaran tersebut.
Baca Juga: Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran
Namun, di tengah kebuntuan itu, politisi senior sekaligus mantan Ketua Parlemen Iran, Gholam Ali Haddad-Adel, menjadi satu-satunya yang angkat suara.
"Aku mempunyai putri. Tapi aku ingin tahu lebih dulu, bagaimana pemuda miskin ini," kata Gholam Ali Haddad-Adel.
Sayyid Ali Khamenei tetap merahasiakan identitas pemuda itu di awal.
"Pemuda yang kumaksud adalah orang misin, tidak punya kekayaan. Hidupnya sederhana. Tapi dia dikenal taat beragama, berakhlak baik, dan memiliki tanggung jawab tinggi," jawab Ali Khamenei.
Bahkan, sang pemimpin tertinggi memberikan jaminan pribadi atas karakter pemuda tersebut.

Kejutan di Balik Restu Sang Mertua