Baca 10 detik
- Presiden Prabowo mengkaji pemotongan gaji menteri dan DPR RI Maret 2026.
- Kebijakan diambil untuk menjaga ekonomi nasional akibat dampak konflik Timur Tengah.
- Selain gaji, pemerintah akan memangkas konsumsi BBM serta belanja non-mendesak.
Angka ini belum termasuk dana operasional atau dana taktis menteri yang jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan guna mendukung kegiatan kedinasan.
Belajar dari Pakistan, Bukan Cuma Gaji yang Dipangkas
Rencana Presiden Prabowo tidak berhenti pada urusan pemotongan gaji Menteri dan DPR RI semata.
Pemerintah juga melirik skema penghematan lain yang lebih sistematis:
- Pemangkasan Konsumsi BBM: Instansi kementerian akan diminta membatasi penggunaan bahan bakar untuk kendaraan dinas.
- Stop Belanja Non-Mendesak: Penghentian pengadaan fasilitas kantor atau barang mewah pemerintah yang dianggap tidak krusial dalam waktu dekat.
- Efisiensi Kerja: Mengkaji ulang hari kerja dan operasional kantor pemerintah guna menekan biaya listrik dan pemeliharaan gedung.
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan sinyal kepada pasar dan masyarakat bahwa pemerintah siap ikat pinggang di tengah ketidakpastian global imbas ketegangan geopolitik dunia.