- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melontarkan frasa viral "Pokoknya ada".
- Peristiwa tersebut terjadi pada 28 Maret 2026 di Monumen Nasional, Jakarta.
- Jawaban tersebut memicu kritik luas hingga meme dan lelucon di media sosial.
Fenomena “Pokoknya ada” bukan sekadar viral sesaat. Ia menjadi cerminan budaya media sosial Indonesia yang cepat menangkap momen dan mengubahnya jadi konten hiburan sekaligus kritik sosial.
Frasa ini kini dipakai di grup chat keluarga, caption Instagram, bahkan sebagai punchline stand-up comedy. Di balik tawa, ada pelajaran penting: di era digital, setiap kata pejabat publik bisa menjadi perhatian nasional dalam sekejap.