Besek berbahan bambu menjadi pilihan menarik untuk kemasan makanan maupun barang. Selain kuat, tampilannya juga memberikan kesan tradisional dan premium.
Dari segi daya tahan, besek mampu menahan beban hingga beberapa kilogram tergantung ukuran dan kualitas anyaman. Pedagang makanan seperti katering sering menggunakannya untuk nasi box.
Meski harganya sedikit lebih tinggi dibanding plastik, besek dapat digunakan ulang sehingga lebih ekonomis dalam jangka panjang.
4. Paper Bag
Kemasan berbahan kertas seperti paper bag semakin populer di kalangan pedagang modern. Selain ringan, tampilannya juga lebih profesional dan mudah dikustomisasi dengan logo usaha.
Paperbag cocok digunakan untuk produk kering atau non-makanan seperti pakaian dan aksesoris. Daya tahannya bisa mencapai 2–5 kg tergantung ketebalan kertas.
Namun, kelemahannya terletak pada ketahanan terhadap air, sehingga kurang cocok untuk makanan berkuah atau lingkungan lembap.
5. Goodie Bag
Bagi pedagang yang ingin memberikan nilai tambah, goodie bag berbahan kain bisa menjadi solusi menarik. Selain ramah lingkungan, tas ini juga bisa digunakan ulang oleh pelanggan.
Goodie bag biasanya terbuat dari bahan seperti spunbond atau kanvas yang cukup kuat. Dalam penggunaan sehari-hari, tas ini mampu bertahan hingga puluhan kali pemakaian.
Meski harga awalnya lebih mahal, sekitar Rp2.000–Rp5.000 per pcs, nilai branding yang dihasilkan bisa meningkatkan loyalitas pelanggan.
6. Bongsang
Kemasan tradisional seperti bongsang, yang sering digunakan untuk membungkus nasi atau jajanan pasar, juga mulai dilirik kembali. Biasanya terbuat dari daun atau kertas yang dibentuk sedemikian rupa.
Keunggulan bongsang terletak pada kemudahan pembuatannya dan biaya yang relatif murah. Selain itu, bentuknya yang unik memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Namun, kapasitasnya terbatas dan kurang cocok untuk produk dalam jumlah besar.