Selain Ikan Sapu-Sapu, 7 Spesies 'Monster' Ini Juga Merusak Ekosistem Perairan Indonesia

Yasinta Rahmawati

Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB
Selain Ikan Sapu-Sapu, 7 Spesies 'Monster' Ini Juga Merusak Ekosistem Perairan Indonesia
Ilustrasi - Ikan Red Devil (PIXABAY/Ralphs_Fotos)

Suara.com - Ikan sapu-sapu merupakan ikan yang sifatnya invasif. Artinya ikan ini dapat merusak ekosistem air tawar di Indonesia dan mengubahnya. Tapi tahukah Anda sebenarnya ada ikan yang merusak ekosistem selain sapu-sapu?

Sifat invasif yang dimiliki oleh spesies ikan ini sebenarnya berdampak buruk pada ekosistem. Tidak hanya menjadi spesies yang dominan karena tidak memiliki predator alami, namun juga dapat mengganggu keseimbangan yang seharusnya tercipta.

Jumlahnya yang terlalu besar bisa jadi salah satu isu utama, selain tentu sifat merusak lingkungan yang dimilikinya. Lebih lanjut, beberapa ikan yang merusak ekosistem selain sapu-sapu bisa Anda cermati  di bawah ini.

1. Red Devil Cichlid

Ikan yang satu ini tergolong sangat agresif. Banyak ditemukan di perairan yang diakses banyak orang seperti waduk dan area-area sejenis, Red Devil sering kali diketahui memakan telur dan burayak ikan asli ekosistem tempat mereka ‘datang’.

2. Ikan Aligator

Ikan aligator termasuk salah satu predator buas yang bisa tumbuh hingga berukuran sangat besar. Ikan ini memangsa hampir semua ikan yang ukurannya lebih kecil, tanpa adanya pemangsa alami di ekosistem perairan Indonesia.

3. Arapaima Gigas

Spesies ini juga memiliki sifat yang sama dengan ikan aligator, dan menjadi apex predator di suatu ekosistem. Arapaima bisa dengan mudah memusnahkan ikan-ikan lokal karena ukurannya yang sangat besar dan sifatnya yang agresif.

baca juga

4. Ikan Nila dan Ikan Mas

Meski jadi dua jenis ikan yang dagingnya cukup digemari karena dianggap bernutrisi dan lezat, namun pada kenyataannya ikan nila dan ikan mas juga termasuk invasif.

Penyebabnya adalah tingkat perkembangbiakan yang sangat cepat dan dapat merusak habitat dengan mengeruk dasar perairan.

Akibatnya perairan menjadi keruh, dan kondisinya tidak kondusif untuk kehidupan ikan lainnya.

5. Ikan Midas Cichlid

Masih ‘bersaudara’ dengan spesies red devil, ikan ini juga sangat kompetitif dalam perebutan makanan. Tidak jarang ikan-ikan lokal harus kalah dalam persaingan ini dan berkurang jumlahnya secara drastis hingga bahkan terhapus dari ekosistem tempat midas cichlid berada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Ciri-Ciri Siomay yang Pakai Ikan Sapu-Sapu, dari Aroma hingga Harga

4 Ciri-Ciri Siomay yang Pakai Ikan Sapu-Sapu, dari Aroma hingga Harga

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB

Penguburan Sapu-sapu di Jakarta Dikritik MUI, Ini Kata Gubernur Pramono

Penguburan Sapu-sapu di Jakarta Dikritik MUI, Ini Kata Gubernur Pramono

Video | Senin, 20 April 2026 | 20:25 WIB

Marak Isu Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Begini Langkah Tegas Pemprov DKI!

Marak Isu Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Begini Langkah Tegas Pemprov DKI!

News | Senin, 20 April 2026 | 18:49 WIB

Viral Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup Menurut Islam?

Viral Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup Menurut Islam?

News | Senin, 20 April 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

News | Senin, 14 September 2026 | 11:21 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:20 WIB

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:19 WIB

Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB

5 Jurnalis Masih Hilang di Selat Sunda, Pencarian Hari Ketujuh Memasuki Penentuan

5 Jurnalis Masih Hilang di Selat Sunda, Pencarian Hari Ketujuh Memasuki Penentuan

News | Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB

Gus Ipul Tegaskan Jadi Agen Perlinsos Gratis, Waspada Modus Minta Uang

Gus Ipul Tegaskan Jadi Agen Perlinsos Gratis, Waspada Modus Minta Uang

News | Senin, 14 September 2026 | 11:16 WIB

Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendaftaran Agen Perlinsos Bukan Lowongan Kerja: Ini Relawan

Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendaftaran Agen Perlinsos Bukan Lowongan Kerja: Ini Relawan

News | Senin, 14 September 2026 | 11:15 WIB

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

News | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan

Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 11:13 WIB

×