- Dinas KPKP DKI menyoroti penggunaan daging ikan sapu-sapu pada makanan olahan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
- Pelaku usaha di bawah binaan pemerintah telah terverifikasi higienis, namun pedagang mandiri tetap menjadi perhatian utama pengawasan.
- Dinas KPKP berkomitmen melakukan sosialisasi, pembinaan, hingga penindakan tegas terhadap produsen makanan ilegal yang masih menggunakan bahan berbahaya.
Suara.com - Isu penggunaan daging ikan sapu-sapu sebagai bahan baku makanan olahan seperti siomay masih menjadi sorotan tajam bagi warga ibu kota.
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta pun mulai menaruh perhatian terhadap potensi penyalahgunaan oleh beberapa oknum pedagang.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, memberikan penjelasan mengenai status para pelaku usaha yang saat ini berada di bawah naungan pemerintah.
"Pada umumnya untuk binaan Jakprenuer dan binaan DKPKP, sudah ada pembinaan secara higienis dan sanitasi, bahkan sampai halal MUI," ujar Hasudungan saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).
Hasudungan menjamin, para pelaku usaha yang masuk dalam ekosistem pemerintah telah melewati serangkaian verifikasi serta standarisasi kesehatan yang mumpuni.
Kendati demikian, keresahan tetap muncul dari keberadaan para penjual makanan yang beroperasi secara mandiri tanpa pengawasan resmi dari instansi terkait.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun menegaskan tidak akan tinggal diam dalam menghadapi fenomena yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Upaya pemantauan pangan terpadu ke depan dipastikan akan menyasar rumah-rumah produksi maupun pedagang, yang disinyalir melakukan praktik curang dalam mengolah bahan baku.
Ketika ditanya mengenai kepastian langkah konkret berupa penindakan khusus bagi para pengolah liar tersebut, Hasudungan memberikan jawaban yang sangat tegas.
"Iya. Sosialisasi, pembinaan, penindakan," pungkasnya.
Hingga saat ini, Dinas KPKP terus melakukan koordinasi intensif untuk melacak keberadaan produsen siomay yang masih nekat menggunakan bahan baku berbahaya seperti ikan sapu-sapu.