Isi Ceramah Ustazah Mumpuni Handayayekti yang Bikin Tak Boleh Lagi Ngomongin Politik

Farah Nabilla

Rabu, 22 April 2026 | 13:42 WIB
Isi Ceramah Ustazah Mumpuni Handayayekti yang Bikin Tak Boleh Lagi Ngomongin Politik
Ustazah Mumpuni Handayayekti [Tangkapan Layar Youtube/Batur TV News]
baca 10 detik
  • Ustazah Mumpuni ditegur setelah mengkritik ketimpangan gaji guru honorer dan pekerja program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
  • Kritik disampaikan saat pengajian di Desa Ratamba, Banjarnegara, yang menyoroti ketidakadilan sosial bagi tenaga pendidik daerah.
  • Akibat ceramah tersebut, Mumpuni mendapat peringatan agar tidak lagi membahas isu politik karena situasi Indonesia dianggap genting.

Suara.com - Sosok Ustazah Mumpuni Handayayekti kini tengah berada di pusaran pembicaraan publik. Bukan tanpa alasan, pendakwah asal Cilacap ini mengaku "ditegur" dan diminta untuk tidak lagi menyenggol isu politik dalam setiap ceramahnya.

Larangan tersebut disinyalir merupakan buntut dari keberaniannya melontarkan kritik pedas terkait ketimpangan sosial dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.

Lantas, apa sebenarnya isi ceramah Ustazah Mumpuni yang membuatnya kini dilarang bicara politik? Berikut rangkumannya.

Ceramah Viral Ustazah Mumpuni

Dalam potongan video di acara pengajian di Desa Ratamba, Banjarnegara, yang viral di berbagai platform media sosial, Ustazah Mumpuni membandingkan nasib guru honorer dengan tenaga kerja di program MBG.

Mumpuni menyoroti disparitas gaji yang dianggapnya melukai rasa keadilan bagi para pendidik di daerah.

"Guru honorer sewulan gajinya Rp400 ewu, guru TK sewulan Rp200 ewu, kok tukang cuci MBG sewulan telung juta. Maap, Indonesia sedang sakit (guru honorer sebulan gajinya 400 ribu, guru TK sebulan 200 ribu, kok tukang cuci MBG sebulan tiga juta. Maaf, Indonesia sedang sakit)," ujar Mumpuni dalam dialek ngapak-nya yang khas.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak membenci para pekerja di program tersebut, namun ia menyayangkan kebijakan pemerintah yang dianggap kurang menghargai jasa para guru.

"Saya tidak benci kepada pegawai MBG, tak tegesi saya tidak benci kepada pegawe MBG. Seneng kulo, nyatane seko nganggur terus nduwe gawean (Saya senang, nyatanya dari yang nganggur jadi punya pekerjaan). Tapi pemerintah Indonesia lagi ngece (menghina) karo guru," lanjutnya.

baca juga

Dampak dari ceramah tersebut ternyata cukup instan. Mumpuni mengaku langsung mendapatkan pesan yang memintanya untuk mengerem pembicaraan mengenai isu-isu sensitif kenegaraan.

Ia menceritakan bahwa ada pihak yang memperingatkannya dengan alasan kondisi Indonesia yang sedang "genting".

"Sore Mbak Mumpuni, tolong jangan pernah bahas politik. Soale Indonesia lagi genting," kata Mumpuni menirukan bunyi peringatan yang ia terima.

Padahal, juara AKSI Indosiar 2014 ini menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki afiliasi dengan partai politik mana pun. Ia merasa apa yang disampaikannya bukanlah politik praktis, melainkan realita sosial yang dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Meskipun dilarang membahas politik, Mumpuni tetap berharap agar kritik yang ia sampaikan bisa sampai ke telinga para pengambil kebijakan. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis sebenarnya sangat baik, namun ia khawatir akan adanya oknum-oknum di lapangan.

"MBG sae sanget pak (MBG bagus sekali Pak), cuma terlalu banyak tangan-tangan cluthak (tangan jail/nakal). Mugi-mugi niki dipireng kalih Pak Prabowo, minimal menteri-menterine lah," harapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Ustazah Mumpuni Handayayekti? Pendakwah NU yang Dilarang Bahas Politik di Ceramahnya

Siapa Ustazah Mumpuni Handayayekti? Pendakwah NU yang Dilarang Bahas Politik di Ceramahnya

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 13:22 WIB

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

News | Selasa, 21 April 2026 | 13:44 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

News | Senin, 13 April 2026 | 13:48 WIB

Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah

Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 21:03 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×