Ia dikenal sebagai aktivis perempuan yang aktif memperjuangkan isu-isu sosial, terutama yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
Selain aktif di organisasi, ia juga pernah menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan, seperti PT Arzast Media Utama dan PT Rimang Hayu Malini.
Kiprah politiknya mulai terlihat ketika ia terlibat dalam Tim Kampanye Nasional pada Pemilu Presiden 2024. Ia menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju yang mendukung pasangan Prabowo Subianto. Dari sinilah perannya di ranah pemerintahan semakin terbuka.
Puncak kariernya terjadi saat ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Merah Putih.
Penunjukan ini dilakukan setelah pertemuannya dengan Presiden terpilih di Kertanegara pada Oktober 2024.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, pernyataan Arifatul Choiri Fauzi soal penempatan gerbong wanita di tengah rangkaian kereta menunjukkan adanya perhatian terhadap aspek keselamatan penumpang perempuan.
Namun, usulan tersebut juga dinilai kurang tepat oleh sebagian pihak karena dianggap berpotensi menimbulkan ketidakadilan baru.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, usulan Arifatul Choiri Fauzi untuk memindahkan gerbong wanita ke bagian tengah memang menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan penumpang perempuan.
Namun, banyak yang menilai ide tersebut kurang tepat karena bisa menimbulkan ketidakadilan bagi penumpang lain.
Meski begitu, pernyataan ini tetap memicu diskusi penting tentang bagaimana menciptakan sistem transportasi yang aman dan adil untuk semua.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas