Suara.com - Taksi listrik Xanh SM atau Green SM secara resmi mulai beroperasi sejak Rabu, 18 Desember 2024. Pada tahap awal, mereka akan melayani konsumen yang berada di wilayah Jakarta terlebih dahulu.
Operator taksi listrik berasal dari Vietnam ini menggunakan mobil listrik VinFast VF e34 sebagai armadanya. Kehadiran Xanh SM di Tanah Air diklaim mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Setelah masa uji coba, Xanh SM siapkan 1.000 unit mobil VinFast VF e34. Langkah tersebut dilakukan agar lebih banyak orang bisa menggunakan jasa mereka.
Tarif yang ditawarkan oleh Xanh SM adalah Rp9.600 untuk satu kilometer pertama atau saat pintu pertama kali dibuka. Lalu turun menjadi Rp5.800 per kilometer.
Untuk memenuhi kepuasan pelanggan, Xanh SM menyediakan berbagai promo menarik, seperti diskon atau harga spesial hingga 30 persen.
Tarif Taxi yang Ditetapkan
Berdasarkan informasi dari situs id.greensm.com, berikut beberapa ketentuan mengenai tarif taxi Green SM:
- Harga di atas sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan biaya asuransi untuk penumpang.
- Harga yang dipesan lewat aplikasi ditentukan oleh software kasir, sesuai dengan kebijakan harga yang tertera, adanya penawaran (jika ada), serta kebijakan biaya tambahan (jika ada) pada saat tertentu.
- Tarif dua arah hanya berlaku bagi satu pelanggan yang melakukan perjalanan ke depan dan balik.
- Biaya perjalanan sebenarnya tergantung pada jarak yang ditempuh, biaya tol (jika ada) serta biaya tambahan lainnya yang muncul selama perjalanan.
- Harga tour tidak berlaku pada hari libur (sesuai kalender pemerintah).
Green SM Gandeng Aplikasi GO-JEK
GoGreen SM menambahkan pilihan cara bergerak lainnya di dalam aplikasi Gojek yang semakin beragam.
Dengan layanan ini, pelanggan Gojek bisa menggunakan taksi listrik yang diberikan oleh Green SM untuk mendapatkan transportasi yang tidak menghasilkan emisi.
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk mendukung misi pemerintah dalam mencapai target net zero emission dengan memberikan opsi bagi masyarakat atas layanan transportasi yang bebas emisi,” ujar Deny Tjia, Managing Director Green SM Indonesia.
“Selain itu, kami ingin memberikan kenyamanan lebih kepada para pengguna Green SM dan mitra pengemudi, dengan menghadirkan layanan transportasi yang andal dan ramah lingkungan melalui berbagai kanal yang lebih mudah akses.”
Gojek menyebut langkah kerja sama dengan Green SM akan memperkuat pencapaian di 2024 yang telah meningkatkan adopsi penggunaan kendaraan listrik sebesar 3 kali lipat, serta meningkatkan perjalanan dengan kendaraan listrik hingga 5 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Taksi Green SM Jadi Sorotan
Taksi listrik Green SM atau dikenal juga sebagai Xianh SM adalah layanan transportasi umum yang mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 2024.
Taksi tersebut mendapat perhatian banyak orang karena diduga menjadi penyebab kecelakaan berdarah yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek yang terlibat tabrakan dengan KRL Commuter.
Peristiwa tersebut menyebabkan seluruh rangkaian KRL Commuter yang menuju Cikarang hancur total di bagian gerbong wanita.
Kereta tersebut terkena hantaman keras dari kereta api Argo Bromo Anggrek yang datang dari belakang, saat sedang menunggu perjalanan yang terhambat di Stasiun Bekasi Timur akibat kereta Green SM yang mogok di perlintasan.
Karena kejadian tersebut, terdapat 14 korban yang meninggal dan puluhan penumpang lainnya mengalami cedera serta sedang menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit.
Sementara itu, orang yang mengemudikan mobil Green SM yang menyebabkan kecelakaan berat itu berhasil menyelamatkan diri sebelum mobilnya tertabrak kereta.
Setelah insiden terjadi, sopir Green SM tampak sedang mencoba tenang sambil menghisap batang rokok di tempat kejadian.
Ia juga mengatakan bahwa ada sistem di dalam mobil yang membuat mesin tidak bisa bekerja saat sedang berada di tengah rel kereta.
Insiden tersebut tidak hanya menyebabkan kehilangan nyawa, tetapi juga membuat masyarakat merasa khawatir mengenai keamanan kendaraan listrik yang digunakan sebagai alat transportasi umum di negara ini.
Kontributor : Rizky Melinda