- Firnando Ganinduto dari Komisi VI DPR mendesak Dirut KAI mundur usai tragedi Bekasi.
- Politisi Golkar ini menyoroti kegagalan sistemik KRL dalam mendeteksi kereta berhenti di depannya.
- Sebelum di DPR, Firnando punya karier mentereng di perusahaan multinasional dan sektor perbankan.

Keberanian Firnando mengkritik pimpinan KAI tentu didukung oleh pengalaman panjangnya. Ia sama sekali bukan sosok baru di dunia tata kelola profesional.
Pria ini merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar periode 2024–2029. Di parlemen, ia membidangi urusan BUMN, perdagangan, serta investasi.
Sebelum terjun ke Senayan, Firnando memiliki rekam jejak mentereng di berbagai perusahaan raksasa. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden di PT CFLD Indonesia dari tahun 2016 hingga 2024.
Kariernya juga bersinar terang di sektor tambang energi dan perbankan berskala internasional. Ia sempat mengisi posisi manajerial di PT Sorikmas Mining, Indika Energy, hingga DBS Bank.
Lulusan Kampus Amerika yang Terjun ke Politik
Pola pikir kritis Firnando dalam menyoroti manajemen tidak lepas dari latar belakang pendidikannya. Ia menghabiskan sebagian besar masa studinya di Amerika Serikat.
Setelah lulus dari SMP Al Azhar Pejaten pada 1994, ia melanjutkan pendidikan ke Wesly College. Firnando kemudian berhasil meraih gelar Diploma di Valley Forge.
Puncak pendidikan akademisnya diselesaikan di Berkley College. Ia sukses meraih gelar sarjana strata satu di bidang Bisnis Internasional pada tahun 2006.
Kini, sebagai legislator, ia meneruskan tradisi keterlibatan keluarganya dalam kancah politik nasional. Gebrakannya menuntut reformasi di tubuh KAI membuktikan keseriusannya sebagai wakil rakyat.